Type something and hit enter

On
advertise here

Hae Young tertidur di pangkuan Do Kyung saat mereka kembali ke Seol. Do Kyung menggunakan tangannya untuk melindungi wajah Hae Young dari cahaya matahari.

"Mari lakukan. Kita jalani saja sampai akhir.” Batin Do Kyung.



-= Episode 11: Dalam Kesakitan, dalam kesakitan... =-


Tae Jin menunggu di depan rumah hae Young dan terus menelfon Hae Young namun tidak ada jawaban. Kemudian ayah dan ibu pulang dari mengambil air. Tae Jin membungkuk 90 derajat pada mereka. Ibu sengaja tidak menyapa dan akan langsung masuk saja.

"Hae Young tidak mengangkat teleponnya." Ucap Tae Jin.
"Kenapa dia harus mengangkat teleponmu?" Ibu balik bertanya.

Tae Jin berlutut di depan Ibu dan ayah. Dia minta maaf karena telah melakukan kesalahan. Ibu manjawab kalau Tae Jin tidak perlu malakukan itu, pergi saja, dia tidak bisa menerima Tae Jin.


Ayah membantu Tae Jin berdiri setelah Ibu masuk ke dalam rumah. Ayah iba pada tae Jin, dia sudah mendengar masalah Tae Jin, dia bertanya kenapa semua itu bisa terjadi pada Tae Jin. Tae Jin tidak menjawabnya, kemudian ayah memastikan kalau ibu tidak mebintip.

"Hae Young mungkin tidur di kosannya di Pyngchang-dong. Dia tinggal di sana sendirian selama ini." kata Ayah.

lalu ibu teriak dari dalam menyuruh ayah untuk segera masuk.


Hae Young dan Do Kyung sudah sampai di rumah. Hae mengeluh kalau seluruh tubuhnya sakit, rasanya seperti pulang dari bepergian keluar negeri. Doo Kyung menyarankan agar Hae Young ambil cuti saja. Hae Young tidak mau karena isadora pasti akan membunuhnya dan karena waktu sudah mepet, dia pun segera naik ke rumahnya. Sampai di tengah tangga dia kembali lagi dan meloncat ke pelukan Do Kyung.

"Sampai jumpa nanti." Ucap Hae Young penuh senyum dan dibalas penuh senyum juga oleh Do Kyung. Kemudian Hae Young berlari masuk ke dalam rumahnya.


Jin Sang keluar rumah sambil menggerutu kesal, dia mencari-cari mobilnya yang tak tahu telah ia parkir dimana. Dia bertanya juga pada Doo Kyung, barangkali melihat mobilnya.

"Kau mau kerja atau pulang kerja?" tanya Jin Sang karena melihat Doo Kyung memakai kemeja. Tapi dia tidak menunggu jawaban Doo Kyung melainkan langsung masuk kembali sambil tetap menggerutu karena masalah mobil. Doo Kyung pun ikutan masuk kedalam rumah sambil melirik ke arah rumah Hae Young.


Park Hoon bicara detelfon, dia ingin mengeluarkan emosiku pada Park Do Kyung dan meninggalkan rumah ini hari ini, Tapi Anna telah membuatnya terlihat konyol seperti ini. Sekarang dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Jin Sang tiba-tiba masuk untuk bertanya jam berapa dirinya pulang semalam. Hoon tidak tahu karena dirinya sendiri pun tidak tahu semalam pulang jam berapa. Lalu Jin Sang meminjam paksa ponsel Hoon dan membawanya keluar. Hoon kembali terbaring, dia memandangi kukunya dengan kesal lalu mengenggam tangan kanannya erat-erat.

Jin Sang masuk kamarnya, dia menelfon seseorang untuk menanyakan sesuatu...

"Hei. Ada Jaksa Kim disana? Ijinkan aku bicara dengannya. Hei. Aku minum dengan siapa kemarin? Ponselku dan mobilku tidak ada. Aku tidak punya apa-apa. Apa yang terjadi?"


3 bersaudara duduk bersama untuk sarapan. Hoon akan mengambil selai untuk roti nya namun malah mengenai muka Do Kyung. Hoon mengambilkan tisu sambil minta maaf. Do Kyung berteriak, apa Hoon tidak bisa mengambilnya dengan benar dengan menggunakan kedua tangan.

Lalu Hoon menyodorkan roti ke Soo Kyung meminta agar dioleskan selai. Soo Kyung ogah, memangnya Hoon tidak punya tangan.


"Aku sementara ini pura-pura tidak punya tangan." Lalu Hoon menunjukkan kukunya yang berwarna-warni... "Aku sadar dan tahu inilah yang telah dia lakukan padaku. Dia bilang dia akan membunuhku jika aku menghapusnya."

Hoon bahkan sudah berencana untuk mengeluarkan semua emosinya pada Do Kyung tapi sangat memalukan melakukannya dengan tangannya itu dan pastinya akan sangat lucu jika melakukannya dengan satu tangan saja karena itulah dia tidak akan meninggalkan rumah hari ini.

"Silahkan saja marah padaku. Baru pergi dari rumah ini." Ijin DO Kyung.

"Aku tidak bisa marah padamu begitu saja. Tidak keren nanti. Aku akan melakukannya dengan semestinya. Aku sudah merencanakan semua gerakanku. Aku juga sudah cermat bagaimana ekspresi wajahku nanti. Kau tunggu saja. Setelah kukuku ini dihapus... Aku akan mengeluarkan emosiku padamu. Dengan semestinya." Jawab Hoon.

Soo Kyung menyarankan agar mereka bertanrung dengan sarung tangan saja, bahkan dia bersedia memberikan sarung tangan kulit. Hoon tetap tidak mau bertengkar sekarang.


Jin Sang ikut gabung dengan mereka dengan wajah lesu, Ternyata mobilnya diparkir di depan Penjara Yanyang. Hoon bertanya, kenapa Jin Sang bisa pergi sejauh itu.

"Menurut saksi... Si mata duitan yang dipenjara..."

Soo Kyung menanti lanjutan kalimat Jin Sang. Ternyata semalam Jin sang masuk dan berada satu mobil dengan wanita cantik.

"Rupanya aku berusaha membebaskannya dari penjara. Memohon dan menangis... Itulah yang kulakukan sebelum membiarkan dia pergi." Lanjut Jin Sang.

Soo Kyung langsung naik darah, dia menyebut Jin sang 'sampah' lalu mengusir Jin Sang. Jin Sang tidak mau dikatai kotor, menurutnya itu sudah berlebihan.

"Memangnya kau sebersih apa? Kau punya hubungan dengan pria yang sudah menikah!" Lanjut Jin sang dengan bahasa prancis.

"Aku setidaknya pernah jatuh cinta!"

"Akulah orang yang sedang jatuh cinta!"

"Aku jatuh cinta pada saat itu!"

"Benarkah? Karena akulah yang sedang jatuh cinta!"

"Kau dengar aku!"

"Kau tidak pernah jatuh cinta!"

"Tidak, tidak, tidak.

"Kau selalu saja menyalak! Selalu!"


Do Kyung meninggalkan meja makan dan Hoon menggunakan tangan kanannya untuk mengambil selai, dia tidak peduli lagi. Sementara dua orang tadi masih adu mulut dengan bahasa perancis.


Tae Jin ke akntor hae Young untuk menemui Hae Young tapi sayangnya hae Young belum datang. Tae Jin pun kembali dengan lesu. Salah seorang pegawai mengenali Tae Jin dia pun menyapa Tae Jin. Tae Jin membalas sapaannya lalu pergi.

Oh Hae Young cantik bertanya, siapa Tae jin itu. pegawai menjelaskan kalau tae Jin adalah mantan tunangan Hae Young.

Tae Jin masuk mobil, hae Young melihatnya tapi dia malah bersembunyi.


Hae Young saat ini sudah sampai di mejanya. Pesan masuk dari Tae Jin dan Hae Young langsung membacanya saat itu juga.

"Kau masih marah padaku? Kupikir kau telah memaafkanku. Apa aku harus memohon permintaan
maaf darimu? Aku akan memohon. Sampai kemarahanmu mereda. Kumohon maafkan aku."

Hae Young membalas : "Ayo kita bertemu malam ini. Ada yang harus kuberitahukan padamu."


Do Kyung sedang di studio, kemudian dia menelfon Hae Young untuk mengajaknya jalan-jalan setelah bekerja. Hae Young mengatakan kalau dia mungkin agak terlambat karena mau menemui mantan tunangannya dulu sebentar, Bukan karena mereka balikan lagi, tapi mereka cuma ingin saling bertemu. Jadi ia rasa ia harus bertemu dengannya dan mengakhiri semuanya.

"Temui aku sebelum kau bertemu dengannya." Pinta Doo Kyung.

"Mengakhiri semuanya dengan dia lebih penting."

"Aku yang harus kauutamakan. Temui aku dahulu."

"Kami tidak akan lama kok. Cuma sebentar."

"Temui aku dulu. Ada yang ingin kukatakan padamu."

"Kenapa tiba-tiba begini?"

"Temui aku dulu. Nanti aku  mampir di kantormu."

"Kau merencanakan sesuatu malam ini? Apa aku harus berdandan biar cantik? Aku berkata ini sekarang. Jangan bawa bunga dan berlutut seperti itulah. Itu sangat memalukan... Dan jangan merencanakan sesuatu dengan pegawai di restoran juga. Jangan aneh-aneh di depan banyak orang. Aku hanya tidak bisa mengerti kenapa para wanita suka hal begituan."

"Jangan berlebihan. Temui aku saja dulu."

Hae Young mengerti.


Do Kyung berjalan menuju kantor Hae young. Dia membatin bahwa dia tidak akan membuat Hae Young menjauhinya dari rasa bersalah. Dia hanya ingin mencintai Hae Young.

"Apa pun yang kukatakan tolong jangan tinggalkan aku. Kumohon peganglah aku erat-erat."


Hae Young menghubungi Tae Jin untuk membatalkan janjian mereka dan mengubah pertemuan mereka besok saja. Tae Jin pun tidak bisa apa-apa. Saat ini dia sudah berada di toko bunga dan bunga yang dibelinya selesai setelah ia menutup telfon. Lalu dia mengirim pesan untuk Hae Young.

"Aku cuma ingin memberikan sesuatu padamu sebelum aku pergi. Aku akan menunggumu di depan kantormu."


Hae Young memperbaiki riasannya sebelum pulang. lemudian dia melangkah dari kantornya dengan senyum lebar.


Hae Young telfonan dengan Doo Kyung. Dia tersenyum melihat Do Kyung diseberang. tae Jin juga ada di seberang dan ia melambai pada Hae Young tapi lambaian balasan hae Young bukan untuknya. kemudian dia melihat Do Kyung.


Tae Jin pun langsung meninju Do Kyung sampai membuatnya tersungkur karena mengingat semua yang sudah Do Kyung lakukan padanya. Setelah lampu menyala hijau. Hae Young segera menyeberang dan memisahkan keduanya. Hae Young berdiri disamping Do Kyung. Tae Jin membentak Hae Young untuk menjauhi Do Kyung.

"Kau pikir kau siapa? Meninju orang ini! Kau masih mengira aku ini tunanganmu?" Hae Young balik membentak.

Tae Jin menunjuk keduanya dia heran, sejak kapan keduanya jadi sedekat itu. Hae Young kembali membentak, kenapa dia harus memberitahu tae Jin.

"Dialah b***** yang menghancurkan bisnisku. Dialah orang yang menghancurkan bisnisku dan membuatku masuk penjara!"

Hae Young langsung berbalik menatap Do Kyung. Tae jin beralih ke Do Kyung, bertanya apa alasan Do Kyung menghancurkan bisnisnya karena menyukai Hae Young, Untuk mencegah mereka menikah?


Hae Young tetap menatap Do Kyung tapi Do Kyung tidak berani menatap langsung ke mata Hae Young. Dan Do Kyung juga tidak mengatakan apa-apa. Tae Jin kesal lalu mengambil rangkaian bunga yang ia jatuhkan tadi untuk menghancurkannya guna meluapkan kekesalannya.


Selanjutnya Tae Jin menjelaskan ke Hae Young bahwa dia sudah menemui CEO Jang, yang menghancurkan bisnisnya. Dia menanyakan kenapa CEO Jang menarik investasinya tanpa alasan yang jelas.

"Maka beginilah yang dikatakan oleh CEO Jang. Dia bilang bahwa bajingan Park Do Kyung yang memintanya untuk melakukannya. Aku berpikir panjang soal hal itu, tapi dia dan aku tak pernah saling kenal. Ada satu hal yang dikatakan oleh pengacara padaku waktu aku di penjara. Katanya Park Do Kyung berbuat begitu karena dia mengira aku akan menikah dengan Oh Hae Young."

Hae Young langsung teringat dengan Hae Young cantik. Tae Jin bertanya lagi, bagaimana Hae Young bisa kenal Do Kyung dan berapa lama mereka saling kenal? Lalu, apa hae Young juga tahu kalau Do Kyung menyukainya?

"Bukan aku ternyata." Gumam Hae Young. Tae Jin tidak mengerti tapi, Hae Young kembali mengulang kata-katanya,,"Bukan aku ternyata."


Kemudian Do Kyung mendekat dan mengambil tangan Hae Young lalu mengajaknya pergi, dia berjanji akan menjelaskan semuanya. Tapi Hae Young melepaskan tangan Do Kyung dan memilih untuk pergi ke arah berlawanan.


Setelah Hae Young pergi, Tae Jin kembali menghajar Do Kyung.

"Kau itu laki-laki! Bisa-bisanya kau menusuk lelaki lain mencuri kekasihnya? Apa kau itu manusia? Hah?"


Hae Young ada di stasiun subway, tapi dia tak kunjung naik kereta. Hae Young cuma bengong disana. Dia teringat dengan penderitaan yang selam ini dilaluinya karena pernikahannya batal.

"Jadi semua yang telah kulalui semuanya karena Oh Hae Young? Karena Park Do Kyung dulunya mencintai Oh Hae Young?" Batin Hae Young yang sudah ada di dalam kereta.

ponsel Hae Young terus berbunyi dari Do Kyung, sudah 15 kali tapi Hae Young tetap belum mau menjawabnya. Hae Young teringat saat Do Kyung menemaninya naik subway, saat itu dia bertanya, Do Kyung habis berkelahi dengan siapa?

Sekarang, dalam bayangannya. Do Kyung tepat berdiri di hadapannya. Hae Young kembali membatin meminta Do Kyung untuk mengatakannya sekarang  juga

"Aku tidak akan begitu kaget kalau kau ceritakan sekarang. Sebelum aku jatuh cinta padamu lebih dalam lagi, ceritakan sekarang."


Dia teringat dengan kelakuan manis Do Kyung padanya kemarin. Lalu dia memukulkan tasnya ke arah bayangan Do Kyung dengan frustasi. Hae Young menangis pilu di dalam kereta.

Setelahnya, Hae Young berjalan sendirian, dia belum bisa menghentikan tangisnya. Kemudian ia teringat pertanyaan Hae Young cantik, kenapa dulu dirinya membatalkan perniakahan sehari sebelum pernikahan.


Hae Young mendatngi tempat kumpul-kumpul Hae Young cantik dan yang lainnya. Tanpa berkata apa-apa dia langsung menyerang Hae Young cantik dan yang lain bahu membahu untuk menghentikannya.

"Kau... Kau! Kau! Kau! Kau!" Ucap Hae Young penuh emosi.


Jin Sang menemani Do Kyung yang bersedih, dia juga mengikuti Do Kyung. Park Hoon yang melihatnya juga ikut berjalan di belakang mereka. Bahkan tiga staf Do Kyung yang lain juga ikut berjalan di belakang mereka tanpa tahu apa masalahnya.


Selanjutnya mereka menggunakan mobil untuk mengikuti Do Kyung. Di dalam mobil Jin sang menjelaskan kejadian yang terjadi tapi mereka susah sekali mengerti. Mereka tidak juga paham kalau ada dua Oh Hae Young.

"Biar kuperjelas. Dia menghancurkan pernikahan orang yang tak dikenal! Oh Hae Young!" Jelas Jin sang untuk yang terakhir.

"Lalu apa masalahnya? Dia bukanlah wanita yang dicintainya dan Hyung tak mengenalnya."

"Tapi masalahnya sekarang Do Kyung sudah jatuh cinta padanya. Dia menyukainya sekarang. Oke?"

Tapi mereka masih juga bingung. Si supir satu-satinya yang mengatakan kalau dia mengerti. Dia mengatakan kalau dia hanya harus menculik orang yang ingin Do Kyung temui. Jin Sang berbinar, Oh Hae Young yang mana yang ingin diculiknya.

"Tentu saja yang cantik itu."

Jin Sang naik darah dan menjewer si supir sambil mengatakan kalau itu malah akan mempersulit semuanya. Saat itulah mereka baru sadar kalau Do Kyung menyukai Oh Hae Young yang satunya.


Hae Young menemui Hee Ran. Hee Ran menyalahkan dirinya sendiri sebagai satu-satunya yang memulai kekacauan ini. Karena dia bilang ke Do Kyung kalau Hae Young akan menikah, Saat itu Do Kyung bertanya, Hae Young lulusan SMA mana dan Hee Ran mengatakan semuanya, Do Kyung pasti mengira kalau Hae Young adalah Hae Young cantik. Hee Ran menangis sambil memeluk Hae Young.


Hoon menelfon Jin Sang yang ada di mobil bersama yang lain. Hoo dengan PD-nya mengatakan kalau dia sudah menemukan Oh Hae Young. Jin Sang melihat kalau itu adalah Oh Hae Young cantik lalu membentak Hoon kalau bukan Hae young yang itu yang dimaksudnya. Akhirnya mereka memajukan mobil untuk menjemput Hoon dan sesegera mungkin melarikan diri dari Hae Young.

Jin Sang memarahi mereka yang keterlaluan bodohnya dan melarang mereka untuk melakukan apapun mulai saat ini.

"Jadi kita cuma kejar Do Kyung semalaman saja? Kita perlu melakukan sesuatu! Hyungnim bukannya kau pengacara?" Protes salah satu dari mereka.


Ternyata ada satu orang yang tetap mengikuti Do Kyung. Dan setelah mobil datang, mereka memasukkan paksa Do Kyung kedalam mobil lalu pergi bersama.


Click to comment