Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis The Secret Life Of My Secretary Episode 2 Part 2

Sumber: SBS




Gal Hee minum sebotol dalam seteguk, AYO!!!!

"Ke mana?" Tanya Ri Ra. 

"Membunuh si brengsek itu."

Mereka membawa senjata masing-masing. Gal Hee membawa tongkat baseball, Myung Hee tongkal golf, Ri Ra alat pel, Ha Ni tulang kaki babi, Se Young menggigit daun sambil membawa dua tongkat gak tahu tongkat apaan tapi hehehe.

Gal Hee: Ibu lihat aku, kan? Aku akan ikuti wasiatmu... dan membunuh dia malam ini!



Gal Hee menghentak-hentakkan kaki, "AYOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!"



Mereka berjala dengan penuh percaya diri dengan iringan lagu Feddie Mercury (Bener gak tuh tulisannya) hehehe..

We Will We Will Rock You!





Min Ik menduga Dae Joo yang datang, tapi ternyata bukan. yang datang adalah dengan pakaian serba hitam+masket dan topi.



Min Ik berhasil lolos, ia menghubungi seseorang dalam larinya, tapi pria itu berhasil menjegalnya hingga ponselnya jatuh ke laut/sungai (?).





Min Ik naik ke atas gedung, tapi sayangnya jalan buntu.




Kelompok sekretaris sampai di lokasi Min Ik berada, tapi nyali mereka langsung ciut kecuali Gal Hee tentu saja.

Myung Jung: Kalian tidak kedinginan?

Ri Ra: Kamu juga kedinginan? Kurasa perutku juga sakit. Uookk.

Gal Hee: Apa kamu bilang? Kita sudah jauh-jauh ke sini.

Se Young: Aku harus buat reservasi di klub golf besok subuh.

Ha Ni mengecek ponselnya "Ibuku bawa sundae dan menyuruhku pulang."

Gal Hee: Kalian pengkhianat. Pergi sana! Pergi!

Myung Jung: Kamu juga pergilah. Kamu mau apa sendirian? 



Gal Hee: Aku takkan pergi.  Tidak bisa pergi! Aku akan penuhi wasiat ibuku, apa pun itu.  Akan kubunuh si brengsek itu!

Gal Hee menyambar tulang yang dibawa Ha Ni karena tongkatnya direbut Myung Jung tadi. Gal Hee pantang mundur, ia maju tanpa menoleh kebelaknag, sementara yang lain langsung balik badan untuk pulang. 




Min Ik panik apalagi orang itu mengeluarkan pisau. 

"Pisau... Anda... akan membunuhku dengan itu?"




Pria itu menyerang. Min Ik terpojok dan saat itu ia melihat Gal Hee di bawah. Ia langsung memanggil.




Gal Hee yang mendengarnya refleks menunduk mengiyakan, tapi ia langsung mengutuk dirnya sendiri. 

"Wow, aku tak percaya. Aku tak percaya bisa mendengar hal-hal sekarang. Ya, ayo bunuh dia. Aku harus bunuh dia agar aku tak dengar suaranya di kepalaku."

Min Ik memanggil lagi, reaksi Gal Hee tetap sama, kayaknya ia melakukannya tanpa sadar. 

Min Ik minta tolong. Gal Hee baru sadar kalau itu suara beneran. Ia melihat sekeliling dan menemukan sosok Min Ik di atas.






Pria tadi berhasil menguasai Min Ik, tinggal seinci pisaunya menusuk wajah Min Ik.



Beruntung Gal Hee sampai tepat watktu, ia memukul pria itu dengan tulang yang dibawanya. 

Pukulannya tepat sasaran sampai membuat pria itu pingsan seketika.



Min Ik langsung berdiri. Sadar apa yang dilakukannya, Gal Hee membuang tulangnya. Min Ik juga kaget melihat Gal Hee.



Min Ik menendang pisau tadi menjauh, ia membuka masker pria itu dan merasa familiar dengan wajahnya. 

Min Ik: Dia... Dia tampak familiar. 

Gal Hee: Apa?

Min Ik: Maksudku...









Pria itu sadar, ia langsung menyambar pisau. Min Ik mendekat dan ia tersayat pisaunya. Min Ik melangkah mundur tanpa sadar sampai ia terjungkal dan jatuh ke air.

Gal Hee cuma mematung. Pria itu menyaksikan saat Min Ik jatuh.



Min Ik terbaring di RS.

Suara anak laki-laki kecil: Ibu marah. 

Suara wanita: Kamu mau hadiah ulang tahun apa?

Suara anak laki-laki kecil: Perahu.

Percakapan dokter dan perawat. Perawat khawatir, Dokter mengatakan kalau Min Ik harus sadar dulu baru bisa memastikan. 



Min Ik akhirnya membuka mata.  

Dokter: Min Ik Gun, apa yang kamu rasakan?

Min Ik: Anda siapa?


Dokter: Siapa lagi? Ini aku, Dr. Gu.

Min Ik: Anda salah orang. 




Lalu Min Ik bangun dengan merasakan sakit di kepalanya, "RS Sangmo? Ada Dr. Gu Seok Chan, kan? Tolong panggil dia."

Dokter Gu heran dong karena ia berdiri di depan Min Ik tapi Min Ik mencarinya. 

Min Ik membaca label nama Dokter Gu, anehnya wajah Dokter Gi berubah lagi di penglihatan Min Ik. 

Min Ik: Tunggu. Ke mana yang lainnya... dan kenapa anda memakai jas Dr. Gu?

Dokter Gu: Kau tidak kenal aku?

Min Ik: Hey! Orang menyebutku pembaca pikiran karena aku bisa baca mereka hanya dari wajah. Kenapa aku tidak tahu Dr. Gu yang sudah kukenal selama 20 tahun?

Dokter Gu: 9 kali 9. 

Min Ik refleks menjawab, "81."

"4 kali 7."

"28."





Ia terkejut karena memang begitu cara DOkter Gu mengetesnya.

Dokter Gu: Min Ik Gun, seperti apa... aku di matamu?

Min Ik menatap Dokter Gu lekat-lekat.



Gal Hee dituduh Deteltif sebagai pembunuh Min Ik. 

"Kalian anggap saya apa? Benar-benar. Saya yang menyelamatkan dia. Bukan pembunuh, tapi penyelamat!"

"Kami sudah ada pernyataan saksi. Anda menyebutkan wasiat ibu anda dan mengancam membunuhnya."

"Apa? Woah... hahahaha. Aisss!!!"


Min Ik: Aku lihat orang lah! Kau pikir aku buta atau apa?



Min Ik mengucek matanya, lalu memandang Dokter Gu lagi dan wajah Dokter Gu kembali berubah. Min Ik terkejut bukan main.



Ia memandang Perawat dan wajahnya berubah-ubah juga.

Min Ik: Ah.. Ini pasti mimpi. Ya, tentu. Kalau begitu, aku akan tidur lagi. Tidur akan memperbaiki segalanya.








Baru menyentuh bantal, kepala Min Ik sudah sakiiit banget. Min Ik pun bangun lagi, ia menampar pipinya dan rasanya sakit, "Apa? Sakit. Jadi, ini nyata?"

Min Ik memutuskan pergi, ia bahkan mencopot infusnya.

"Aku harus pergi. Aku ada urusan. Semua wajah ini membuatku..."

Dokter Gu melaragnya tapi Min Ik melawan. Dokter Gu berlari mengejarnya.




Min Ik melihat TV, wajah penyiarnya juga berubah-ubah. Wajah semua orang yang dilihatnya juga berubah-ubah. 

Dokter Gu: Fusiform gyrus. Pasti ada masalah dengan pengenalan wajahnya.






Min Ik ketakutan setengah mati. Ia bersembunyi dibawah kursi. Saat itu ia mendengar langkah sepatu Gal Hee.

"Rasanya seperti aku masih bisa mendengar suaranya jika aku tuli.. dan mengenalinya bahkan jika aku buta."



Ia pun berdiri dan memanggil Gal Hee.

Gal Hee kesal bukan main, "Anda sudah pulih sementara saya  dicurigai melakukan pembunuhan?" Gal Hee melepas kedua tasnya, "Sekarang saya tidak peduli lagi. Anda takkan selamat lagi!"




Gal Hee mendekat penuh emosi, tujuannya untuk membalas Min Ik, tapi Min Ik malah memeluknya. 

"Sekretaris Jung. Tolong... Tolong selamatkan aku." Pinta Min Ik putus asa.

"Apa?" Gal Hee terkejut.

Click to comment