Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis The Secret Life Of My Secretary Episode 4 Part 1



Sumber: SBS



Min Ik menghubungi Detektif untuk menanyakan progres pencarian pelaku yang ingin membunuhnya, "Masih belum ketemu?" Tanya Min Ik

"Kami sedang cek mobil yang diparkir dalam waktu lama melalui kamera dasbor. Tapi, saya ingin bertemu orang itu."

"Bukan Dae Joo. Tolong cepat dicari. Saya akan tangkap dia yang melakukan ini pada saya. Saya akan bertanya kenapa dia begitu dan apa yang dia inginkan. Saya harus lihat wajah orang itu."



Saat masuk lift, ada yang menahan pintunya. Orang itu agak kaget melihat Min Ik, ia langsung berbalik, niatnya gak jadi menggunakan liftnya, tapi Min Ik menyuruhnya masuk. 

Fix, inih orang yang mencelakai Min Ik kemarin.



Min Ik bertanya, mau ke lantai berapa? Orang itu meminta Min Ik memencet tombol ke atap. Min Ik melakukannya.

Sementara Min Ik keluar di lantai 37. Pria itu membungkuk hormat saat Min Ik keluar dan ia lega karena Min Ik gak mengenalinya.



Saat masuk ke ruangannya yang gelap, Min Ik menemukan seseorang menggeledah mejanya. Ia bertanya tanpa menyalakan lampu. 

"Siapa itu? Siapa kamu, datang ke ruanganku tanpa izin?"

Dia adalah Sekretaris Lee, "Ini saya. Sekretaris Direktur Gi, Lee Eul Wang. Anda tahu wajah saya, kan?"



Min Ik baru menyalakan lampu, ia beralasan kalau ia tidak tidur nyenyak semalam. 

Sampai di mejanya, Min Ik menanyakan keperluan Sekretaris Lee ada di ruangannya tengah malam begini. 

"Ah.. Karena rapat gabungan minggu depan. Biasanya Gal Hee dan saya mengatur tanggal sesuai jadwal anda, tapi saya tidak dengar soal jadwal anda."

"Saya minta maaf. Akan segera saya kirim."




Sek. Lee menyinggung mengenai Min Ik yang terus menunda wawancara sekretaris baru, ia sambil menunjuk berkas lamaran. Min Ik sama sekali tidak bisa melihat wajah mereka. 

"Saya... Saya ada urusan." Alasan Min Ik.

"Saya pikir, anda butuh sekretaris segera. Pemilihan presiden sebentar lagi. Akan repot jika sendiri." Saran Sek. Lee kemudian pamit.



Min Ik melihat kembali kontrak perpanjangan Gal Hee yang mau ia robek.


Gal Hee nongkrong di tangga jalan sambil browsing lowongan seorang sekretaris.


Ada pengantar paket. Gal Hee memanggilnya tapi Ahjussi tidak mendengar. 

"Kenapa dia main lewat saja? Katanya jika aku tidak dapat jawaban hari ini, berarti aku tidak berhasil." Keluh Gal Hee.



Tiba-tiba ada yang melempar tas kertas ke dari belakang. Gal Hee akan marah, tapi ia membukanya dulu dan ternyata isinya adalah uang pecahan 10 rb won.  

Gal Hee langsung menatap ke langit, "Apa Anda akhirnya sadar betapa miskinnya hidup saya? Pada akhirnya, Anda akan mengubah nasib saya?"


Gal Hee memeriksanya dan menemukan sepucuk surat dengan tulisan gak rapi.

"Aku tahu kamu dipecat. Makanya, aku perintahkan kamu untuk libur wajib. Peraturan nomor 1. Jangan bekerja. Peraturan nomor 2. Jangan bekerja sampai kamu habiskan semua uangnya." Isi surat itu yang dinarasikan Jung Hee.



Jung Hee lah memang orang yang melemparnya dan ia buru-buru kabur, tapi keburu ketahuan oleh Gal Hee. Gal Hee sudah tahu saat membaca surat itu.



Mereka bicara di rumah. Gal Hee menanyakan maksud uang itu. 

"Aku mau lakukan diam-diam, tapi malah gagal."

"Ini jelas tulisan orang buta. Tidak mungkin tulisan orang yang bisa lihat! Kamu cuma bermalas-malasan. Dari mana kamu dapat uang... Tidak mungkin."



Gal Hee melihat lengan Oppanya yang penuh memar. Ia kesal. 

"Oppa memijat paruh waktu lagi? Aku sudah bilang jangan. Saat Oppa memijat badan orang lain sampai pergelangan tanganmu memar, aku sangat benci itu!"

"Kamu tahu kenapa Nam Hee gagal?"

"Kamu yakin dia gagal?"

"Ya. Dan itu karenamu."

"Aku?"

"Dia gagal, agar kamu bisa istirahat. Kamu mati-matian untuk membayar uang sekolahnya. Sekarang, kamu bisa istirahat."

"Aku tak peduli..."

"Dengar. Mulai sekarang, gunakan uang ini seolah ini tisu toilet."

"Ini bukan tisu toilet. Ini darah, keringat, dan memar Kakak."

"Baik, kalau begitu. Ayo pergi ke suatu tempat."



Joong Hee membawa uangnya ke toilet. 

"Kamu tidak bersyukur karena bisa melihat. Tisu toilet milik..."

"Jangan. Tidak, kan? Stop!"

Joong Hee membuang uangnya ke kloset, untuk Gal Hee bisa mengangkapnya. 




Gal Hee pun setuju untuk menghabiskannya. Joong Hee bahkan mendorongnya agar cepat pergi sampai ia menutup pintu setelah melempar cardigan dan kedua tasnya. 

Gal Hee: Kamu mungkin melihatnya sebagai orang buta, tapi sebagai orang yang bisa lihat, itu hal buruk untuk dilihat...

Joong Hee tersenyum melepas Gal Hee pergi, "Pulang larut ya!"


Gal Hee menuju kotak surat, tapi beneran gak menerima surat hari ini, tapi ia tetap mengucapkan selamat untuk Nam Hee melalui pesan singkat.



Gal Hee kembali masuk dan membaca lagi surat Oppanya. 

"Aku perintahkan kamu untuk libur wajib".



Gal Hee menghela nafas berkali-kali sebelum memutuskan untuk pergi bersenang-senang. 

"Akan kulakukan. Aku tahu cara bersenang-senang. Hari ini akan kuhabiskan semua uang ini sampai sen terakhir."

Sebelum pergi, Gal Hee menghormat di depan pintu, ditujukan untuk Oppa-nya yang sudah memberinya uang. 

Di dalam, Joong Hee tersenyum.







Gal Hee menonton live music di jalan, beli jepitan, pergi ke salon kuku. 
Bahkan mengharap sepasang kekasih yang bertengkar agar buyar. Tapi beneran lho! Si wanita ninggaling sang pria. Gal Hee senang bukan main.

Gal Hee selanjutnya menghabiskan waktu untuk membaca komik. 



Ha Ni iri mendapat kabar kalau Gal Hee sekarang jalan-jalan di Daehangno?

"Aku iri kamu dipecat, Gal Hee. Kamu bisa nonton kapan pun." Ucap Ha Ni yang diengar oleh Min Ik.



Gal Hee masuk ke ruang teater dan disana masih kosong. Ia duduk di tengah lalu membaca pesan Ha Ni.  

"Eonni, aku harus ikut Presdir Sim ke janji makan malam."

Gal Hee menggerutu kalau Ha Ni selau saja sibuk saat mereka janjian untuk ketemu.




Gal Hee heran, apa selalu kosong seperti ini di hari kerja? Kemudian datanglah Min Ik. Gal Hee refleks menyambutnya.

"Direktur Do. Anda dat...ang"

"Ya, aku datang."




Min Ik duduk di samping Gal Hee dan tak sengaja menjatuhkan tiket buanyak. 

"Ya ampun. Anda... membeli semua tiket?" Tanya Gal Hee. 

"Aku tidak mau dikelilingi orang."

"Ini juga sebabnya orang-orang tidak suka di dekat anda. Silahkan menonton."

Gal Hee memberi hormat lalu berdiri, tapi Min Ik menarik tangannya. Gal Hee pun duduk kembali dan menghempaskan tangan Min Ik.

"Aku ke sini bukan mau nonton." AKu Min Ik. 

"Lalu?"

"Ingin menemuimu."

"Saya? Kenapa?"



Min Ik tiba-toba ceria dan meledakkan mini confetti untuk Gal Hee, "Sekretaris Jung, selamat! Aku sudah putuskan.. untuk memperkerjakanmu lagi."


Min Ik tepuk tangan sambil ketawa setelah mengatakannya. Tapi Gal Hee hanya diam saja, lalu komat kamit sebelum akhirnya menyuruh Min Ik PERGI!!!!

Click to comment