Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis The Secret Life Of My Secretary Episode 12 Part 2

Sumber: SBS



Min Ik segera mencairkannya dengan bilang ada hadiah untuk Gal Hee, ia memberikan kunci mobil.

"Buka bagasinya." Perintah Min Ik.

"Bagasi? Kenapa Anda selalu menyimpan hadiah di bagasi?"



Berjalan ke mobil, Gal Hee mulai berandai-andai, "Astaga. Apakah itu ribuan bunga mawar dan jutaan balon? Aku tidak suka kejutan yang seperti itu."




Tapi ternyata cuma sebuah kertas. Gal Hee jelas cemberut karena tidak ada apa-apa disana.

"Ada. Lihatlah baik-baik."

"Apa yang ada di situ?"


Gal  Hee mengambil kertas itu, "Ini?"

Min Ik mengangguk. Gal Hee kembali manyun.



Dae Joo tersenyum karena Min Ik tetap di kantor. Presdir Sim menelepon, tapi Dae Joo menolak panggilannya.



Veronica mendekat, "Gi Dae Joo-ssi, Kita akan makan malam di mana malam ini? Kurasa aku pantas menerima sesuatu sebagai balasan 100.000 sahamku."

"Maaf, tapi.."

"Tapi?"


Detektif Park sudah menunggu.

Dae Joo: Sudahkah aku mengatakan ini? Aku orang berengsek yang lebih buruk daripada yang kamu kira. Maaf, tapi aku tidak bisa makan malam denganmu hari ini.

Dae Joo pamit menuju kedua detektif.

Veronica, "Dia sangat menarik."


Gal Hee membawa amplop itu saat berjalan di pasir.

"Saya sangat gugup karena ini. Boleh saya buka saja?"

"Sudah kubilang kamu bisa membukanya setibanya di rumah."

"Saya sangat penasaran dan sudah tidak sabar. Berapa banyak, ya?"

"Berapa banyak?"

"Ini bukan uang? Hadiah kompensasi."

"Di dunia ini, apakah amplop selalu berisi uang? Tidak bisakah kamu mengembangkan pikiranmu dan berpikir lebih jauh?"



"Tidak mungkin. Ini surat tulisan tangan? Ah.. Ini tidak berguna. Jika ada yang ingin disampaikan, kamu bisa mengirim SMS kepadaku."

"Astaga, buka saja itu."

Gal Hee membukanya dan isinya adalah kontrak.



"Aku hanya akan bicara satu kali, jadi, dengarkan baik-baik. Aku pernah punya seorang sekretaris. Tiga tahun lalu. Tapi sekretaris yang paling kupercayai dan kuikuti itu.. menipu dan mengkhianatiku di keadaan yang sangat genting. Sejak itu, aku bekerja banting tulang. Dan aku memutuskan.. untuk tidak lagi memercayai sekretaris. Aku memang.. pernah memecatmu, membencimu, merisakmu, dan menyulitkanmu. Tapi bukan berarti aku membencimu. Aku membenci sekretarisku yang dahulu. Dia yang menipuku. Kamu tidak pernah menipuku. Tapi aku takut.. kamu akan menjadi seperti dia. Aku yang ketakutan. Jika aku memarahimu, tolong maklumi aku. Dan jika kamu tertarik, aku mau kamu meneken kontraknya."

"Tahukah Anda? Saya juga menipu Anda." Batin Gal Hee.

"Seperti yang akan kamu lihat "Begitu penyakitku sembuh, kontrak antara aku dan kamu akan hangus". Aku mengubah pasal itu menjadi lebih indah."




Gal Hee membacanya, "Pasal satu, Ketentuan Kontrak, Berakhir saat sekretaris memintanya". Ah.. Gal Hee semakin meraa bersalah.

"Bagaimana? Hatimu pasti dipenuhi dengan kegembiraan, bukan?"

Gal Hee bekaca-kaca.


"Kenapa? itu satu-satunya yang kamu inginkan dariku. Pe-ga-wai-te-tap. Emm.. Aku tidak perlu melihat untuk meyakininya. Aku tahu ekspresi wajahmu saat ini. Untuk bosmu yang tidak bisa membaca wajahmu, ceritakan bagaimana wajahmu saat ini secara detail."



Gal Hee menangis sebetulnya, tap ia berkata kalau ia tersenyum. "Aku tersenyum sangat gembira. Pipiku berseri-seri. Bagian tengah dahiku sangat datar. Dan ada keriput di sekitar mataku. Karena aku tersenyum lebar."



Min Ik menutup mata untuk membayangkan penjelasan Gal Hee itu.




Gal Hee: Jika... Bagaimana jika.. saya juga menipu Anda?

Min Ik: Apa?

Gal Hee: Bagaimana jika.. saya selama ini membohongi Anda?

Min Ik: Berarti.. aku tidak akan bisa.. memercayai siapa pun seumur hidupku.



Min Ik mendapat panggilan, dari Nyonya Park.

"Kerja bagus. Kamu dimana?" Tanya Nyonya Park.

"Aku sedang di luar."

"Kami akan makan malam di luar. Kamu harus datang, ya."

"Kami? Siapa?"

"Kamu tidak melihat dia? Veronica bilang dia datang untuk menemuimu hari ini."

"Veronica datang untuk menemuiku? Ya. Baiklah. Dah."



Min Ik sangat antusias untuk menemui Veronica, "Butuh waktu berapa lama untuk berkendara ke Seoul? Apakah lalu lintas macet?" Tanyanya pada Gal Hee.

"Jangan pergi."

"Apa?"

"Tolong jangan pergi."

"Kenapa?"

"Entah harus mulai dari mana dan bagaimana cara menjelaskannya."

"Mau alasan atau penjelasan, itu urusan nanti. Bagaimana kalau kita berangkat ke Seoul sekarang?"

"Anda begitu ingin menemuinya?"

"Kamu tidak dengar? Veronica Park datang untuk menemuiku. Aku ingin pergi. Aku ingin menemui dia."

"Baiklah. Pergilah. Sebelum saya jelaskan, sebaiknya Anda melihat sendiri lebih dahulu. Benar."


Gal Hee lalu jalan duluan disusul Min Ik.



Tapi saat sampai di mobil, Gal Hee gak masuk, malah mengambil tasnya. Ia gak ikut kembali.

"Apa?"

"Aku ingin menenangkan diri. Anda pergi sendiri saja."



Min Ik keluar lagi. Ia khawatir karena sebentar lagi matahari terbenam, Gal Hee mau pulang naik apa nanti?

"Saya menaruh air minum di kursi penumpang, jadi, minumlah itu saat Anda haus. Anda hampir kehabisan bensin, pastikan mengisinya penuh sebelum memasuki jalan tol. Jangan mengebut karena terburu-buru. Dan... Itu... Saat berbicara dengan Veronica Park, Anda pasti ingin mendengarkan sesuatu dari saya. Anda boleh menelepon saya kapan saja. Akan saya ceritakan semuanya."




Min Ik: Apa kamu tahu kamu bersikap aneh saat ini? Bukankah kamu bilang tidak akan mabuk dengan sebotol soju?

Gal Hee: Pergilah, sebelum lalu lintas makin padat.




Kemudian Gal Hee menghormat dan jalan duluan. Langkahnya sedih banget.

9 komentar

avatar

Terima kasih semangat terus

avatar

Kogh 11 nya gk ada ya min..heheee

avatar

Episode ganjil ada di diana-recap.web.id

avatar

Terima kasih semangat nulis sinopsis sekanjutnya ya💪💪

avatar

Kok episode 13 dst blm dipost ya mbak? Keburu penasaran

avatar

Kalo g dilanjut tolong beri tanda biar g tiap hari buka langsung patah hati 😥😥😥

avatar

Iya, padahal juga berharap ada lanjutannya, malah berhenti di 12

Click to comment