Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis Kill It Episode 2 Part 4

Sumber: OCN
Saat pulang, Hyun Jin mampir ke Klinik Soo Hyun. Di sana ia menyapa kucingnya.

"Hai, Bom. Itu namamu. Kuberi nama itu karena kita bertemu di musim semi. Bom, apa kabarmu hari ini? Kamu sehat? Bertahanlah sedikit lagi."
Soo Hyun keluar dan menjawab Hyun Jin, "Dia sudah sehat."

"Aku tahu. Semuanya berkat kamu. Kamu tidak menutup klinik?"

"Akan kututup."
Setelah mengembalikan Bom ke kandangnya, Hyun Jin ingat perkataan Soo Hyun semalam.

Hyun Jin: Baguslah. Ayo bertanding denganku. Saling serang dengan kata-kata pedas bukanlah gayaku.
Hyun Jin membawa Soo Hyun ke lokasi tembakan. Soo Hyun heran, aoa itu perlu? 

"Ya. Aku merasa terhina. Inilah kegiatanku agar terhibur dan memuaskan rasa penasaran. Ambil senjatamu. Aku sudah mengambil senjataku. Bagaimana jika yang kalah menuruti yang menang?"

Soo Hyun segera mengambil senjatanya agar mereka bisa segera mulai.
Hyun Jin berkonsentrasi saat menembak.

Soo Hyun juga, tapi ia malah sengaja mengarahkan tembakannya ke kaleng sampai kalengnya terpotong.
Jadinya sekor Soo Hyun (54) dobawah Hyun Jin (98).
Hyun Jin menerima hadiahnya, sebuah gantngan kunci.

Hyun Jin:  Kamu ingat taruhan kita?

Soo Hyun: Aku tidak pernah sepakat. Ayo pulang.

Soo Hyun jalan duluan. Hyun Jin malah semakin ingin menjahili Soo Hyun, ia tetap meminta Soo Hyun menuruti kemauannya. 
Dalam perjalanan pulang Hyun Ji memuji Soo Hyun, "Tembakanmu lumayan jitu. Posturmu juga bagus. Kamu pasti sering memainkannya."

Dan Hyun Jin tiba-tiba berhenti, "Terima kasih telah menemaniku hari ini. Hari ini menyedihkan bagiku. Seperti hari-hari lainnya, aku tidak merasa memiliki tempat."
Hyun Jin menanyakan kabar Seul Gi. Soo Hyun menjawab dia baik dan jangan...

Hyun Jin menyela, "Jangan memikirkannya? Baiklah. Terima kasih sudah membereskan dus-dus di depan rumahku."

"Bukan aku."

Hyun Jin kaget mendengarnya. 
Sebelum masuk Hyun Jin berkata, "Kamu lumayan menarik. Pokoknya, terima kasih telah menemaniku."

Hyun Jin menunjukkan hadiah yang tadi, gantungan kunci bentuk pesawat. Tapi Hyun Jin bilang SOo Hyun pasti tidak membutuhkannya, jadi ia yang akan menyimpan hadiahnya. 

"Aku masuk dahulu." Tutup Hyun Jin. 

"Ya."
Besoknya tiba-tiba Philip nge-chatt, "Musim semi di Korea itu hangat".

Soo Hyun memotretnya lalu mengirimkannya pada Philip.
Philip sedang ada di ranjang saat Soo Hyun menghubungi.

"Apa ini?" Tanya Soo Hyun. 

"Aku baik-baik saja. Syukurlah aku punya teman yang ramah."

"Aku tidak sedang bercanda. Seseorang mengirimiku pesan dengan akunmu. Cek kotak pesanmu."
Philip membuka pesannya. Setelah kalimat pertama adalah, "Kamu tidak ingin tahu siapa yang mau membunuhmu 19 tahun lalu?"
"Tidak ada yang tahu kita..." Kata Soo Hyun kemudian yang dipotong Philip.

"Kecuali aku, aku paham. Itu Karimov. Kamu tahu mafia selalu mendendam sampai terbalaskan. Kurasa dia berusaha menyelidikimu. Mereka pernah menyerang komputerku. Begitulah mereka meretas percakapan dan akun kita."

"Kamu bisa menemukannya?"

"Kenapa?"

"Kurasa dia di Korea. Kamu tahu lokasinya, bukan?"

"Tentu, tempat persembunyiannya pun aku tahu."

"Kirimkan alamatnya."

"Tunggu 10..."

Tapi Soo Hyun segera menutup teleponnya.
Yoon Seung menyamar, ia memarkir motor pesan antar di depan gedung masrkas geng Tunnel. Di keranjang motor itu sudah dipasangi kamera.
Lalu Yoon Seong ke mobil operasi.

Katua Tim: Kerja bagus. Bagaimana?

Yoon Seung: Ini akan sulit. Mereka sangat berhati-hati. Tiada yang boleh masuk dan mereka mengambil makanan dari luar.

Ketua Tim: Ini memusingkan. Mustahil kita mengintip aktivitas di dalam.

AI Park: Kita tidak berdaya karena mereka tahu wajah kita. Bagaimana? Haruskah kita meminta bantuan Tim Dua?

Hyun Jin: Mereka belum tahu wajahku.
Yoon Seong memotong kabel instalasi listrk gedung itu.

Di dalam, bos geng mengeluhkan tidak ada sinyal dan menyuruh anak buahnya untuk memeriksa keluar.
Hyun Jin keluar dari mobil dengan pakaian penyamaran. Ia menggunakan kacamata yang bisa merekam. 

Yoon Seung: Kamu mendengarku?

Hyun Jin: Suaramu jelas. Aku akan mematikan mikrofonku hingga dibutuhkan.

Yoon Seung: Ya. Hati-hati. Kamu tahu mereka tidak ragu membunuh polisi, bukan?
Hyun Jin mengetok pintu gedung, "Aku ingin memeriksa jaringan komunikasinya. Aku..."

Ada yang membukakakan pintu. Hyun Jin menjelaskan kalau ia mendengar ada gangguan komunikasi. 

"Perbaiki di luar saja."

"Maaf, tapi aku harus memeriksa sistem dalam ruangan dahulu."

"Astaga. Bergegaslah."

Akhirnya Hyun Jin bisa masuk. 
Hyun Jin mengedarkan pandangannya saat di dalam sehingga tim bisa mematau. 
Hyun Jin mendengar suara gedoran pintu saat sednag pura-pura membetulkan. 

"Berapa usiamu?" Tanya si bos. 

Hyun Jin hanya tersenyum, lalu menatap ke arah pintu yang digedor tadi.
ternyata di dalam ada Karimov dan anak-anak wanita yang disiksa. Karimov akan menyuntikkan sesuatu pada salah satu anak, tapi anak itu kabur sampai bisa mendobrak pintu.
Hyun Jin melihatnya. Anak itu berkata lirih minta diselamatkan. 

Karimov keluar Tim mengenalinya.
AI Park: Yang tanpa janggut. Itu mafia Rusia, bukan?

Yoon Seung: Benar. Dia masuk dengan visa turis. Untuk apa lagi dia berada di gereja yang roboh?
Hyun Jin bersikap sebiasa mungkin, "Tampaknya dia agak mabuk. Bagaimana cara naik ke atap gedung?"

Si Bos menyuruh Hyun jin pergi. Anak itu kembali minta tolong. 

Hyun Jin mencari-cari jalan ke atap. SI Bos mulai curiga, "Perempuan itu meminta pertolonganmu. Kamu tidak dengar?"
Soo Hyun menyusup di gedung itu melalui kamar Jakov yang sedang ngorok. 

Melalui walkie talkie ada yang manggil Jakov. Soo Hyun menoleh, untungnya Jakov masih tidur.

Tapi setelah Soo Hyun memandang ke depan, Jakov bangun dan bersiap dengan pistolnya. 
Jakov menodong Soo Hyun dari belakang, tapi Soo Hyun lebih gesit darinya. Jakov berhasil dilumpuhkan.
Si bos mengulangi, "Kamu tidak mendengarnya? Dia meminta pertolonganmu."

"Aku mendengarnya. Tapi aku juga tidak berdaya."
Hyun Jin ketahuan. Tim panik, apa Hyun Jin membawa pistol? Ternyata tidak. Yoon Seong memanggil bantuan.
Bos meremukkan kacamata Hyun Jin, lalu memanggil semua anak buahnya. 

"Sisakan tempat di mobil. Ada satu wanita lagi. Ayo selesaikan ini sebelum polisi tiba, paham?"
Seseorang akan menyuntikkan sesuatu pada Hyun Jin, Hyun Jin berusaha keras menahannya. Ganjarannya, ia di pukul. Hyun Jin balas dendam, ia menyuntikkan suntikan itu ke si bos.

Si bos kejang-kejang. 
Hyun Jin terpojok, untungnya datang Soo Hyun membantu mengalihkan perhatian mereka.
Soo Hyun memancing mereka ke suatu ruangan, lalu menghajar mereka semua. Di luar suara sirine polisi meraung-raung. 
Satu polisi masuk, seseorang menangkapnya dan menusuknya beberapa kali. 
Ada satu mafia yang melawan Hyun Jin dan membuat Hyun Jin kuwalahan. Untungnya Yoon Seung datang tepat waktu. 

"Bereskan tempat ini." Kata Hyun Jin yang kemudian naik ke atap.
Yoon Seung menemukan ruangan para wanita dan anak perempuan disekap. Ia memanggil para medis.
Karimov sampai di atap, ia menyiapkan pistolnya. Hyun Jin menodongnya dan bicara bahasa Rusia, "Jangan bergerak."

Karimov balik badan.

Hyun Jin: Aku tahu kamu menyembunyikan pistol di belakangmu. Lempar kemari dan angkat tanganmu.
Bukannya melempar, Karimov malah menembak Hyun Jin, untung saja Soo Hyun datang tept waktu untuk menyelamatkannya.  

Tidak ada waktu untuk saling pandang. Soo Hyun balik menambak Karimov, mengenai tangannya yang memegang pistol, pistolnya pun jatuh. 

Hyun Jin hanya bisa melihat bagian samping wajah Soo Hyun.

Click to comment