Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis The Secret Life Of My Secretary Episode 12 Part 1

Sumber: SBS



Gal Hee memastikan, "Anda akan menyelamatkan dia, bukan? Saat bosku bilang akan melakukan saya, dia pasti melakukannya. Dia tidak akan menyia-nyiakan uangmu. Anda bisa percaya kepada saya."

"Sejak kapan kamu menyukainya?"

"Apa?"

"Kamu menyukai bosmu."

"Apa maksud Anda?"

"Matamu tidak bilang, "Tolong selamatkan bosku". Matamu bilang, "Tolong selamatkan priaku"."

"Tidak seperti itu. Saya melakukan ini murni karena menghormatinya, karena saya bekerja dengannya."

"Jika kamu menyebut tatapan suka itu untuk orang yang kamu hormati, aku yakin kamu akan melelehkan patung Laksamana Lee di Gwanghwamun. Kamu tidak akan bisa menilai penampilanmu hanya dengan becermin. Kamu harus melihat dari sisi lain untuk melihat pandangan yang tepat. Hei, andai aku bisa menunjukkan tatapan matamu tadi kepada aktor yang payah. Ini benar-benar mata seseorang yang sedang jatuh cinta."




Tiba-tiba ada yang memukul kepala Veronica. Tanpa tahu siapa yang melakukannya, Veronica geram, "Penyihir macam apa kamu?"

"Aku Park Seok Ja. Ibumu."


Gal Hee segera berdiri untuk menyapa Nyonya Park.

Ny. Park: Memangnya ini reuni sekolah? Kenapa bermain-main di sini? Berdiri. Ibu ingin menyapa direktur utama dan putranya. Mari kita lihat. Kurasa ibu melihatnya di sekitar sini.

Gal Hee diam-diam kabur dari mereka.


Gal Hee nyamperin Min Ik. Min Ik menanyakan soal wanita yang tadi disamping Gal Hee, siapa dia? soalnya ia sudah penasaran sejak tadi.



Tapa menjawab Min Ik, Gal Hee memaksanya masuk ke dalam bilik.

Gal Hee membatin, "Jung Gal Hee, apa yang kamu lakukan sekarang?"

"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Min Ik.

"Aku tahu. Apa yang kulakukan, ya?"

"Kamu ingin memilih bersamaku karena kita bersama-sama selama dua pekan ini? Haruskah kita berduaan di stan sekecil ini? Ayo cepat lakukan."



Min Ik melakukan pemilihan disana.

Min Ik: Sebenarnya, kita harus ke suatu tempat.

Min Ik memberikan bolpoinnya pada Gal Hee, tapi karena Gal Hee lama, ia meneken kertas suara Gal Hee sekalian.




Min Ik mengajak Gal Hee keluar setelah selesai, tapi Gal Hee menhan Min Ik. Ia memeriksa dulu, apa Veronica dan ibunya ada di dekat sana atau gak. Setelah melihat mereka keluar, Gal Hee mengajak Min Ik keluar.



Veronica menyapa Nyonya Sim dengan gaya khasnya. Nyonya Sim hanya mendeli, karena gak sopan banget. Nyonya Park tahu itu, ia langsung memukul bekang lutut dan tengkuk  putrinya itu hingga membuatnya membungkuk.


Nyonya Park: Maafkan aku. Seharusnya aku mengajarkan dia tata krama saat dia masih kecil. Tapi seperti yang kamu tahu, aku harus bekerja keras untuk TnT Mobile, jadi, aku tidak punya cukup waktu untuk berada di sekitarnya saat itu.

Nyonya Sim: Putrimu berhasil mengubah Perusahaan Seokja menjadi perusahaan kebudayaan terbaik di negara kita.



Veronica mengangguk setuju masih dalam keadaan membungkuk. Nyonya Sim lalu mengulurkan tangan sambil memperkenalkan diri. Veronica menyambut uluran tangannya.

"Kudengar hubunganmu berjalan lancar dengan putraku." Lanjut Ny. Sim.

Veronica mendongakkan kepala kaget, "Saya?"


Kemudian ia ingat perkataan Gal Hee saat meneleponnya beberapa minggu yang lalu.

Gal Hee: Saya bilang kepada mereka kalian sudah bertemu.

Veronica pun membenarkan perkataan Ny. Sim tadi.



Ny. Park: Anak ini jarang menghadiri rapat pemegang saham. Tapi dia sengaja datang kemari untuk menemui putramu.

Ny. Sim: Astaga, benarkah? Sebaiknya kamu menyapanya. Dia ke mana, ya?

Sayangnya mereka gak menemukan Min Ik disana.



Min Ik mengajak Gal Hee keluar bahkan meminta ponsel Gal Hee. Gal Hee pun terpaksa memberikannya. Min Ik mengantonginya.


Mobil datang. Min Ik membukakan pintu untuk Gal Hee.

"Kita mau ke mana?"

"Ini masih jam kerja. Kamu membantah perintah bosmu? Masuk!"




Presdir Sim mulai resah, Akankah semua berjalan sesuai rencana?

Dir. Park: Sepertinya beberapa dari mereka mulai goyah. Tapi investor kecil tidak akan membuat banyak perubahan. Para pemegang saham utama sudah memutuskan untuk hadir. Yang penting, kita mendapatkan suara yang banyak. Jadi, jangan terlalu khawatir.


Presdir Sim menatap Veronica, "Masalahnya, kita tidak tahu kepada siapa dia akan memberikan suaranya."

Kilas Balik...



Setelah menemui Dae Joo dan meneken surat kuasa, Veronica didatangi Presdir Sim.

"Biar kuluruskan. Jika aku memilihmu di rapat pemegang saham perusahaanmu, kamu akan memilihku di rapat pemegang saham perusahaanku? Kamu menyarankan agar kita saling membantu?" Tanya Veronica.

"Lebih tepatnya membalas budi. Sudah sewajarnya aku membalas budi karena berutang budi. Apa kamu tahu aku membeli 80.000 tambahan saham di Cinepark?"

Veronica tersenyum.

Kilas Balik selesai.



Presdir Sim menyapa Veronica, "Kamu harus mengambil keputusan yang bijaksana. Jangan sampai kehilangan uang karena mudah goyah."

"Tentu saja. Aku tidak boleh membiarkan diriku salah mengambil keputusan karena seorang pria."



Tapi saat tak sengaja menatap Dae Joo, pandangannya langsung berubah.


Min Ik menyetir sendiri untuk Gal Hee dan sekarang mereka melewati lautan. GPS mengatakan kalau tujuan mereka berjarak 2 kilometer.

"Sebenarnya kita mau ke mana?" Tanya Gal Hee yang selalu didiamkan Min Ik.

Gal Hee mau mengambil ponselnya dari saku jas Min Ik, tapi Min Ik tentu saja melarangnya.

"Apa yang kamu lakukan? Singkirkan tanganmu dariku."

"Anda tidak menculik saya, bukan?"

"Bukankah kamu ingin makan tiram panggang dan minum soju seusai rapat pemegang saham?"



"Begini Bungbujang-nim, saya memang merasa sangat gugup dan gelisah menghadiri rapat pemegang saham. Tapi bagaimanapun, kita tidak seharusnya pergi saat rapat belum usai. Putar balik mobilnya."

"Bisakah kamu tenang saat aku menceritakan ini? Bagaimana jika ada alasan bagus yang membuat kita harus merayakannya terlepas dari rapat pemegang saham."

"Tentang apa?"



Min Ik mengingat kembali momen saat ia bisa melihat semua wajah tadi. Itu membuatnya tersenyum lebar. Gal Hee yang menatapnya heran, tapi ia gak berkata apa-apa.



Presdir Sim mengumumkan hasil pemungutan suara.

"Ada 125.116.807 saham yang turut serta dalam pemilihan suara. Dan jumlah saham yang memilih untuk agenda ini adalah lima ribu..."




Min Ik mengajak Gal Hee minum-minum di tepi pantai, tapi ia merusak suasana dengan menyuruh Gal Hee memanggang hidangan lautnya.

"Anda mau saya yang memanggang?"

"Tentu saja. Kamu berharap aku yang memanggang? Aku sudah berbaik hati mengantarmu kemari. Bukankah kamu seharusnya berterima kasih?"

"Sepertinya ini ide yang buruk. Saat mengatakan ingin makan tiram panggang. maksud saya, saya ingin makan dengan orang yang saya sukai, sambil mendengar suara ombak dari pantai. Saya tidak ingin memakai sarung tangan kerja ini dan memanggang tiram untuk bosku seperti babu."



Min Ik menuangkan soju ke gelas Gal Hee. Gal Hee ga bisa nahan senyumnya untuk hal itu.

Min Ik: Ini. Apa ini membuatmu senang?

Gal Hee meminumnya dengan nikmat.



Setelahnya Gal Hee membahas soal USB itu, "Sayasudah mencarinya ke mana-mana, tapi tidak saya temukan."

"Kamu tidak menemukannya?"

"Ya. Saya yakin saya menaruhnya di dalam laci, tapi itu hilang. Tapi beruntung, aku sudah menyalinnya ke laptop saya. Tadinya, itu ada di setelan yang Anda pakai di hari kecelakaan. Jadi, saya khawatir itu rusak."




Ga Hee mau menuangkan soju ke gelas Min Ik, tapi Min Ik menolaknya, ia hanya akan minum soda.

Gal Hee: Hasilnya pasti sudah keluar sekarang.

Min Ik mengajak Gal Hee bersulang.

Gal Hee: Jika Anda memenangi suara, ini akan menjadi minuman perayaan. Jika tidak, ini akan menjadi minuman penghiburan.

Min Ik hanya tersenyum lalu membenturkan gelas mereka.


"Pro 50.000.500. Kontra 55.111.307"

Presdir Sim melanjutkan, "Dengan ini, saya mengumumkan pemecatan Direktur Do Min Ik..."

DIBATALKAN!!!




Keduanya berdiri menatap ke arah laut. Min Ik bertanya apa yang sedang Gal He pikirkan.

"Saya terkejut pikiran manusia bisa begitu rumit bahkan saat melihat pemandangan yang menenangkan. Bagimana dengan Anda?"

"Aku senang bisa ke sini bersamamu."

Gal Hee terdiam, ada getaran aneh aku yakin. tapi Min Ik kembali merusak suasana.

"Tiram panggang terasa sangat enak saat sekretarisku yang memanggang."

Gal Hee kembali manyun dan Min Ik ketawa karena berhasil sekali lagi mengerjai Gal Hee.




Gal Hee membahas sepasang kekasih yang sedang bercengkrama di hadapan mereka.

"Mereka terlihat bahagia." Kata Gal Hee.

"Bukankah mereka bertengkar?"

"Mereka saling mencintai. Aku bisa menebak hanya dengan melihat wajahnya.."

Lalu keduanya berpelukan membuat Gal Hee ingat kata-kata Veronica soal dia yang ketahuan menyukai Min Ik.

"Dia benar. Aku bisa melihat dengan baik dari sisi lain." Gumam Gal Hee.



"Melihat apa?" Tanya Min Ik.

"Tidak ada. Apa yang mau Anda katakan tadi? Kata Anda ada alasan bagus yang membuat kita harus merayakannya terlepas dari rapat pemegang saham."



Min Ik cerita dengan berekspresi, "Jadi... Itu terjadi hanya sebentar saat aku di mimbar."


Tiba-tiba terganggu oleh panggilan Dae Joo. Gal Hee menyuruh Min Ik mengangkatnya karena pasti hasilnya sudah keluar.

"Kamu di mana?"

"Hei-Baiklah-Baiklah, dah."




Min Ik menghela nafas setelah menutup telepon. Gal Hee penasaran banget bagaimana hasilnya.

"Jung Biseo.Menurutmu burung yang di sana itu burung camar atau angsa liar?"

"Astaga. Ayolah, Bungbujang-nim. Dia bilang apa? Minuman tadi... Apakah itu menjadi minuman perayaan? Atau minuman penghiburan?"





Min Ik menatap gal Hee, "Minuman perayaan."

Gal Hee bahagia banget sampai memeluk Min Ik. Tapi saat sadar, ia langsung melepaskannya.




Eh tiba-tiba Min Ik meluk balik  bahkan menepuk-bepuk punggungnya lembut.

"Kerja bagus, Jung Biseo."

Canggung jelas setelah pelukan dilepaskan.

Click to comment