Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis A Teen Season 2 Episode 1
Ha Min bertanya pada Kim Ha, "Kapan kamu akan memberitahuku orang yang kamu sukai?"

"Aku tidak bisa memberitahumu sekarang karena sudah tidak ada."

[Buletin SMA Seoyeon]
Aku mendapat kelas yang tidak asik,
aku akan datang untuk bermain denganmu!


[Episode 1 - Sembilan belas]



Bo Ram memanggil Ha Na dengan keras, jadi Baik Kim Ha Na maupun Do Ha Na menoleh bersamaan.



Selanjutnya, Bo Ram menggandeng keduanya, "Kim Ha! Do Ha! Itu artinya aku memanggil kalian berdua."

Kim Ha: Kenapa kamu datang lebih awal hari ini?

Bo Ram: Ini hari pertama di kelas 12. Kalau aku tidak datang lebih awal hari ini, aku bukan murid kelas 12.

Kim Ha dan Do Ha: Oh~

Bo Ram:  Kita masuk ke kelas yang berbeda. Aku tidak terbiasa. Sedih.

Do Ha: Aku kan di kelas sampingmu.

Bo Ram: Do Ha! Sering-sering datang ke kelasku saat jam istirahat.

Mereka memaksa Do Ha berjanji.



Ki Hyun sebangku dengan Bo Ram. Ki Hyun gak terbiasa dengan suasana kelas sekarang ini, ia bertanya-tanya, apa kelas mereka hanya untuk murid pintar?

"Mana mungkin. Kan ada kamu dan aku." Jawab Bo Ram.

"Tapi, kenapa suasananya begini?"


Bo Ram baru sadar kalau semuanya sedang belajar kecuali mereka berdua.



Pak Wali Kelas datang, pertama memastikan tidak ada yang terambat hari ini, semua mengiyakan. Kemudian Pak Wali Kelas memberi nasehat, "Kalian sekarang sudah kelas 12. Jangan terlambat. Dalam sekejap, kalian harus menghadapi Ujian Nasional. Maksudku, kalian harus fokus."

"Ya." Jawab semuanya kompak.

Pak Wali Kelas membagikan kertas, "Di sini kalian tulis kampus dan jurusan impian kalian. Nanti, guru BP akan memberi konsultasi pada kalian. Bagikan ke belakang."


Kim Ha menerima kertasnya dan ia mulai menulis, ia menulis Universitas Seoyeon.

"19. Umur di mana aku harus menghadapi ujian terbesar dalam hidupku."


Sementara Bo Ram menyilang kolom Universitas dan Jurusannya.



Ki Hyun menyembunyikan miliknya, jangan sampai Bo Ram melihatnya dan ia menulis "penyanyi" di kolom impian, tapi mencoretnya.



Lalu Ki Hyun melihat milik Bo Ram. Bo Ram menulis "Pemain game profesional" dalam kolom impiannya. Ki Hyun hanya geleng-geleng kepala.


Kim Ha bingung mau menulis apa lagi.

"Dan usia dimana aku harus membuat pilihan terbaik."



Bo Ram mendekati Kim Ha, bertanya apa yang Kim Ha tulis. Kim Ha menjawab belum, tapi Bo Ram bisa membaca Universitas Seoyeon.

Kim Ha: Aku tidak tahu harus menulis jurusan apa.

Ki Hyun: Tapi, kamu kan bisa masuk ke jurusan yang kamu inginkan. Aku iri.



Pak Wali KelasKalau sudah selesai, dikumpulkan sebelum pulang. Kalian tahu besok kita akan pilih ketua kelas, kan? 

Semua: Ya.

Kim Ha mengangkat tangannya, "Maaf...pak! Bolehkah saya mengumpulkannya besok?"

Kita tidak mendengar apa jawaban Pak Wali Kelas.



Sementara itu, Do Ha melakukan konsultasi sambil membawa kertasnya.

Guru BK: Kalau kamu mau mencoba ujian lagi, sepertinya tidak buruk untuk menargetkan perguruan tinggi di Seoul.

Do Ha: Ujian ulang?

Guru BK: Bukannya kesempatanmu masuk perguruan tinggi tidak jelas? Kamu juga tahu itu, kan? Makanya kamu konsultasi di sini. Bukan berarti aku menyuruhmu begitu, tapi kalau mau masuk perguruan tinggi di Seoul, cara itu bisa dicoba. Kalau situasinya seperti itu. Persiapkan lagi selama setahun dan kamu bisa masuk kampus yang kamu inginkan. Tidakkah itu lebih baik?

Do Ha: Aku ingin coba mendaftar melalui jalur keterampilan di Universitas Seoyeon.

Guru BK: Ya, persiapkanlah dengan baik. Kamu pasti sibuk karena sekarang kelas 12. Tapi, karena kamu memulainya lebih lambat dari yang lain, kamu harus belajar lebih keras.

DO Ha: Baik.



Saat keluar, Do Ha melihat ada Si Woo di depan pintu. 

"Kamu menungguku?" Tanya Do Ha.

"Ya, konsultasinya sudah selesai?"

"Ya, begitulah. Kalau besok kamu masuk pelatihan, kapan keluarnya? Maksudku bukan yang hari Jumat."

"Liburannya?"

"Ya."

"Tunggu, aku cek dulu."




Si Woo melihat ponselnya, Do Ha juga dan itu membuat DO Ha tersenyum karena Si WOo masih menggunakan gambarnya sebagai wallpaper beranda. 

"Kapan kamu akan mengganti ini?" Tanya Do Ha. 

"Aku tidak akan menggantinya. Ayo kita lihat pameran kalau aku dapat libur!"

"Oke, tapi itu kapan?"

Si Woo melihat agendanya, tanggal 16 Maret. Do Ha mnegerti. 


Do Ha: Oya, kamu bilang kamu makannya terpisah, ya?

Si Woo: Ya, aku makan dengan tim atlet.




Ki Hyun dan Bo Ram ribut sendiri di kelas, semuanya terganggu, tapi hanya satu anak yang berani bereaksi. Bo Ram dan Ki Hyun langsung sadar dan meminta maaf.

Bo Ram dan Ki Hyun bicara sambil berbisik.

Bo Ram: Kalau begini, bisa-bisa bibir kita dijahit dengan jaring laba-laba.

Ki Hyun menunjuk anak yang duduk di depan, "Itu dia. Dia ketua kelas kelas 1 tahun lalu. Katanya dia baik. Tapi, waktu ujian dia jadi menyeramkan."

"Kalau begitu, aku hanya perlu dekat dengannya di hari biasa, bukan hari ujian."

"Tidak mungkin. Untuk murid kelas, 12 ujian itu kan setiap hari sepanjang tahun."

"Apa dia akan calonkan diri jadi ketua kelas lagi?"

"Mungkin. Tapi, suasana kelas bisa berubah tergantung ketua kelasnya. Itu kenyataannya."



Bo Ram punya ide, ia membisiki Ki Hyun. Ki Hyun kelihatannya setuju dengan ide Bo Ram itu. 



Saat makan siang, Ki Hyun dan Bo Ram meminta Kim Ha mencalonkan menjadi ketua kelas.

Kim Ha: Mana mungkin aku jadi ketua kelas. Aku tidak bisa.

Bo Ram: Kenapa tidak? Jadilah ketua kelas kita..

Kim Ha: Kenapa? Kenapa aku harus jadi ketua kelas?



Bo Ram: Akan lebih baik kalau kamu jadi ketua kelas. Kamu bisa tulis itu di resume sebagai pengalamanmu. Dan itu juga bagus untuk masuk universitas.

Ha Min: Kalau begitu, jangan suruh dia. Kamu saja yang jadi ketua kelas.

Ki Hyun: Oh... 

Bo Ram: Ey~ kalau kami yang jadi ketua kelas hanya akan merepotkan. Nilai kami sudah terlanjur sulit untuk digunakan masuk perguruan tinggi. Lebih baik untuk dia gunakan.

Kim Ha: Tapi, aku belum pernah jadi ketua kelas sebelumnya.



Do Ha: Kalau begitu, sebenarnya kamu mau?

Kim Ha tidak mengiyakan atau menyanggahnya.

Ha Min: Bukannya kamu menolaknya karena tidak mau?

Kim Ha: Bukan karena tidak ingin. Tapi, karena tidak yakin aku bisa melakukannya dengan baik.

Do Ha: Walau begitu, bukankah kamu tetap bisa?

Kim Ha hanya tersenyum dan tampak berpikir. 




Saat sedang mencari jurusan di Universitas, Ha Min menghampirinya. Pada Ha Min, ia berkata kalau ia sednag istirahat. Ha Min memberinya minuman.

"Aku pergi ke kelasmu. Tapi, kamu tidak di sana." Kata Ha Min. 

"Kamu melakukannya lagi."

"Melakukan apa lagi?"

"Kamu tidak punya teman di kelasmu, ya?"

"Kamu takut aku tidak punya teman di jurusan IPA?"

"Bisa saja begitu. Kenapa kamu berbicara begitu menjengkelkan?"

"Jangan khawatir. Aku hanya begitu padamu."

"Wah, banyak sekali hal seperti itu yang kamu lakukan padaku. Kenapa kamu terus begitu padaku?"



Tiba-tiba Ha Min bertanya kapan Kim Ha akan memberitahunaya tentang siapa pria yang Kim Ha sukai. 

"Aku tidak bisa memberitahumu sekarang karena sudah tidak ada."

"Kenapa jadi tidak ada?"

"Karena kita sudah kelas 12!"

"Ini tidak masuk akal. Memangnya hati seseorang bisa diatur seenaknya?"

"Harus begitu. Lagipula Ujian Nasional hanya kurang dari satu tahun lagi."

"Kamu tidak mau mengatakannya, ya?"

"Aku tidak bisa memberitahumu Karena tidak ada lagi."

"Tadinya ada orang yang kamu sukai, tapi karena sekarang sudah tidak lagi kamu tidak bisa mengatakannya, kan?"

"Benar."

"Kalau begitu.. katakan padaku siapa yang dulu kamu suka."



Kim Ha tidak bisa menjawabnya. Beruntung ada bunyi bel masuk yang menyelamatkannya.

Kim Ha: Oh? Mari kita kembali ke kelas!



Saat belajar, Kim Ha menemukan kuisoner di buku pelajarannya, maka terpaksa ia mengisinya.

Kim Ha berhenti sebelum menulis, ia melihat sekeliling.


"Kenapa aku mengatakan tidak bisa? Aku tidak punya pilihan, makanya aku tidak bisa memilih. Itu yang ada di pikiranku." Batin Kim Ha.



Besoknya, Pak Wali Kelas menuliskan siapa saja yang mengajukan diri sebagai calon wali Kelas. 

1. Kim Min Ji.

Teman sebangku Min Ji yakin kalau Min Ji bakalan jadi ketua kelas lagi.



2. Kim Ha Na

Bo Ram dan Ki Hyun saling pandang. Lalu Bo Ram tanya ke Ha Na, beneran mengajukan diri jadi ketua kelas? Katanya tidak? 

"Hah? Oh... itu..." Kim Ha akan menjawab tapi Min Ji menyelanya, Min Ji menyuruh Ha Na memberitahu Wali Kelas jika tidak jadi mencalonkan diri."




Bo Ram mengangkat tangannya, "Pak! Kimha tidak akan menjadi ketua kelas.

Tapi Ha Na menahannya, "Aku ingin mencobanya. Aku jadi ingin mencobanya."


"Jika kamu tidak punya pilihan, buatlah pilihannya dulu. Itulah umur 19 tahun yang ingin aku nikmati."



3. Cha Ki Hyun

Kim Ha terkejut karena Ki Hyun juga mencalonkan.

"Katanya kamu tidak akan mengajukan diri." Kata Bo Ram.

"Kata kalian aku harus coba."

"Karena kamu menolak, aku sudah jadikan Cha Kihyun prospek selanjutnya."

Kim Ha hanya tersenyum. 



Ki Hyun: Aku pikir kalau aku jadi ketua kelas.. lumayan juga.

Lalu Ki Hyun mengajak Kim Ha salaman karena sekarang mereka menjadi pesaing. 

Bo Ram bingung harus memilih siapa. Ki Hyun tentu saja menyuruh Bo Ram memilihnya. 




Hasilnya:

01 = 8 Suara
02 = 19 Suara
03 = 9 Suara

Ha Min gak nyangka Ki Hyun juga mendaftar. 

Ki Hyun: Hei! Kenapa? Ada apa? Memangnya orang yang tidak belajar boleh menjadi ketua kelas?





Do Ha: Lucu sekali. Kihyun katanya wakil ketua kelas.

Bo Ram: Aku tidak bisa percaya aku mendapat pacar wakil ketua kelas.

Bo Ram memposting fotonya di story facebook. 

Ha Min: Sepertinya, kamu tidak bisa jadi ketua.

Do Ha: Itu dia.

Ki Hyun: Bisa, kok?

Do Ha baru sadar kalau Kim Ha gak ada sedari tadi.



Bo Ram membaca postingan mengjutkan. Ki Hyun dan Ha Min ikut membaca dan mereka bertiga menatap Do Ha.

"Kenapa? Ada apa? Apa?" Tanya Do Ha.

Bo Ram menunjukkan apa yang mereka baca.


Ternyata Kim Ha juga membaca postingan itu. 

[Facebook SMA Seoyeon, 8 menit yang lalu]

"Kim Ha Na dari kelas 3. Tahun lalu kamu mengikuti Do Ha Na dan berbohong. Kamu berpura-pura menjadi korban. Sekarang dia mencoba untuk mengembalikannya imejnya dengan menjadi ketua kelas. Jangan buat sulit orang lain. Hiduplah dengan tenang. Apa dia merasa dirinya seperti artis? Menyebalkan.


Komentar:

Han Su Ji: Aduh Kim Hana pura-pura jadi korban. Apa dia tidak malu?

Kang Ye Eun: @Park HaerimSudah lihat ini? Menyeramkan.

Park Hae Rim: Wah! Kim Ha Ha sudah gila?

Park Min Woo: Mereka sekelas dengan kita.

Bae Sung Hoon: @Park Hae Rim] Tapi, apa orang sepertinya pantas jadi ketua kelas? Sekelas pun aku tidak mau. Bukannya cukup kalau mereka cantik?




Do Ha, Bo Ram, Ha Min, dan Ki Hyun berlarian mencari Kim Ha. Mereka menunjukkan wajah khawatir saat melihat Kim Ha.

Tapi Kim Ha menunjukkan kebahagiaannya bahwa ia terpilih menjadi ketua kelas.

"Melewati umur ke-18 yang dipenuhi dengan hal-hal biasa. Kami sudah berumur 19 tahun." Batin Kim Ha.

Click to comment