Type something and hit enter

On
advertise here

Anna dan Park Hoon pergi ke laut pantai barat lagi. Padahal Do Kyung sudah ngamuk-ngamuk saat Park Hoon merekam suara yang harusnya suara laut timur dengan laut barat. Park Hoon protes pada Anna.

"Bagaimana mau ke pantai timur kalau kita tidak punya uang! Semakin dia menyiksamu, kau harus lebih lihai. Jangan menyerah! Tetap kuat! Dengan begitu, orang lain akan lelah dan berhenti mengganggumu!"


Anna langsung berlari ke arah laut. Dia gembira sekali, dia mengatakan kalau dia akan bersenang-senang, mumpung kata orang-orang hari ini lautnya sedang berombak besar. Dia juga menyuruh Park Hoon untuk bergabung dengannya.


"Baiklah. Mati saja. Mati..." Gumam Park Hoon, lalu dia menyusul Anna.

Park Hoon berteriak : Park Do Kyung, disini laut timur!

Anna menambahi : Park Do Kyung, disini Hawai!

Park Hoon : Ini Guam!

Selanjutnya mereka main-main air. Setelah cape, Park Hoon memasang alat perekam lalu minum-minum dan makan dengan Anna.


Anna mengatakan kalau dulu dia sering kesana. Park Hoon bertanya, dengan siapa. Anna tidak ingat semua lelaki yang pergi dengannya. Park Hoon langsung bad mood, dia memastikan sekali lagi, apa Anna beneran datang kesana dengan lelaki yang berbeda-beda.

"Tentu! Harus berbeda. Buat apa ketempat sama dengan lelaki yang sama?" Jawab Anna.

Park Hoon makin bad mood, dia bertanya lagi, sudah pacaran dengan berapa lelaki Anna ini. Anna mulai menghitung, is juga tidak yakin, mungkin 15. Park Hoon tidak menyangka, Usia 21 tahun sudah pacaran dengan 15 lelaki artinya Anna sudah pacaran tiap tahun sejak lahir.

"Karena tidak ada yang bertahan lama." Jawab Anna.

Park Hoon meninggikan suaranya, kenapa sebentar sekali, apa Anna diputuskan, atau Anna yang memutuskan. Anna menjawab dua-duanya, Semua lelaki, tidak ingin melakukan yang ingin dilakukannya di perayaan hari jadi ke 100. Hoon menanyakan, memangnya apa yang Anna inginkan.

"Selalu berbeda. Sekali waktu, aku ajak keliling dunia dengan jalan kaki. Diwaktu lainnya, aku ajak ke kuil Baekdam untuk bersujud 3000x. Yang lainnya lagi, aku ajak buat tato sama-sama. Katanya sakit. Jadi tidak ada yang mau. Jadi kami putus."

"Lagipula kenapa kau meminta semua itu?" Tanya Park Hoon panik.

"Aku ingin memastikan motto hidup mereka sesuai dengan motto hidupku atau tidak. Motto hidupku .Mencoba Segalanya! Apa saja' ".

Park Hoon khawatir, Anna akan minta aneh-aneh di hari jadi mereka. Hidup bersama, jawab Anaa dan kalau Park Hoon tidak mau akan ia putuskan. Park Hoon langsung memuncratkan minumannya, Apa itu masuk akal?!

"Kenapa tidak?! Aku sudah 21 tahun. Lalu di dalam hidupmu, aku yang paling muda, paling seksi, dan paling lembut. Ini usia primaku! Jangan pikirkan omongan orang. Aku ingin hidup dengan penuh gairah dan saling berdampingan!" Jelas Anna.

Park Hoon mengajaknya menikah saja tapi Anna tidak mau, toh masih banyak waktu sebelum perayaan 100 hari mereka. Jadi Hoon harus memikirkannya baik-baik. Hoon merasa itu mustahil, tidak mungkin. Anna kembali mengancam, dia akan memutuskan Hoon sekarang, setelah itu Anna menyuapi Hoon dan tetap menyuruhnya untuk memikirkan baik-baik.


Hoon mengambil banyak foto Anna. Anna masih penasaran, apa Hoon akan mengabulkan permintaanya atau memilih untuk putus dengannya.


Ibu mendapat telfon dari seseorang. Ibu langsung bergegas menemui orang tersebut bahkan sampai minta tolong ayah untuk menjemur pakaian.


Ibu sudah dihadapan orang yang menelfonnya tadi. Orang itu ternyata adalah ibunya Tae Jin. Ibu Tae Jon mengatakan kalau dia cukup lama tidak bisa menghubungi Tae Jin. Katanya Tae Jin berkelana ke India dan Nepal. Sepertinya Tae Jin punya banyak pikiran.

"Aku juga berpikir, kenapa mendadak pergi seperti ini. Kenapa pernikahannya bisa dibatalkan sehari sebelum hari H? Tae Jin, memohon padaku agar Ia bisa pergi tanpa ditanyai macam-macam olehku. Dia juga memintaku pergi ke keluarga kami di Amerika." Lanjut Ibu Tae Jin.

Ibu hanya bisa minta maaf, dia tidak bisa berkata-kata. Bagi Ibu Tae Jin, Hae Young bukan orang yang buruk. Ibu pasti juga juga tahu, kalau mereka bisa menilai orang disaat mereka semakin tua, Hae Young, adalah gadis baik.

"Terima kasih." Balas Ibu.

"Dia takut karena dia masih muda. Kita juga begitu. Kita cemas apakah tak apa mengijinkan mereka menikah.  Kita merasa khawatir. Apakah, ada kemungkinan Hae Young mengubah pikirannya? Apa Hae Young menyesali perbuatannya?"


Setelah pulang ke rumah, Ibu mendiskusikan hal ini dengan ayah. Ibu merasa kalau Hae Young tidak perlu menikahi Tae Jin karena akan disalahkan semumur hidup. Ayah lebih bijak, dia menyarankan agar mereka bertanya dulu saja pada Hae Young.

"Sebaiknya tidak." Jawab ibu. Ayah menghembuskan nafas berat.


Kemudian ibu menelfon Hae Young agar datang kerumah sebentar. Ibu tidak mengatakan alasannya saat Hae Young bertanya, hanya menyuruhnya datang saja. Hae Young terus bertanya karena dia masih mengantuk dan matanya masih terpejam, dia menyueuh ibunya untuk mengatakan saja di telfon.

"Pokoknya datang!"

"Aku sedang lelah." Ucap Hae Young dengan membuka matanya.


Ibu menyuruh Hae Young untuk menemui saja keluarga Tae Jin, kalau Hae Young menemuinya mungkin akan berbeda. Pihak mereka sudah berinisiatif, mana bisa menolaknya.  Kalau menurut ibu, ini... adalah kemungkinan. Hae Young memanggil ibunya sekali lalu menangis, Ibu bingung dong dengan reaksi Hae Young ini.

"Sebenarnya aku... Diputuskan. Orang itu, berkata tidak ingin menikahi aku. Makanya berakhir seperti itu. Aku malu sekali. Makanya aku minta agar aku yang membatalkan pernikahan." Ungkap Hae Young susah payah.

Ayah dan ibu tersentak mendengarnya. Ayah bahkan akan menangis, tapi tetap berusaha menahannya dengan mengepalkan kedua tangannya.


Berapa saat kemudian, Ibu sudah menangis sesenggukan. Ayah juga berkaca-kaca. Ibu teringat saat Hae Young berkata kalau dia membatalkan pernikahannya pada keluarganya serta apa yang telah dilakukannya pada Hae Young tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya. Ibu guling-guling di atas selimut. Dia menyesali semua sikap kasarnya pada Hae Young waktu itu.


Ayah pun tak tahan mendengar tangisan ibu, dia juga ikutan menangis. Hae Young juga menangis tapi dia menangis sendirian didalam kamarnya.


Do Kyung berdiri di depan rumah Hae Young, lalu masuk lagi ke mobilnya. Do Kyung akan menelfon Hae Young tapi tidak kuasa. Dia melemparkan ponselnya begitu saja.


Do Kyung melihat ke depan. Ada sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah Hae Young lalu Tae Jin keluar dari dalam mobil itu, berdiri di tempatnya tadi dan menatap ke arah rumah Hae Young.  Sama seperti Do Kyung juga, Tae Jin juga tidak masuk, dia memilih untuk pergi. Do Kyung mengikutinya. musik tegang mengiringi adegan ini.

Do Kyung teringat saat Hae Young bercerita kalau dirinya dicampakkan sehari sebelum menikah dengan alasan kalau calonnya tidak tahan dengan cara makannya. Dan saat Hae Young bercerita kalau Tae Jin sekarang mengajaknya makan padahal telah memutuskannya karena tidak menyukai cara makannya.


Tae Jin berhenti, tapi Do Kyung malah menginjak pedal gasnya. Tabrakan pun tak terhindarkan. Do Kyung sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil Tae Jin yang berhenti. Setelah itu Do Kyung keluar, dia mengetuk pintu mobil Tae Jin. Tanpa logat bersalah dia minta maaf dan pura-pura kalau tadi dia mengantuk.


Tae Jin ingat muka Do Kyung sebagai orang yang telah menghancurkan bisnisnya dulu. Tae Jin pun keluar dari mobilnya, dia mengamati keadaan belakang mobilnya yang menempel dengan bagian depan mobil Do Kyung.

"Begini caramu merayakan kebebasanku dari penjara? Setidaknya beritahu aku alasan kenapa aku diperlakukan begini? Apa kesalahanku padamu? Sekeras apapun aku berpikir aku tidak tahu. Kita belum pernah saling bertemu. Kenapa kau merusak bisnisku?!" Tuntut Tae Jin.

Do Kyung menjelaskan, saat dia merusak bisnis tae Jin adalah murni kecelakaan. Tapi yang sekarang (menabrak mobil), Do Kyung sungguh-sungguh. Ia tidak peduli kalau Tae Jin mau menuntutnya.

Do Kyung melenggang pergi. Tae Jin menangkap bahunya lalu melayangkan tinjunya dan itu mengenai mata sebelah kanan Do Kyung. Tae Jin tetap menuntut Do Kyung untuk mengatakan alasan  kenapa Do Kyung menghancurkan bisnisnya.

"Terima kasih, sudah memukul lebih dulu. Kau boleh memukul 10x, tapi ijinkan aku memukulmu sekali saja. Tidak. Aku ijinkan 100 pukulan. Tapi satu saja! Kasih aku satu pukulan untukmu." Pinta Do Kyung.

Tae Jin pun mulai menghajar Do Kyung. Do Kyung masih belum puas, dia malah menyuruh Tae Jin untuk memukulnya 3x lipat lebih keras. Tae Jin tidak mau meladeni kegilaan Do Kyung ini, dia memilih untuk pergi. Do Kyung menggunakan kesempatan tersebut untuk balik memukul Tae Jin, seperti permintaannya tadi, dia hanya memukul Tae Jin sekali. Tae Jin tidak terima, dia balik memukul Do Kyung lagi.


Petugas polisi datang dan melerai mereka. Do Kyung meneriaki Tae Jin.

"Meskipun kau bangkrut bangsat! Kenapa harus berkata begitu? Kenapa berkata begitu?! Kenapa?! Kenapa berkata begitu?!"

Dan Do Kyung terus meronta minta dilepaskan dari pegangan petugas polisi.


Malam tiba. Ibu membuka pintu kamar Hae Young untuk mengajaknya keluar. Mereka pergi karaoke.

Hae Young dan ibu yang menyanyi, ayah memegang tamborin.

Setelah itu mereka berhenti, ibu minta maaf, kenapa Hae Young tidak cerita? Kenapa Hae Young menyimpannya sendirian seperti orang bodoh? Ibu menangis tersedu.


Mereka kembali bernyanyi lagi, kali ini ayah juga ikutan bernyanyi. Setelah itu Hae Young menangis kembali, Ibu memeluknya. Ayah juga ikutan menangis.


Kemudian ayah bernyanyi solo, diiringi tarian balet ala Hae Young dan ibu. Selanjutnya mereka menagis bersama, lalu kembali bernyanyi lagi, mengais lagi. bernyanyi lagi, mengais lagi, bernyanyi lagi.


Do Kyung berjalan seorang diri, ia baru saja kembali dari konsultasi dengan dokternya.

-= Kilas balik =-

Do Kyung sedang dihipnotis, mungkin?. Dia berkata "Suatu hari pasti... yang dikatakan wanita itu... akan jadi kenyataan."

Dokter bertanya apa memangnya yang dikatakan wanita itu. Do Kyung mengingat saat Hae Young menyumpahinya bahwa dia akan menangis karena Hae Young.

-= Kilas balik selesai =-


Ayah, ibu dan Hae Young berjalan hingga mereka berhenti di pinggiran sungai. Ibu bertanya pada Ayah, berapa tadi tagihan karaoke mereka. Ayah menjawab 'seven' lalu menambahi 70.000 won termasuk diskon 30.000 won.

Ibu menawari Hae Young minum, Hae Young mau. Lalu Ibu mengajak ayah untuk membeli minuman.


Sepergianya ibu dan ayah. Do Kyung menelfon Hae Young, menanyakan kenapa Hae young belum pulang kerumah. Hae Young menjawab agar Do Kyung memikirkannya.

"Aku memikirkanmu... Makanya lekas pulang." Jawab Do Kyung.

"Katakan kau rindu aku. Maka aku akan pulang."

"Pulang saja."

"Tidak mau."

Hae Young mematikan telfonnya. Hae Young berharap semua orang yang tidak cinta dia,... mati saja.


Do Kyung masih di tempat tidurnya, dia mendengar suara tabrakan mobil. Dan itu membuatnya sangat-sangat terkejut. Do Kyung terbagun, dia merasa kesakitan dan memegangi sebelah matanya.

Setelah rasa sakit itu pergi, sekilas dia melihat Hae Young. Do Kyung keluar rumah dengan masih memaki piyama dan sandal rumah. Kemudian dia masuk lagi untuk berganti baju.


Do Kyung menelfon Hae Young lagi, dia bertanya dimana Hae Young sekarang.

"Kenapa ini kedengarannya seperti kau suka padaku? Aku bermasalah, bukan begitu?" Hae Young balik bertanya.

Do Kyung berkonsentrasi untuk mendengar suara latar melalui telfon Hae Young sebelum dimatikan. Do Kyung mendengar suara kapal.


Do Kyung lalu menyetop taxi dan langsung menyuruh supir untuk menuju dermaga Sungai Han. Do Kyung terus mencoba menelfon Hae Young tapi panggilannya dialihkan, akhirnya dia mengirim pesan saja.

"Tetap disana. Aku kesana."


Hae Young dan kedua orangtuanya berjalan pulang. Hae Young teringat pesan Do Kyung yang menyuruhnya tetap disana karena Do Kyung dalam perjalanan menuju kesana. Lalu Hae Young menyuruh kedua orangtuanya untuk duluan saja karena dia mau bertemu dengan seseorang dulu.

"Pulang kerumah ya?" Perintah ibu.

"Baiklah." Jawab Hae Young.

"Harus." Tambah ayah.


Do Kyung sudah sampai, dia berlarian mencari Hae Young dan akhirnya menemukan sosok Hae Young.

Do Kyung berlari mendekat ke He Young tapi dia harus bersabar karena ada banyak pesepeda melintas di depannya. Setelah semua rombongan pesepeda melintas. Do Kyung tidak mendekati Hae Young, dia mengajak Hae Young jalan. dia dibelah kiri jalan dan Hae Young masih disebelah kanan jalan.


Saat naik kereta pun mereka tidak berdekatan tapi tetap memandang satu sama lain.

"Kau berkelahi dengan siapa? Kelihatan keren." Ujar Hae Young.

Do Kyung tidak menjawabnya. Dia malah memandang ke samping, sedangkan Hae Young sama sekali tidak mengalihkan pandangannya ke Do Kyung.


Do Kyung mengantar Hae Young ke rumah orangtua Hae Young. Hae Young mengatakan bahwa dia sudah menceritakan semua ke orangtuanya.

"Kalau aku dicampakkan sebelum menikah.  Makanya situasi dirumahku sedang tidak baik. Kalau mereka tahu aku masih menyimpan rasa padamu... Ayah dan ibuku..."


Hae Young menatap Do Kyung, dia berkata kalau dia bodoh. Saat Do Kyung bertanya dimana dirinya, dirinya berdebar. Saat Do Kyung berkata 'Ayo' dia juga berdebar.

"Tapi karena aku merasa bodoh sekali, aku tidak bisa teruskan lagi. Jadi akan aku akhiri. Tidak mau berkata sesuatu?"

"Hati-hati pada mobil." Jawab Do Kyung lalu melangkah pergi.

Hae Young tersenyum simpul dan masuk ke dalam rumah.


Do Kyung di rumahnya, dia terbagun karena lagi-lagi mendengar suara tabrakan mobil Kali ini dia merasakan sakit pada pinggang kirinya, tepatnya di tulang rusuk kiri bawah.


Hae Young makan ditemani ibunya dan ayah duduk dibelakangnya.

"Meskipun putriku tidak punya malu dan menceritakan segalanya padaku. Hatiku lebih hancur karena ada hal yang tidak bisa kau ceritakan padaku. Tapi, setidaknya sekarang aku lega. Dalam hubungan laki-laki dan perempuan kau tidak boleh jadi orang yang mudah bosan dan tidak setia. Menuruku begitulah putriku. Aku cemas karena kau tidak bisa jadi pasangan ideal bagi siapapun. Aku lega, bukan itu masalahnya. Aku marah sekali, dia begitu padamu. Tapi aku lega. Benar... Aku mengenal putriku."

Mendengar kata-kata ibunya itu. Hae Young meneteskan air mata. Hae Young meminta ibunya berheti karena dia akan ke kantor. Ayah menyuruhnya untuk kembali ke rumah mereka setelah pulang kantor. Ibu menambahi kalau ibu dan ayah akan mengambil beberapa barang Hae Young dari rumah sewa Hae Young.

"Biarkan saja disana." Jawab Hae Young.

"Kenapa? Kau... jangan-jangan masih menyimpan rasa ke tetanggamu. Kalau itu benar, maka...."

Hae Young menjawab bukan begitu, dia akan melakukannya perlahan-lahan.


Pagi-pagi Do Kyung sudah menunggu dokternya di depan klinik (RS).


Do Kyung bercerita kalau suaranya semakin jelas, dia bahkan bisa merasa sakit juga, rasanya tubuhnya hancur berkeping-keping, tapi dia tidak melihat Hae Young. 

"Selama ini, kau selalu melihat wanita itu." Tanggapan dokter.

"Kali ini bukan soal wanita itu. Tapi hanya aku."

"Belum lama, kau tabrakan dengan mobil, bukan? Apa itu kejadian yang sama?"

"Suara... tubrukannya berbeda."


Do Kyung kembali ke mobilnya setelah konsultasi. Do Kyung sudah siap membuka pintu mobil tapi butuh beberapa saat untuk meyakinkan dirinya untuk benar-benar masuk ke dalam mobil, namun pada akhirnya dia masuk juga.

Do Kyung akan menyalakan mobilnya, namun terhenti. Dia kembali melihat Hae Young.


Dalam penglihatannya, dia dan Hae Young bertengkar. Hae Young berusaha untuk memukuli Do Kyung. Do Kyung menenangkan Hae Young sampai menggendongnya segala.


Do Kyung membuka matanya, penglihatannya belum selesai, dia melihat kalau dirinya mencium Hae Young.

5 komentar

avatar

SEMANGAAAAAAT
makasih ya recap nya,,sangat membantu mengerti isi dari dramanya
apalagi kalo sub nya blm rapi
makasih ya min:)

avatar

Ommooo.....kiissseuhaeee.....wahhh d tunggu bgt episode selanjutnya.....

avatar

Gak sabaaaaaaarrrr ....gaaass pooooolllll 😊😀

avatar

trims sinopnya.. di tunggu yg selanjutnya...

avatar

trims sinopnya.. di tunggu yg selanjutnya...

Click to comment