Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis A Teen Season 2 Episode 2



Kim Ha mengaku pada Do Ha kalau ia menangis kemarin. Do Ha nanya, kenapa menangis? Kim Ha berkaca-kaca.


Buletin SMA:
[Kim Hana di kelas 3, jangan merugikan orang lain. Jangan ganggu orang lain, sialan]



Episode 2
Satu-satunya


Di kelas, Kim Ha meminta PR teman-temannya. Temannya ada yang nanya, apa Kim Ha membaca buletin sekolah? Kim Ha mengiyakan.

"Aku ingin dicintai oleh semua orang."




Lalu Kim Ha meminta PR Min Ji. Min Ji memberikannya dengan senyuman.

Setelah Kim Ha menuju bangku disebelah Min Ji. Mereka bisik-bisik, berharap Min Ji lah yang menjadi ketua kelas dan membahas apa Kim Ha menangis kemarin karena matanya bengkak.

"Aku bukan bintang utama, hanyalah pemegang peran utama."




Bo Ram melihat kejadian itu.

Kim Ha menjelaskan kalau ia makan Ramyeon terlalu malam kemarin makanya wajahnya bengkak.

Bo Ram: Kenapa kau makan ramen sebelum tidur? Aku jadi ingin makan ramen saat kau bicara itu.

Kim Ha: Ayo makan sesuatu yang enak saat istirahat makan siang.

Bo Ram: Aku lapar. Aku sangat lapar. Lapar.

Kim Ha meminta PR Bo Ram tapi Bo Ram gak ngerjakan.



Kim Ha bertanya pada kasir Toserba (Kakanya Si Woo), apa Oppa itu masih menjadi administrator buletin di sekolah mereka? Oppa menggeleng, bukan dirinya, itu bukan dia.

"Maaf atas kesalahpahaman." Ucap Kim Ha.

"Tidak, jangan minta maaf padaku. Kau tidak perlu menyesal."

"Oke."

"Sebenarnya siapa yang mengunggah ini? Atau apakah perlu aku carikan orang yang mengunggah ini? Temanku sudah lama sejak terakhir kali menjadi administrator, aku tidak ingat orangnya."

"Tidak, tidak apa-apa. Akan lebih baik jika aku tidak tahu siapa yang melakukannya."


"Ha Na, karena aku pernah menjadi administrator, tentu aku kenal orangnya. Anak-anak yang mengunggah seperti ini hanya ingin dikenal di sekolah saja. Kau tahu, kan?"

"Kau tidak harus mengatakannya. Kurasa mereka punya banyak waktu di rumah untuk mengunggah hal-hal seperti ini. Kau bahkan sibuk pergi ke tempat kursus dan belajar dengan giat."

"Aku tidak mengikuti kursus apapun. Aku sibuk karena terpilih menjadi ketua kelas."

"Ketua kelas? Luar biasa! Kau hebat!"

"Terima kasih."



 "Kau benar-benar luar biasa. Kau seorang siswa terbaik, pintar, sopan, dan cantik. Sekarang kau punya wewenang. Bagaimana bisa aku tidak menyukaimu?"

Kim Ha terkejut dengan pengakuan mendadak itu. Oppa juga dan ia menyuruh Kim Ha tidak menjawab sekarang jika belum siap. Kim Ha lalu pamit.

"Baiklah. Jika kau punya pertanyaan, datang ke sini kapan saja. Aku akan menyukaimu. Bukan, maksudnya aku akan menjawabnya."

"Baik, aku harus pergi. Selamat tinggal."




Saat keluar dari Toko, Kim Ha kembali membaca komentar di buletin sekolah.

Song Ju Seong: Bukankah mereka masih dekat satu sama lain? Kurasa teman-teman Kim Ha Na juga malu berteman dengan orang tidak normal seperti dia.

Lee Yun Jae: Aku dengar dia tidak berpura-pura jadi korban. Katanya Do Ha Na mengikutinya.

Son Young Seok: Siapa mereka? Kenapa sering sekali posting seperti itu. Aku benci melihatnya.

Park Hye Ji: Sungguh menakjubkan jika mereka mempertahankan persahabatan.




Kim Ha pulang dan teryata Bo Ram dan Do Ha sudah ada di sana.

Do Ha: Kenapa kau susah sekali ditelepon?

Kim Ha: Apa? Kapan kalian datang?

Bo Ram: Kita? Baru saja. Kemarin malam kau makan ramen sendiri, kan? Aku akan menikmati makan malam hari ini.


Do Ha memberikan piyama untuk Kim Ha.

Kim Ha: Apa ini?

Bo Ram: Kita akan melakukan pesta piyama.

Mereka menyuruh Kim Ha cepat memakai piyamanya.






Selanjutnya, mereka makan bareng dan berpesta.


Terakhir mereka menonton film yang sedih. Ketiganya menangis.



Sebelum tidur, mereka berbincang dulu.

Bo Ram: Jika aku banyak makan sebelum tidur pasti wajahku akan membesar.

Do Ha: Benar, seperti Kim Ha pagi ini. Matanya besar seperti ini.



Kim Ha: Sebenarnya, Aku tidak makan ramen kemarin malam. Kemarin aku menangis.

Do Ha: Kenapa kau menangis?


Kim Ha mulai berkaca-kaca, "Karena aku sedih." Akhirnya ia menangis juga. "Kau dikecam karena aku."




Bo Ram: Kim Ha, tunggu. Aku sangat kesal. Aku akan mengalahkan mereka. Aku akan akan mengalahkan mereka. Bawa orang-orang yang mengejekmu aku akan menang dari mereka. - Oh, Tuhan.

Kim Ha dan Do Ha jelas ketawa.

Bo Ram: Kenapa kau tertawa? Hei. Mereka sangat kurus. Mereka tumbang dengan satu pukulan.

Do Ha: Itu bukan yang ingin dikatakan Kim Ha.

Bo Ram: Jangan khawatir. Aku adalah petarung. Berhenti menangis. Berhenti. Aku hebat.



Kim Ha: Berhenti menenangkanku. Itu membuatku ingin menangis lagi.

Bo Ram: Apa yang harus aku lakukan? Kau menangis. setidaknya aku membuat lelucon. Jangan menangis. Hey... Jika kau terus seperti itu, aku mau menangis.

Bo ram ikutan nangis juga akhirnya. Do Ha memeluk keduanya.





Kim Ha: Aku merasa lega setelah aku mengatakan semuanya.

Do Ha: Sekarang kau sudah selesai menangis?

Kim Ha: Ya.

Do Ha: Jangan merasa sulit dengan hal-hal seperti ini. Jika itu bukan kau, jangan pedulikan itu. Jika itu bukan kita, jangan pedulikan itu.

Kim Ha: Ya.



Bo Ram ngorok, lucu. Maka Kim Ha dan Do Ha ketawa.






Kim Ha masuk dan anak-anak mulai bisik-bisik. Lalu seorang teman mendekati Kim Ha, bertanya mengenai soal yang gak bisa ia pecahkan. Kim Ha mencoba mencari solusinya.

"Tapi Ha Na... Apa kau sedang sakit? Matamu sangat bengkak."

Teman-teman ketawa mendengarnya, satu dari mereka menyahut, pasti Kim Ha makan Ramyeon lagi semalam.

"Kemarin aku..." Kim Ha mau menjelaskan tapi kepotong oleh masuknya Bo Ram dan Do Ha.



Bo Ram: Ya, Tuhan. Menginjak kotoran.

Do Ha: Apa kau sudah membersihkannya?

Bo Ram: Tentu saja!



Mereka mendekati Kim Ha dan Bo Ram mengejek mata Kim Ha yang bengkak. Do Ha mengingatkan kalau mata Bo Ram juga sama bengkaknya dengan mata Ha Na.

"Apa yang terjadi pada kalian kemarin?" Tanya salah satu teman.

Kim Ha: Kami menonton "Coco" di rumahku.

Bo Ram: Kim Ha Na menangis sampai matanya keluar. Sangat lucu.

Do Ha: Kau juga sama

Bo Ram: Aku tidak menangis. Ada yang masuk ke dalam mataku.


"Aku mungkin tidak dicintai oleh semua orang. Di masa depan, atau selamanya. Tapi, aku menjadi satu-satunya. Ada teman-teman yang menyukaiku. Aku punya orang yang sayang padaku."

Bo Ram mengajak makan es krim. Kim Ha mengangkat tangan. Do Ha berkaya akan makan yang lain, lalu ketiganya pergi.


Mereka harus mengantri. Do Ha bertanya dimana yang lain?

Bo Ram: Cha Ki Hyun akan datan terakhir agar bisa makan lebih banyak.

Kim Ha: Kalau begitu, Min juga akan datang.



Tiba-tiba ada siswi yang memotong antrian.

Bo Ram: Hei, kau baru saja memotong antrean. Hei. Kau!

Siswi: Aku?

Bo Ram: Ya, kamu. Kenapa kau memotong antrean?

Siswi: Guru memintaku cepat makan dan kembali.

Do Ha: Apa yang dia bilang?

Kim Ha: Itu tidak berarti kau bisa memotong antrean. Apa kau mau ke belakang untuk mengantre?

Siswi: Oke.



Siswi itu mengenali Kim Ha saat akan mundur kebelakang, "Unnie, Apakah kau Kim Joyeon?"

"Huh?" Kim Ha bingung dan anak-anak yang lain menatap mereka.

E P I L O G




Saat sedang belajar di kelas, Do Ha gak konsentrasi, lalu ia membuka ponselnya.

Do Ha menghapus agenda di kalendernya, hari saat Si Woo libur



Saat Kim Ha ditanya teman-teman mengenai buletin sekolah. Bo Ram mengirim pesan untuk Do Ha, mereka merencanakan pesta piyama untuk menghibur Kim Ha.

Click to comment