Type something and hit enter

On
advertise here
Sinopsis Kill It Episode 2 Part 1

Sumber: OCN
Soo Hyun mengoperasi kucingnya Hyun Jin. Saat keadaan kritis, Seul Gi menelfon, Soo Hyun jelas mengabaikannya.

Hyun Jin membantu melakukan CPR.
Seul Gi kesal menunggu Soo Hyun yang gak dateng-dateng.
Akhirnya jantung kucingnya berdetak lagi, Hyun Jin sangat berterimakasih, tapi kucingnya masih harus menginap di sana.
Hyun Jin melihat scarfnya dan karena itu miliknya, ia akan mengambilnya. Soo Hyun menunjukkan masih ada darahnya, Hyun Jin bilang gak apa-apa. Sebagai gantinya, Soo Hyun menggratiskan biaya perawatan kucing itu. Hyun Jin setuju. 

Hyun Jin membahas anjing-anjing yang ada disana, apa semuanya terlantar? Soo Hyun mengatakan ada yang memiliki pemilik, ada yang tidak.

"Kira-kira apa mereka ingat sudah dibuang?" Tanya Hyun Jin.

"Anjing punya memori asosiatif. Mereka mempelajari peristiwa. Setelah mempelajari sesuatu, mereka tidak akan lupa. Manusia bisa lupa, tapi anjing tidak bisa melupakan manusia yang membuang mereka."
"Sepertinya tidak adil, mereka ingat telah dibuang. Omong-omong, cadocolin itu obat apa?"

Soo Hyun sontak melihat kotak obatnya, "Itu digunakan untuk eutanasia."

"Apakah menyakitkan?"

"Jika diberikan berlebihan seperti anestesi, yang disuntik akan sadar, tapi semua otot mereka lumpuh dan mereka sesak napas. Mereka akan mati sengsara."
Tiba-tiba Seul Gi datang, "Maaf menyelang percakapan kalian. Tapi sulitkah memikirkan gadis muda yang kehilangan kakeknya, Dokter Kim?"

Seul Gi melihat Hyun Jin membawa scraf itu. Ia langsung ingat saat Soo Hyun bilang scraf itu milik seorang wanita.
Hyun Jin mencari petunjuk pembunuhan ddi tebing, bahkan ia rela turun sendiri dari sana. Yoon Seung setia menemaninya.

"Kenapa kita harus bersusah payah begini?" Protes Yoon Seung.

"Ini demi mendapatkan jawaban. Dengan begini, kita akan tahu isi pikiran pembunuh Yoo Dae Heon."

"Sudah tahu isi pikirannya?"

"Dia nekat dan berniat membunuh Yoo Dae Heon."
"Misalnya arena berburu Yoo Dae Heon adalah jurang ini. Pembunuhnya pasti menunggu di bawah jurang, bukan di atas. Bagaimana dia tahu Yoo Dae Heon akan menuju tepi jurang"

"Tebingnya tidak terlihat jika kita tepat di bawahnya, bukan? Bagaimana jika pelaku memulai dari sana? Dari situ, Yoo Dae Heon bisa terlihat dan pelaku bisa melompat. Dia bisa menangkapnya sekaligus dan menjatuhkannya ke jurang."

"Dasar gila. Dia bertaruh nyawa untuk membunuh."

"Ayo kita cari pendaki gunung ahli atau atlet yang ada di pangkalan data kriminal terkait narkoba. Lalu, periksa silang ikatan mereka dengan Yoo Dae Heon."

Yoon Seung mengatakan kalau Kim Jong Sik adalah atlet saat kuliah, dia dari jurusan judo.

"Dia berhenti berjudo setelah lulus akibat kecelakaan. Lalu dia mulai mengonsumsi narkoba." Lanjut Hyun Jin. 

"Aku diajak ke kedai Masakan Ibu untuk diuji, ya? Kamu pindah kemari karena pembunuh ini, bukan? Kamu sungguh percaya buku itu memprediksi pembunuhan berantai ini?"

"Menurutmu?"

"Entahlah. Bagaimana bisa Reporter Min Hyuk tahu soal kasus 9 tahun mendatang?"

"Dia juga tidak menyangka pembunuhan berantai ini akan terjadi."

Hyun Jin menghela nafas.
Soo Hyun masuk ke ruang rahasianya yang ia samarkan menjadi kandang anjing. Disana ia menghancurkan foto-foto yang ia dapat, termasuk ftonya Hyun Jin.
Soo Hyun menempel foto yang dikirim klien saat ia menyelesaikan misi, foto yang berhubungan dengan masa lalunya.

Suara Philip: Foto lain akan diberikan setiap kamu melenyapkan target. Kata klien, itu bisa membantu menguak masa lalumu.
Seul Gi mengirim pesan untuk Soo Hyun, "Dokter Kim, ini darurat. Segera datang ke Kamar 401."
Ternyata ada Hyun Jin yang sedang melihat kamar itu. Seul Gi menjelaskan dengan kesal bahkan sengaja menciprat air pada Hyun Jin. Lalu Seul Gi keluar dan meminta Hyun Jin ke lantai satu.

Hyun Jin: Dia sombong, tidak sopan, dan manis. Tapi kesabaranku ada batasnya.
Mereka diskusi di kliniknya Soo Hyun. Hyun Jin tanya, kertas dindingnya akan diganti kan? 

"Aku tidak tahu seleramu. Itu tugas penyewa."

"Kulihat catnya mengelupas dan lapuk karena air. Itu karena kebocoran air, bukan?"

"Tidak."

"Jika selembap itu saat cuaca kering, pasti ada yang bocor."

"Kubilang tidak. Kenapa kamu terus membantah? Aku tidak paham."
Soo Hyun kitan bicara, "Jika kondisinya tidak nyaman, tidak perlu pindah kemari."

"Aku sudah menstempel kontrak. Uang jaminan juga sudah kutransfer. Jika pemilik gedung sewenang-wenang dan membatalkan kontrak, uang jaminanku harus dikembalikan dua kali lipat. Aku akan menuntut ganti rugi karena waktu dan mentalku terganggu. Jika itu maumu, kita bisa bawa ke meja hijau. Aku agak sibuk."

Hyun Jin lalu pergi. 
Seul Gi marah-marah, "Dia sungguh kurang ajar! Dokter Kim, ini juga melibatkanmu. Bisa bantu aku?"

"Dia akan menjadi tetanggamu. Berkompromilah."

"Kamu lupa bagaimana hubunganku dengan para tetanggaku? Aku kesal."

"Aku akan membuka klinik. Naiklah."
Hyun Jin sudah membawa barang-barangnya ke Rumah itu dan hal yang pertama ia lakukan adalah menyeduh kopi.
Selanjutnya ia melihat kembali ringkasan kasus yang belum bisa dipecahkannya. 

Lee Sang Pil, 50-an, Kepala Damkar. Kim Jong Gu, 40-an, bos geng. Meninggal 1 Januari 2018, berkelahi dengan geng rival. Woo Dae Hyun, 50-an, CEO. Pak A dan Ketua Geng berkelahi...

Ketua Geng tewas akibat luka pada perutnya...

Kepala Damkar Lee Sang Pil Tewas Dalam Ledakan Mobil...

Tanggal 21, Lee Sang Pil berkendara di kota satelit...

Asap keluar dari mesin mobilnya

Yoo Dae Heon dari Myeongsung Global Logistics Tewas

Yoo Dae Heon jatuh ke jurang Gunung Bukin

Lee Sang Pil, Kim Jong Koo, Yoo Dae Heon..."

Hyun Jin melulis, "Tersangka Kim Jong Sik" tapi kemudian menghapusnya.

Ibunya menelfon, tapi Hyun Jin mengabaikannya. 
Soo Hyun main-main dengan kucingnya Hyun Jin.

Tiba-tiba ada anak kecil masuk dengan panik, "Dokter! Peliharaanku melahirkan. Sepertinya dia sekarat."
Keluar dari rumahnya, Seul Gi memotret sepatunya.

Lalu ia masuk lift.

Hyun Jin juga akan naik lift, tapi liftnya gak berhenti di lantai 4 padahal ia sudah menekan tombol dan ia baru sadar kalau tombolnya gak berfungsi. Akhirnya ia turun jalan kaki.
Seul Gi memamerkan sepatu edisi terbatasnya pada Soo Hyeon, tapi Soo Hyun nya gak ada di klinik. 

"Apa? Lagi-lagi dia pergi sepagi ini? Kenapa dia selalu bepergian?"
Keluar dari klinik, Seul Gi dan Hyun Jin berpapasan. Hyun Jin tanya, kenapa liftnya tidak bisa ke lantai empat?

"Liftnya khusus pemilik gedung."

"Mau kuantar ke sekolah?"

"Tidak. Kenapa bicaramu santai denganku?"

"Anggap ini peringatan untuk gadis yang tidak sopan. Yakin tidak naik?"

"Aku tidak mau bersama orang asing."

"Terserah kamu saja."

Dan Hyun Jin pun langsung pergi. Seul Gi kesal, jika orang Korea harusnya menawarkan tiga kali!
Seul Gi menghubungi Soo Hyun tapi gak ada jawaban. Ia tambah kesal. Tanpa Seul Gi sadari, ada dua mafia yang mengikutinya.
Keluar dari kedai "Masakan Ibu" Hyun Jin melihat mobil kedai menghadap ke pintu masuk kedai. Ia mendekat dan melihat ada kameranya itu mobil.
Hyun Jin menghubungi Yoon Seung, "Periksakan nomor pelat mobil. 40R 6532."

"Mobil apa itu?"

"Mobil pengantar pesanan milik Masakan Ibu. Apa aku bisa dapat surat penyitaan rekaman di kotak hitamnya?"

"Jelas tidak. Kasusnya ditutup. Mereka tidak akan senang."
Hyun Jin menatap ke dalam kedai dan melihat pemiliknya mengawasi.

Hyun Jin: Sepertinya harus kuurus langsung. Ada hasil yang sesuai di basis data?

Yoon Seung: Tidak. Tidak ada yang persis sesuai profil, tapi ada satu yang mendekati.

Hyun Jin: Siapa?

Yoon Seung: Aku menelusuri dengan kata kunci "atlet" dan "narkoba". Hasil yang keluar adalah Kim Jong Sik.

Hyun Jin: Baiklah.
Hyun Jin masuk ke mobilnya dan ia melihat Seul Gi lagi jalan sambil melihat sepatu. 
Anak yang tadi kucingnya ditolong Soo Hyun memberikan makanan favoritnya, katanya hanya Soo Hyun yang boleh memakannya. Soo Hyun menerimanya, lalu anak itu pergi.

Click to comment