Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis One Spring Night Episode 3 Part 1

Sumber: MBC




Ronde kedua di ruang karaoke. Jae In menyanyi sambil menari.

Kemudian lagu berjudul "SOMEDAY" diputar. Jung In dan Ji Ho sama-sama mau mengambil mic untuk menyanyi. Yang lain menyuruh mereka duet saja.


Tapi Ji Ho mendapat telepon, akhirnya ia menyuruh Jung In nyanyi duluan sementara ia mengangkatnya di luar.



Jung in menanyi sendirian. Tak lama kemudian Ji Ho kembali dalam keadaan panik. Ia membisiki Young Jae lalu pergi. Young Jae membisiki So Hoo.

Jung In gak bisa lanjut nanyi karena khawatir. Ia berasan hanya sedang tak ingin menyanyi saja.


Jung In tanya ke So Hoo, tadi Ji Ho kenapa? So Hoo mengatakan kalau Ji Ho harus pergi karena ada urusan.

Gi Seok: Ada kabar buruk?

Young Jae: Tak seburuk itu.



Dan karena tak ada yang nyanyi, So Hoo mengumkan kalau Young Jae pintar menyangi.

"Calon PNS kita. Dia sebenarnya mau jadi penyanyi, tetapi menyerah karena tampangnya."

Young Jae memang pandai menyanyi dan Jae In terpesona karenanya.


Ji Ho meminta supir taksi bejalan lebih cepat lagi. Ia tampak panik seali.


Sementara itu, Jung In tidak bisa menikmati suasan seperti yang lain setelah Ji Ho pergi.




Ji Ho menuju rumah sakit, Eun Woo dirawat.

Ji Ho: Apa kata dokter?

Ayah: Katanya diare. Mereka bilang, kita harus tunggu hasil uji labnya.

Ibu: Ibu tak tahu dia sakit. Ibu merasa bersalah mengomelinya enggan makan.

Ji Ho: Tak apa. Sakit itu bagian pertumbuhan, 'kan?




Saat hanya berdua, Ayah menyalahkan ibu yang harusnya tak menghubungi Ji Ho. 

"Aku harus tahu. Ini soal anakku. Jangan menyalahkan Ibu."

"Kau sudah makan malam?"

"Sudah. Pulanglah. Aku bisa menginap."

"Jangan khawatir."

"Bagaimana kalau kalian sampai sakit juga? Pulang saja."

"Kau harus kerja besok."

"Aku sanggup. Pulanglah."

Ayah pun berdiri dan Ji Ho mengangtarnya keluar.



Eun Woo akhirnya membuka mata. Ia bertanya, apa sudah dua malam? Karena ia melihat ayahnya.

"Belum. Ayah datang karena merindukanmu. Masih sakit?"

Eun Woo menggeleng.

"Saat merasa sakit, jangan ditahan. Bilanglah jika merasa sakit."

"Aku sudah tak apa-apa karena Ayah di sini."

"Ayah akan selalu di sisimu mulai sekarang. Ayah akan di sampingmu agar kau tak sakit lagi. Ayah janji."


Mereka melakukan janji jari kelingking.



Jung In menyuruh Jae In cepat mandi tapi Jae In mendiamkannya. Jung In mengancam, mau ia antarkan ke rumah ibu? Jae In pun mengiyakan.

Jung In juga menyuruh Jae In membereskan meja makan. Jae In gak mengerti, kenapa Jung In marah?

"Apa maksudmu?" Balas Jung In. 

"Kau tiba-tiba terdiam di karaoke dan kini kau kesal."

"Aku tak kesal."

Tapi Jae In yakin kalau Jung In memang sedang kesal, lalu ia ke kamar mandi.



Jung In melihat ponselnya tapi gak ada yang bisa ia lakukan, ia pun meletakkanya kembali sambil menghela nafas, tapi kemudian mengambilnya lagi untuk menelepon seseorang.

Jung In menghubungi Gi Seok.

"Tak ada apa-apa. Aku baru mandi dan menghubungimu. Kau pasti lelah."

Dan Jung In berjalan ke kamarnya.


DI kantor, Seo In sisapa oleh seniornya. Si Senior mengatakan kalau suami Seo Jin ada di salah satu studio, ia mengajak Seo In kesana untuk memberi sang suami semangat. 

"Tidak, tak perlu." Tolak Seo In.

"Beri dia dukungan moral. Beritanya nanti, 'kan?"



Akhirnya Seo In menurut. Di depan orang-orang Shi Hoon mengaku kalau ia jarang perhatian belakang ini makanya Seo In agak kesal dengannya.



"Sudah kuduga. Aku penasaran kenapa dia bersungut. Bersikap baiklah. Kau akan menyesal jika mencampakkan istri sepertinya." Kata Senior.

"Aku bisa apa agar jadi suami yang lebih baik? Aku akan menebusnya."

Shi Hoon memijit bahu Seo In, "Itu saja cukup?" 

Itu memancing tawa dari Senior PD itu. 


Saat Seo In keluar, Shi Woo mengikutinya. Shi Woo memanggil Seo In "Woi", ia berkata ada yang mau ia bicarakan, ia menyuruh Seo In menunggu di rumah. Seo In hanya menatapnya.

"Apa? Mau bertemu di tempat lain? Mungkin lebih baik. Di mana?"

Seo In gak menjawabnya, malah pergi.



Saat Seo In keluar, Shi Woo mengikutinya. Shi Woo memanggil Seo In "Woi", ia berkata ada yang mau ia bicarakan, ia menyuruh Seo In menunggu di rumah. Seo In hanya menatapnya.

"Apa? Mau bertemu di tempat lain? Mungkin lebih baik. Di mana?"

Seo In gak menjawabnya, malah pergi.

Lalu datanglah Ha Rin membawakan beberapa berkas lagi. Young Joo memprotesnya karena mereka saja belum selesai memeriksa semua poster.

"Masih ada banyak." Kata Ha Rin.

Young Joo hanya bisa menghela nafas.




Jung In: Jangan meriset sembarangan begini, dan kita kumpulkan ide konsep lagi. Ini acara ulasan buku tetap, walau tak menarik bagi kita.

Ha Rin: Haruskah kita fokus di tren terkini?

Young Joo: Astaga, aku buta soal tren terkini. Aku harus lihat-lihat lagi di internet.



Jung In berpikir, lalu menyebutkan sebuah tema, "Kalau musim?"

Ha Rin, "Aku suka itu."

Jung In: Aku tahu musim dingin berakhir, tapi "salju" tema yang bagus.

Young Joo: Seperti salju pertama?

Jung In: Salju terakhir.

Ha Rin: Astaga, itu ide baru. "Salju terakhir". Belum pernah ada.

Jung In: Ya.

Young Joo: Jung In, akhir-akhir ini aku melihat sisi baru dirimu. Kau sadar? Kau sempat terdengar seperti orang romantis dan hari ini kau sentimenal.

Jung In: Memang itu sifatku. Puas?

Young Joo: Benar juga. Otakku tak berfungsi karena aku belum makan. Mari makan.

Semuanya setuju.


1 komentar:

avatar

blog Diana Recap
belum di alihkan teh..

Click to comment