Type something and hit enter

On
advertise here
Doo Kyung sedang bekerja, dia mendengar suara kaca pecah. Hae Young di rumahnya menangis, dia mengakui perasaannya pada Doo Kyung dan itu terekam oleh alat perekam Doo Kyung.

Hae Young cantik mengalami sesak nafas yang hebat, untung ada ahjumma yang membantunya.

Doo Kyung mencari sumber suara yang didengarnya dan ternyata itu adalah suara dari bayangan yang kemudian dilihatnya.


Hae Young cantik ada di rumah sakit. DOkter menanyainya, apa yang terjadi sebelum Hae Young cantik mengalami sesak nafas.

Hae Young cantik keluar rumah sakit, dia kembali berjalan di depan toko yang menjual mesin ketik.

-= Kilas balik =-
Doo Kyung dahulu senang menggunakan mesin ketik. Baginya suara mesin ketik itu sangat elegan, sama seperti suara Hae Young cantik.

-= Kilas balik selesai =-


Hae Young sekarang sudah sampai di rumahnya.

Narasi Hae Young: Setiap memikirkan dirinya, kepahitan dalam diriku mendadak membuncah. Kepahitan yang tidak bisa kukatakan pada siapapun. Aku ingin memberitahu dia. Kenapa aku melakukan semua ini. Tapi sepertinya dia tidak ingin mendengarnya.



-= Episode 6 : Setengah Cinta, Setengah Kasihan =-




Ibu memarahi ayah karena mendengar bahwa Hae Young kencan buta dengan pria tidak baik. Apa Hae Young sangat tua dan sudah rusak sampai dia harus kencan dengan orang seperti itu?! Mereka tidak sekarat sehingga harus menyerahkan Hae Young pada seseorang.

"Harusnya kau sobek-sobek mulut orang itu.  Tapi kau malah setuju? Dan akan menanyakannya. Begitu tanggapanmu? K*****t."

Ibu menyuruh ayah untuk bilang pada laki-laki itu agar tak usah khawatir. Hae Young tidak perlu menikah, Hae Young bisa hidup sendiri!

Ayah menyangkal ibu, Hae Young perlu menikah. Ibu bersikeras kalau hae Young tidak memerlukan itu, ayah juga tidak mau kalah. Ibu akan menangis, lalu dia bertanya kenapa memangnya.

"Aku dulu begitu. Kalau aku tidak punya dirimu dalam hidupku, aku tak punya apa-apa." Jawab Ayah.



Ibu lasngsung mencopot sarung tangannya dan pergi dari rumah dengan membawa tas makanan. Dalam bis ibu menangis. Ibu turun dari bis tepat saat Hae Young naik bis yang sama, mereka tidak saling melihat.



Ibu masuk ke rumah Hae Young. Melihat keadaan rumah Hae Young yang sangat-sangat berantakan ibu jadi kesal. Dia menelfon Hae Young, menfatakan akan membakar rumah Hae Young jika lain kali dia datang dan masih berantakan begitu.

Ibu mulai membersihkan satu per satu sampah di kamar Hae Young. Ibu mendesah kalau suami dan anaknya sama-sama menyedihkan. Ibu menangis.



Doo kyung pulang dari kantor. Dia masuk kamar lalu mematikan alat perekamnya. Doo Kyung mendengar suara nyanyian dari kamar sebelah. Bayangan Hae Young yang melempar batu sampai membuat kaca pecah kembali muncul.

Doo Kyung menggeser rak lalu mengetuk pintu tapi tidak ada tanggapan. Dia langsung membuka saja pintunya. Mengira kalau yang di tempat tidur itu adalah Hae Young (karena ibu memakai masker). Doo Kyung asal saja mencabut earphone yang tertancap ditelinga Ibu. Ibu melotot.

"Pagi-pagi sudah senang-senang? Kau tidak pergi kerja? Aku harus istirahat, Tolong jangan ribut?" Kata Doo Kyung.



Ibu hanya mengedipkan mata tanda setuju. Doo Kyung masuk kembali ke rumahnya. Ibu bangkit. Mendadak Doo Kyung membuka pintu kembali. Ibu refleks kembali berbaring dan menutupi mukanya dengan selimut. Doo Kyung cuma mau mengingatkan kalau dia melarang Hae Young masuk ke rumahnya jika dia tidak ada. Ibu mengangguk dalam selimut. Doo Kyung menutup pintu kembali dan menggeser rak untuk memblokir lubang pintu.



Ibu mendatangi sekretaris si pemilik rumah. Sekretaris itu menjelaskan kalau Hae Young dan Doo Kyung bertengkar hebat tidak main-main, saling tuding, 'kau yang keluar atau aku?'

Dia juga menjelaskan kalau rumah itu awalnya satu, tapi pemilik rumahnya menyewakan lantai 1 dan 2 secara terpisah. Lalu Ia menyewakan ruang gudang juga. Jadi dia menutupi pelapis pemisah antar ruangan. Tapi konstruksi rumah itu harusnya sudah selesai, dindingnya akan ditutup dengan bata.

"Kenapa? Putrimu ingin pindah lagi?" Tanya si sekretaris.

Ibu menjawab tidak, dia hanya ingin tahu seperti apa orang seperti apa yang tinggal dengan putrinya karena Penting punya tetangga baik.

"Aigo, dimana lagi bisa menemukan tetangga seperti mereka? Adiknya yang tinggal di lantai pertama seorang direktur perusahaan besar... dan orang yang tinggal di lantai dua adalah CEO beberapa perusahaan juga. Rumah itu, awalanya rumah masa kecil mereka. Semua orang di daerah itu, mengenal mereka dengan baik.  Ibunya memang agak aneh, tapi anak-anaknya baik semua.  Bayangkan saja, mereka ingin membeli rumah yang sudah dilepaskan oleh ibunya dengan kembali tinggal disana, anak-anak itu tumbuh dengan baik."



Ibu pulang ke rumah. Mengatakan pada ayah kalau keputusanmereka untuk mengusir Hae Young adalah yang terbaik yang mereka lakukan.



Doo Kyung bercerita pada Jin Sang kalau Hae Young dan Hae Young cantik bekerja di perusahaan yang sama dan mereka bertiga pernah bertemu. Jin Sang jadi merinding sampai mau pipis, dia menyarankan Doo Kyung untuk imigrasi saja, Tidak ada jalan keluar. Doo Kyung tidak bisa pindah rumah lagi. Tidak akan berhasil.

"Lalu, apa yang dikatakan Oh Hae Young itu? Kenapa dia begitu? Kenapa dia menghilang?"

"Tidak tahu.  Aku tidak tanya." Jawab Doo Kyung yang masih menikmati ramennya.

Jin Sang bertanya lagi, bukannya Hae Young cantik ingin bertemu untuk memberi penjelasan. Doo Kyung menjelaskan kalau mereka tidak sempat membahasnya karena dia langsung pergi. Jin Sang menyesalkan jal itu, kenapa Doo Kyung tidak bertanya.

"Buat apa aku tanya itu?" Doo Kyung balik bertanya.

Penasaran!, jawab Jin Sang dan dia yakin kalau Doo Kyung juga penasaran. Jin Sang mengatakan kalau tidak ada alasan lain kecuali Hae Young cantik ditembak dikepalanya sampai dia membatalkan pernikahan dan menghilang.

"Lalu, Oh Hae Young yang disebelah itu kenapa sih? Dia tidak sensitif sekali. Kenapa dia mendadak pura-pura jadi pacarmu? Aaah, dua-duanya sinting. Apa semua Oh Hae Young sinting begitu? Mungkin ada yang salah dengan nama itu. Maksudku, kalau mereka satu kantor, aku yakin mereka akan membahas segalanya. Lalu, kalau Oh Hae Young disebelah tahu soal perbuatanmu? Aigoo, Park Soo Kyung yang gila. Kenapa dia merekrut Oh Hae Young  ke perusahaannya. " Lanjut Jin Sang panjang lebar.

Doo Kyung membela kakaknya, pasti karena diputuskan oleh perusahaan bukan karena kakaknya. Jin Sang membalas, harusnya Soo Kyung menghentikannya. Soo Kyung datang dengan rambut berantakan karena mabuk.

"Aigo, panjang umur sekali." Ujar Jin Sang.



Doo Kyung menyuruhnya untuk tutup mulut. Dia membawa ramennya pergi. Jin Sang bergumam, hebar bener Soo Kyung bisa menemukan jalan pulang saat mabuk, apa ada GPS dibadannya.

Soo Kyung menuju kulkas, mengambil botol air lalu menenggaknya sekaligus dihadapan Jin Sang. Jin Sang mengatakan kalau Soo Kyung cocok sekali menjadi anggota sirkus.

Soo Kyung ingin bertanya satu hal pada Jin Sang, apa alien akan datang atau tidak. Jin Sang menyuruh Soo Kyung untuk masuk kamar dan tidur. Doo Kyung mengkode Jin Sang untuk diam. Jin Sang mengikuti Doo Kyung jalan masuk ke kamar tapi Soo Kyung menahannya, dia bertanya lagi, apa alien akan datang atau tidak.

"Aey! Datang, datang, datang! Mereka mau datang menangkap nuna." Jawab Jin Sang.

Soo Kyung tanya lagi, kapan datangnya. Jin Sang tidak tahu hal itu karena dia tidak punya teman alien, lain kali kalau ketemu akan ia tanyakan.

"Kalau ketemu, suruh mereka hancurkan dunia ini." Perintah Soo Kyung, ia ingin menghadapi kematiannya.

Jin Sang tidak mau, masih banyak wanita yang ingin ia temani. Soo Kyung semakin gila, pokoknya harus mati sama-sama agar tidak ada lagi orang lajang tersisa! sejujurnya, ia hanya minum segelas dengan alien.

"Benaran sudah gila." Ujar Jin Sang.



Soo Kyung di kamarnya, ia mengingat masa-masa dahulu.



Narasi Soo Kyung: Sejak kau pergi. Aku selalu minum setiap hari. Duduk sendirian di restoran yang dulu sering kita datangi, aku menunggu dirimu. Meskipun aku rindu setengah mati padamu, aku takut menunjukkan diriku yang buruk di depanmu. Aku menurunkan rambutku lagi, dan menyembunyikan wajahku. Aku rindu. Tidak rindu. Dengan pikiran gila ini, aku duduk ditempat ini setiap hari. Sebenarnya, dimana dirimu berada? Apakah kau... memikirkan diriku juga?



sebenarnya mimpi Soo Kyung hanya satu, sebelum dunia kiamat saat alien menyerang dia ingin tidur dengan lelaki pujaannya. Tapi hal itu sulit terwujud.



Pagi harinya, Ibu dan Ayah mengintip di tangga menuju rumah Hae Young dengan membawa banyak makanan. Setelah mendengar suara pintu rumah Doo Kyung terbuka, ibu dan ayah keluar gerbang lalu masuk kembali, agar dikira Doo Kyung mereka bertemu secara kebetulan.

Ibu menyapa Doo Kyung, Ibu berterimakasih masalah pengaman jendela rumah Hae Young. Doo Kyung tidak mempermasalahkan hal itu. Ibu mengatakan kalau hari ini ulang tahun Hae Young. Hae Young sudah 32 tahun, tapi tidak ada laki-laki yang merayakan itu dengannya. Setidaknya sebagai ibu ia harus merayakannya. Lalu ibu permisi naik ke rumah Hae Kyung. Ayah masih belum melangkah, ia memperhatikan Doo Kyung lekat-lekat. Ibu kembali turun untuk menggandeng ayah agar mau beranjak.



di dalam rumah, Ibu menyiapkan makanan yang dibawanya. Ayah memperhatikan pintu kayu di dinding. Hae Kyung heran, kenapa pagi-pagi banyak sekali makanannya.

"Ini ulang tahunmu! Setidaknya harus makan ini. Cepat duduk makan." Jawab Ibu sambil lirik-lirik ke arah pintu.



Hae Young menemui Hee Ran. Hee Ran minta maaf karena harus pergi karena ada urusan kerja. Hae Young tidak masalah. Ia sudah ketuaan untuk merengek soal ulang tahun. Sudahlah.

"Apa Park Do Kyung, tahu kau ulang tahun?" Tanya Hee Ran.

Hae Young balik bertanya dengan lesu, bagaimana bisa Doo Kyung tahu ultahnya. Hee Ran menawarkan, apa perlu ia memberi petunjuk untuk Doo Kyung.

"Jangan. Pokoknya jangan!" Larang Hae Kyung

Hae Young menyesal telah menceritakan semuanya pada Hee Ran. Ia sudah memutuskan untuk mengakhirinya. Hee Ran tahu kalau Hae Young tidak serius mengatakannya. Hae Young menegaskan kalau ia serius. Hee Ran bertanya, kenapa harus siakhiri.

"Karena dia pernah pacaran dengan Oh Hae Young." Jawab Hae Young.

Hee Ran tidak setuju dengan alasan itu, siapa juga yang tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Pokoknya Hae Young tidak mau karena Doo Kyung adalah Lelaki mantan Oh Hae Young.



Doo Kyung jalan, dia mengambil ponselnya, sudah mengetik nama Hae Young (yang dinamai tetangga sebelah) namun tidak jadi menekan gambar telfon. Doo Kyung memutuskan untuk lanjut jalan saja.



Hae Young sudah kembali ke rumah, dia makan makanan sisa yang dibawa ibunya kemarin. Seseorang mengetuk pintu rumahnya.

Hae Young membuka pintunya dan ternyata yang mengetuk adalah Doo Kyung yang membawa sekresek jajanan. Doo Kyung mengajak hae Young untuk merayakan ultah Hae Young dengan minum-minum. Hae Young melongo, tidak bisa berkata apa-apa. Doo Kyung meraih tangannya untuk menerima Kresek jajanan yang ia bawa.

"Atur dulu. Nanti aku ketempatmu." Kata Doo Kyung lalu menuju rumahnya.



Hae Young masuk ke rumahnya. Dia kesenengan, lalu melihat meja bekas makannya tadi, Hae Young buru-buru membereskannya. Dia juga merapikan selimutnya lalu menyemprot pengharum ruangan. mencopot kacamatanya, setelah itu baru menaruh jajanan yang dibeli Doo Kyung tadi di meja.

Doo Kyung muncul dari pintu rahasia. Hae Young kaya terpesona gitu. Lalu Doo Kyung duduk di depan Hae Young.

Hae Young bertanya, darimana Doo Kyung tahu ultahnya. Kemudian ia teringat Hee Ran. Ia memastikan ke Doo Kyung, apa Hee Ran yang memberitahu. Doo Kyung menjawab kalau ia ketemu ibu Hae Young tadi pagi.

"Kekanakan. Kenapa bilang soal ulang tahun putrinya yang sudah dewasa?" Gumam Hae Young.

Hae Young mengeluarkan biskuit dari kresek. Ia tersenyum, dia tahu maksud Doo Kyung dengan membeli itu karena Doo Kyung tidak mau berlebihan dengan membelikannya kue tart. Doo Kyung membuka kaleng minumnya lalu meminumnya. Selanjutnya, Doo Kyung mengeluarkan kotak musik mungil dari sakunya untuk Hae Young.



"Barang lama. Supaya kau tidak mendengar benda aneh yang tertawa itu." Jawab Doo Kyung saat Hae Young bertanya apa itu.

Doo Kyung minum lagi. Hae Young belum melepaskan pandangannya dari Doo Kyung. Doo Kyung menambahi kalau kotak musik itu sebagai ganti sup yang dibuat Hae Young untuknya.

"Kau khawatir aku akan salah sangka soal ini.  Aku tahu, apa maksud benda ini. Barang lama." Balas Hae Young.

Hae Young memutar kotak musiknya, ia berkomentar kalau suara musiknya cantik. kemudian ponselnya berbunyi. Hae Young mengangkatnya, Hae Young menjawab kalau ia sudah makan dan ia sendiri sekarang dirumah. kemudian dia menjauh dari Doo Kyung.



Doo Kyung kembali ke rumahnya, poselnya juga berbunyi. Dari Park Hoon yang mau pinjam mobil. Doo Kyung keluar untuk melemparkan kunci mobil ke Park Hoon tapi sebelumnya ia memutar rekaman di kamarnya.



Saat ia kembali rekaman itu memperdengarkan pernyataan cinta Hae Young untuk dirinya.

"Menyukai tetangga ada kelebihannya. Membuatku ingin pulang rumah lebih cepat.  Dulu aku tidak mau pulang cepat kecuali aku mabuk. Pikirkan aku dan pulang lebih awal! Aku tidak minta kau suka aku juga, aku hanya kesepian sekali! Augh sekarang masih terang. Aku harus bagaimana? Sungguh.."

Hae Young selesai mengangkat telfon, dia juga mendengar suara rekaman tersebut. Hae Young menekan semua tombol di alat rekaman itu untuk menghentikannya. Doo Kyung paham maksud Hae Young, lalu ia mematikan rekaman itu.

"Selama ini kau merekam dan memata-matai aku?" Tanya Hae Young.

Doo Kyung menjawab kalau ini kebiasaanya. Pengarah suara selalu merekam segalanya untuk mendengar suara seperti apa yang keluar saat rumah ditinggalkan kosong, banyak pengarah suara yang menyalakan perekam sebelum mereka pergi. Tidak ada maksud lain.

"Harusnya kau hentikan saat aku pindah kemari."

Doo Kyung menjelaskan lagi, kebanyakan banyak yang ia hapus tanpa ia dengar, mustahil untuk mendengar suara 12 jam penuh dan ini kali pertama ia memutar rekamannya setelah Hae Young pindah kesebelah.

"Aku meracau karena sedang mabuk. Kalau mabuk, aku sering menyerahkan diri pada laki-laki. Tidak ada maksud lain."

"Berhenti minum. Jangan menyerahkan dirimu pada sembarang lelaki. Jangan serahkan dirimu pada lelaki sepertiku juga. Lekas sadarkan dirimu! Berhenti menyakiti dirimu seperti wanita bodoh."

"Kenapa kau marah sekali? Aku tidak menyerahkan diriku hanya padamu saja. Setidaknya ada 5 laki-laki di kantor yang jadi fantasiku. Jadi jangan marah dan ketakutan. Kau membuatku merasa kotor."

Bel pintu rumah Doo Kyung berbunyi, diluar ada Hae Young cantik yang menunggu. Hae Young dan Doo Kyung bisa melihatnya dari interkom yang terpasang di dinding.



Hae Young kesal, ia kembali ke rumahnya, menutup pintu rahasia lalu berjalan keluar.



Hae Young cantik masuk ke dalam rumah Doo Kyung, dia menyentuh barisan kaset rekaman yang tersusun rapi di rak. Hae Young cantik berkata kalau ia suka mendengar rekaman ruang kamar Doo Kyung yang kosong saat petang. Suara penjual sayur, suara orang ngobrol, bukan suara khusus. Tapi ia suka mendengarnya. Rasanya seperti kembali ke masa lalu. Ia juga mulai merekam suara dirumahnya...

Doo Kyung menyela, ia menyuruh Hae Young cantik untuk bicara lalu pergi. Hae Young cantik membalas, seharusnya ia bermalam kalau begitu (karena yang akan dibicarakannya banyak).

-= Kilas balik =-



Malam hari sebelum hari perbikahan. Doo Kyung mengantar Hae Young cantik pulang. Saat itu Hae Young cantik tidak seperti biasanya, Doo Kyung khawatir, apa Hae Young cantik lelah.

"Ah, sedikit. Banyak yang harus kusiapkan. " Jawab Hae Young cantik.

Doo Kyung menawarkan akan menjemput Hae Young cantik besok. Hae Young cantik menolak, dia bisa datang sendiri, dan menyarankan agar mereka ketemuan di salon saja. Kemudian mereka saling mengucapkan selamat tidur.

Hae Young cantik keluar mobil dan masuk ke rumahnya. Doo Kyung juga ikutan keluar, ia memandang Hae Young cantik sampai benar-benar masuk ke dalam rumah.

-= Kilas balik selesai =-



Doo Kyung bertanya : Itu terakhir kalinya. Aku terus berpikir, apa alasannya. Kenapa kau melakukannya?

Doo Kyung tidak tahu kenapa Hae Young cantik  begitu, tapi ia hanya bisa memaafkan Hae Young cantik karena satu alasan. Kalau Hae Young cantik punya penyakit mematikan dan ingin menyuruhnya menjauh. Ia kira ia bisa memaafkan Hae Young cantik kalau itu alasannya. Maka, ia bisa mengatakan itu pada orang lain. "Dia meninggal. Karena dia punya penyakit mematikan". Maka ia bisa memulihkan harga dirinya dan merayakan kematian Hae Young cantik.

"Katakan. Apa penyakit mematikan? Apa kau selamat dari penyakit mematikan dan kembali?" tuntut Doo Kyung.

Hae Young cantik menangis tapi ia tetap tersenyum, ia menjawab tidak.

"Harusnya kau mati. Kau kembali dengan wajah bahagia. Membuatku semakin marah." Ucap Doo Kyung.

Doo Kyung melarang Hae Young cantik untuk tersenyum. Hae Young cantik menjelaskan kalau itu kebiasaannya, senyum disaat menangis. Berawal saat Doo Kyung benci wanita yang menangis. Jadi, ia tidak ingin Doo Kyung benci padanya makanya ia senyum saat sedih.

"Kau tak tahu?" Tanya Hae Young cantik.

"Masih saja menyalahkan orang. Jangan kemari lagi. Aku jadi makin benci padamu. "

Hae Young cantik bertanya kenapa harus Hae Young, apa Doo Kyung tertarik pada Hae Young karena nama mereka sama.

"angan berani-berani." Potong Doo Kyung.

"Nama kami sama, satu sekolah. Terlalu banyak kebetulan."

"Maksudmu aku kencan dengan orang yang mirip, karena aku tidak bisa melupakanmu?"

"Itu sering terjadi. Banyak lelaki berusaha mendekati aku melalui Hae Young.

"Yaa!"

"Kau tidak boleh begitu pada Hae Young!"



Pyarrrrrr!!!!!   Hae Young melempar kaca jendela Doo Kyung karena kesal, ia menangis. setelah menatap Doo Kyung dari bawah ia pergi.



Hae Young mengendarai sepedanya dengan kesal.



Hae Young cantik keluar dari rumah Doo Kyung, sebelum masuk mobil, ia menatap sekali lagi ke arah rumah Doo Kyung.



Doo Kyung memungut pecahan kaca jendela serta batu yang digunakan Hae Young untuk melempar.



Hae Young sampai di rumah Hee Ran. Dia langsung memencet bel pintu. Hee Ran kaget, kenapa Hae Young datang larut sekali. Hae Young belum sempat bicara, di dalam ia melihat seorang laki-laki. Hae Young minta maaf, seharusnya ia menelfon dulu. Ia akan pergi tapi ditahan oleh Hee Ran. Hee Ran menyuruhnya untuk menunggu sebentar.

beberapa menit kemudian, Hee Ran keluar bersama si pria. Si Pria kayaknya kesal dengan Hae Young karena mengganggu.



Hee Ran kesal dengan kelakuan Hae Young, apa Hae Young anek SD? memecahkan jendela lalu kabur, kenapa membiarkan mereka, kalau dia jadi Hae Young pasti sudah bilang 'Kami seperti ini, ada apa denganmu?' dan akan langsung memukul Hae Young cantik.

"Augh! Kau tidak bisa berkelahi!" Sesal Hee Ran.

"Kau kan tahu kalau aku selalu jadi cetek kalau di dekat Oh Hae Young." Balas Hae Young.

Hee Ran tidak mau mendengar hal itu. mungkin bisa ditoleransi saat masih SMA karena Hae Young masih kecil tapi sekarang Hae Young sudah 32 tahun, kenapa masih takut, apa Hae Young cantik akan memakan?

"Terus terang saja, saat ini kau posisimu yang menang. Yaa! Kau kira dia bisa menang melawanmu, padahal kau tinggal disebelahnya?!" Tutup Hee Ran.

Hae Young berkata kalau ia akan pindah. Hee Ran semalin frustasi. Ia menyarankan Hae Young untuk menyergap Doo Kyung saja karena posisinya lebih dekat.

"Dia tahu kalau aku suka padanya! Dia merekamnya. Dia terbiasa merekam suara kamarnya saat pergi. Aku yang tidak tahu apa-apa... Berkata 'Kenapa belum pulang?' 'Kapan kau pulang?' 'Aku bosan, aku suka padamu.' Aku ngoceh seperti orang bodoh."

Hee Ran sudah menebak kalau ocehan Hae Young suatu hari akan membawa masalah. Hae Young sangat malu, menyukai seseorang sangat memalukan, membuatnya gila.



Cerita mereka berlanjut di kamar. Hee Ran  kenal sekali diri Hae Young. Hae Young bukan tipe orang yang tergila-gila pada seseorang. Jujur saja, rasanya aneh Hae Young membatalkan pernikahan.

"Apa lelaki itu selingkuh sampai kau mengamuk? Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan. Karena kau tidak bisa ditebak.  Kau yang kukenal tidak seperti ini. Suka pada Park Doo Kyung tidak seperti dirimu. Apa yang dia lakukan sampai kau begini. Aku penasaran sekali..." Lanjut Hee Ran.

"Hanya... sejak pertama bertemu... aku mengungkapkan isi hatiku padanya."

"Apa yang kau ungkap?"

"Hal yang tak bisa kukatakan pada siapapun. "



Hae Young teringat saat ia mengungkapkan rahasianya pada Doo Kyungyang bahkan tak diungkapkannya pada Hee Ran.

Pertama, saat ia mengaku pada Doo Kyung kalau ia dicampakkan sehari sebelum menikah. calonnya bilang tidak yakin bisa cinta dirinya selamanya. dan yang lebih konyol lagi, calonnya mendadak tidak suka dengan cara makannya.



Kedua, ia cerita kalau saat pemilihan ketua kelas, ia hanya mendapat satu suara dan itu adalah suaranya sendiri. ia memilih dirinya sendiri takut tidak ada yang memilih dirinya.



Hae Young menjelaskan pada Hee Ran kalau sekali dia cerita satu hal pada Doo Kyung maka ia tidak takut cerita yang lain.

"Kau langsung mengetahuinya. Kalau Park Do Kyung orang yang bisa kau andalkan. Dasarnya, begitulah hubungan laki-laki dan perempuan. Jika dari menit pertama kau bisa cerita apapun padanya, maka dia lelaki yang bisa kau andalkan. Bahkan cerita yang tidak bisa kau ceritakan pada sahabatmu." Jawab Hee Ran.

Hae Young bertanya lagi, kenapa begitu. Hee Ran menjelaskan kalau itu karena laki-laki dan perempuan. Hubungan antara laki-laki dan perempuan, kejadian seperti apa saja, dapat terjadi. Sedekat apapun dia pada Hae Young, ada banyak hal yang tidak bisa ia ceritakan pada Hae Young. Tapi, ia cerita semua pada lelakinya. Dibandingkan persahabatan bertahun-tahun, hubungan yang baru sebulan dengan laki-laki rasanya lebih nyaman. Itu yang namanya laki-laki dan perempuan.

Click to comment