Type something and hit enter

On
advertise here

In Ho masuk ke rumahnya, pertengkaran Seol-Jung tadi masih dia pikirkan. Dia tahu hal ini akan terjadi karena ida mengerti kepribadian Jung. Dia kasihan dengan Seol yang pasti sangat menderita. Dia kemudian memutuskan untuk tak peduli karena itu keputusan Seol untuk berkencan dengan Jung.

Kemudian dia bangun,,”Tapi kenapa… kenapa bekencan jika mereka akan bertengkar seperti sekarang ini?”. In Ho bingung bagaimana ia harus bersikap.


In Ha menunggu Jung di depan apartemen Jung, dia membawa koper besar. Saat Jung datang, In Ha menghadangnya. In Ha ingin tinggal di apartemen Jung karena Jung penyebab dia harus meninggalkan apartemennya. In Ha mengancam akan membujuk ayah Jung untuk tinggal dirumahnya kalau Jung tidak mengijinkannya untuk tinggal di apartemennya.

“Jika kau ingin ayahku tidak menyukaimu maka pergilah. Aku yakin ayahku senang mendengar kau menghabiskan uang yang beliau berikan di tempat yang baru.” Jawab Jung.

Jadi Jung tahu kalau In Ha diberi uang oleh ayahnya. Jung menjelaskan kalau dia yang meminta ayahnya untuk memberi In Ha uang karena ia tahu In Ha akan bertindak seperti ini (merengek numpang tinggal).

“Jadi kau tahu akau akan merengek pada ayahmu makanya kau merencanakan ini.” Tebak In Ha.

“Kau menggunakan otakmu kali ini.” jawab Jung.


In Ha punyarencana lain, dia mengangkat ponselnya mengatakan kalau Seol menelfonnya hari ini. dia pernah mendengar nama Seol, dia memastikan pada Jung kalau Seol adalah nama gadis yang dia pasangkan dengan kuyuk itu (Young Gon). In Ha sempat berpikir kalau gadis itu adalah pacar Jung, dia bersedia mengurus Seol asal Jung mau mengijinkannya tinggal di apartemennya, baginya mengurus permen karet (Seol) adalah hal mudah, dia akan membuat Jung seperti dulu.

Jung kesel banget dengan In Ha, dia merebut ponsel In Ha dan menatapnya tajam. In Ha minta ponselnya dikembalikan. 

“Apa kau masih belum sadar? Siapa yang kuanggap seperti permen karet?” Ucap Jung dengan emosi.

In Ha bertanya-tanya siap itu, Jung masih menatapnya dengan tajam membuatnya mengerti kalau yang dimaksud Jung adalah dirinya. Jung menyuruh In Ha untuk berhenti bicara dan diam saja jika In Ha akhirnya mengerti.

“Tidak mau. Aku bukan permen karet biasa. Kaupun akan kesulitan untuk menyingkirkanku.” Jawab In Ha.

“Baiklah. Kalau begitu coba saja. Sekarang... Aku menggunakan seluruh kemampuanku untuk menyelesaikan permasalah yang kau buat. Jadi jangan pernah lagi muncul dihadapanku.” Perintah Jung dengan tatapan penuh kekesalan.


Jung masuk kedalam apartemennya meninggalkan In Ha diluar.

Jung melihat pesan yang dikirim In Ha setelah dia menulis kalau Seol menyukai Young Gon ternyata masih banyak rentetan pesan. Jung mengerti sekrang kenapa Seol bersikap seperti itu. Jung melempar ponsel dan menyiramnya dengan air.


Seol mengerjakan tugasnya, tapi tidak bisa focus.

Seol (Narasi): “Apa sunbae tahun lalu itu adalah sunbae yang asli? Apa aku sedang dibodohi? Meski begitu, apa aku bisa berpisah dengannya?” 

Seol membuka ponselnya, disana ada pengingat yang mengingatkan kalau UTS tinggal 1 hari lagi. dia mengatakan pada dirinya sendiri untuk sadar dan lanjut belajar lagi.


Jung menyiapkan baju, dia juga tidak bersemangat. Jung menulis pesan untuk Seol

“Aku merindukanmu. Tentang yang kemarin..” tapi dia menghapusnya.
“Hari ini jangan cemberut..” ia menghapusnya lagi.


Seol keluar dari rumahnya, ia mendapat pesan dari Jung “Selamat ujian.” Tapi dia mengabaikannya.


In Ho ada diluar rumah Seol, mungkin sengaja menunggunya, dia mengajak Seol berangkat bersama karena dia juga akan belajar di kampus.

“Kenapa wajahmu suram begitu? Apa memang begitu?” ejek In Ho seperti biasa.

Seol hanya mengiyakannya. Kemudian In Ho memberinya minuman dan mengatakan kalau minuman itu yang terbaik untuk seseorang setelah bertengkar dengan pacar.

Seol heran, bagaimana In Ho bisa tahu. Apa In Ho melihatnya. In Ho balik bertanya, apa mereka benar-benar bertengkar. In Ho menyombongkan diri, dia seharusnya menjadi peramal.

“Sudah kubilang, kan? Sungai Han saja bisa meluap karena air mata wanita yang dia buat menangis. Kenapa kalian bertengkar? Aku itu ahlinya Yoo Jung. Kalau kau memberitahuku...”kata In Ho.

Seol memotongnya, dia tahu In Ho mau bilang apa, In Ho hanya ingin menjelekkan Jung saja. In Ho membenarkan tidak ada hal baik yang bisa dia katakan.

“Lihatlah, lihatlah. Aku sudah tahu.” Ujar Seol dengan Bahasa informal. 

Seol mengambil minuman pemberian In Ho, dia berterimakasih (kembali dengan Bahasa informal) lalu meminumnya sambil jalan. In Ho mengikutinya dari belakang, dia melarang Seol meminum itu karena tadi dia sudah meludahinya. Seol meminum semuanya dan mengembalikan botol kosong pada In Ho.


Seol masuk kelas, Young Gon menyapanya namun tidak dia hiraukan. Young Gon lalu mengirim pesan, apa Seol sudah putus dengan Jung?

Seol melihat kearah Young Gon. Young Gon membuat tanda perdamaian dengan jarinya, Seol memutuskan untuk kembali belajar saja.

Young Gon mengirim pesan lagi,,” Sudah kubilang hanya aku yang peduli kepadamu.”. sayangnya Seol tetap tidak terpengaruh dan malah memasukkan ponselnya ke dalam tas.


Young Gon beralih ke Min Soo, dia menyuruh Min Soo untuk minta maaf pada Seol masalah materi presentasi tapi Min Soo tidak mau, memang seharusnya dia tidak copy-paste tapi Seol juga banyak melakukan kesalahan padanya.

Young Gon menasehati Min Soo, itulah sebabnya Min Soo tak bisa menang dari Seol. Dia menjelaskan lagi kalau Seol tidak suka menjadi pusat perhatian.


In Ho kembali main piano tapi dia memainkan lagu lain bukan Hanon. Prof Shim masuk dan membentaknya untuk berhenti. In Ho menjelaskan kalau dia bosan memainkan Hanon terus jadi butuh penyegaran. Prof Shim hanya menatapnya. In Ho mengerti dan akan kembali memainkan Hanon sampai mati.

Prof Shim membawakan buku panduan diatas hanon. In Ho langsung merebutnya dan berjanji akan bermain dengan rajin. In Ho membuka buku itu dan bukunya berjudul Fur Elise. In Ho protes dia ingin main sesuatu yang lebih menyenangkan bukan sesuatu yang remeh seperti Fur Elise. 

Prof Shim mengambil buku Fur Elise dari In Ho, jika In Ho gak mau ya sudah. In Ho merebut kembali buku itu dan memasangnya di pianonya dan mulai memainkannya.


Ujian pertama sudah selesai. Min Soo menghampiri Seol untuk minta maaf masalah materi presentasi kemaren. Seol melihat kalau boneka singa-nya tergantung di tas Min Soo,

“Aku tidak tahu. Karena masalah materi itu bukan satu-satunya masalah.” Jawab Seol.

Min Soo jadi marah, dia tidak tahu dia salah apa lagi. min Soo kemudian kembali ke meja Da Young dan Young Gon, dia mengatakan dengan keras kalau Seol pendendam, tidak mau menerima permintaan maaf orang yang tulus minta maaf.


Da Young mengatakan kalau perbuatan Seol saat presentasi kemaren itu sudah keterlaluan. Dan anak-anak lain juga ikutan membenci Seol sekarang. Seol hanya diam saja malahan Bo Ra yang repot, dia menganggap kalau Min Soo hanya pura-pura minta maaf. Eun Taek lalu menyeretnya keluar.

Da Young mengajak Young Gon makan bersama namun Young Go nada janji, dia menyuruh Da Young untuk makan dengan yang lain.


Min Soo mengatakan kalau Da Young beruntung karena mempunyai pacar. Da Young mengira kalau Min Soo juga punya (Joon). Min Soo tidak mengerti, Da Young mengatakan kalau dia melihat wallpaper ponsel Min Soo, menurutnya cowok itu lumayan ganteng. Min Soo awlnya mengelak namun kemudian mengiyakannya.


Yang lain penasaran, apa benar Min Soo punya pacar, mereka minta Min Soo menceritakan pacarnya. Min Soo bercerita kalau pacarnya itu lebih muda darinya, ganteng dan juga lucu. Min Soo menambahi kalau pacarnya suka sekali padanya dan juga selalu baik padanya. Teman-teman minta Min Soo untuk menunjukkan foto pacarnya, Min Soo tidak mau dengan alasan akan menunjukkannya lain kali.

Da Young merangkul Min Soo,, “Kau tidak ingin memperlihatkannya pada gadis lain? Mau kau miliki sendiri?”


Min Soo tersenyum, bukan itu maksudnya. Kemudian ia menjauh dari semuanya dan menatap foto Joon di ponselnya. Dia mengatakan pada dirinya sendiri kalau itu bukan kebohongan, dia berpikir kalau Joon akan jadi pacarnya di masa depan.

Min Soo Gilaaaaaaaaaa……….


Beralih ke Ah Young yang sedang belajar, di depannya ada Joon yang sedang menendang pohon. Ah Young menyuruhnya untuk bantu-bantu di restaurant saja jika merada bosan tidak usah datang ke kampus segala.

“Apa kau tak suka aku disini?” tanya Joon.

Bukan itu maksud Ah Young, dia hanya sedang belajar dan tidak bisa konsentrasi gegara Joon yang terlalu berisik.


Joon lalu duduk di samping Ah Young. Dia meminta saran pada Ah Young, haruskah dia pindah kuliah saja agar bisa main-main dengan Ah Young seperti saat SMA dulu. Ah Young mengingatkan kalau dulu Joon paling bersemangat untuk kuliah di luar.

“Dulu kupikir akan bisa menemukan sesuatu yang menyenangkan. Tapi ternyata tidak. Dan aku selalu kepikiran seseorang yang ada di korea. Saat aku kesepian, aku selalu memikirkanmu, King Kang (jeruk kepuk)” Jelas Joon.

Ah Young protes Ia tak mau di panggil King Kang. Ia bukan King Kang. Tapi bagi Joon Ah Young adalah King Kang makanya dia memanggil King Kang. Joon juga menamai Ah Young begitu Karena Ah Young mungil, tinggi Ah Young tidak berbeda jauh dari saat mereka kecil.

“Dan juga, bukankah bagus punya pacar yang memberikanmu nama panggilan?” Ujar Joon. 

Ah Young menyuruhnya untuk berhenti. 

Joon akan menelfon kakaknya mau minta dibeliin makanan. Tapi dia memutuskan untuk mengajak Jung Double Date. Ah Young menyuruhnya untuk pergi saja kalau terus mau ngomong ngawur. Ah Young akan pergi tapi Joon menahannya. Lucu deh..


Young Gon mulai menguntit Seol lagi kali ini ia memotret Seol yang sedang belajar di perpustakaan. Ia mengatakan kalau Seol memiliki wajah yang kecil dan mata yang indah, ia heran kenapa ia tak menyadarinya dari dulu.

Seol pergi kesuatu tempat, dia meminggalkan barang-barangnya di meja. Young Gon memotret buku-buku Seol. Seol kembali dan Young Gon pura-pura tidak tahu kalau itu adalah barang-barang Seol. Seol mengemasi buku-bukunya dan keluar dari perpustakaan.


Young Gon terus mengikuti Seol. Young Gon berhasil menghentikan Seol di taman. Seol melirik ke semak semak, disana ada Eun Taek dan Bo Ra yang sedang merekam. 

Young Gon ingin Seol memikirkan tentangnya, dia sudah banyak berubah sekarang, dia popular sekarang dan keluarganya juga cukup kaya. Da merasa  cukup baik sebagai pacar.

In Ho melihat mereka dan dia ikut gabung dengan Eun Taek dan Bo Ra.

Young Gon menjelaskan kalau dia tidak menyukai Da Young, hanya memperalat Da Young agar ia bisa disukai banyak orang. Seol mengatakan kalau Young Gon sangat menyedihkan, dia bahkan tak pernah melihat orang semenyedihkan Young Gon selama ini.


Young Gon tertawa, lalu mencoba menggenggam tangan Seol tapi ditampik oleh Seol. Eun Taek dan Bo Ra merasa ini puncaknya. Young Gon kehilangan kesabaran, ia megatai Seol rubah licik. In Ho sudah akan menyerang Young Gon tapi berhasil ditahan oleh Eun Taek.


Young Gon memeluk paksa Seol. In Ho sudah tak tahan lagi, dia keluar dari tempat persembunyiannya. Young Gon yang melihatnya langsung lari terbirit-birit. In Ho mengejarnya. 

In Ho kembali ke tempat Seol dkk. Eun Taek menyalahkan In Ho yang sudah mengacaukan semuanya. 


In Ho mengikuti Seol yang sedang bekerja di perpustakaan. In Ho mencoba menjelaskan pada Seol kalau perbuatan Seol itu berbahaya, apa Seol tidak punya takut.

Seol menyuruh In Ho untuk diam, dia masih akan belajar setelah selesai bekerja dan menyuruh In Ho untuk pulang duluan. In Ho gak mau karena jalannya terlalu bahaya bagi Seol, ia takut kalau kunyuk itu muncul lagi.

In Ho menyarankan agar Seol belajar beladiri saja padanya, tapi kemudian  dia sadar kalau Seol terlalu lembek. Kemudian In Ho menyuruh Seol untuk membawa senjata saja, ia yang akan membelinya. 

“Kalau ada apa-apa, tinggal kuhantam pakai buku (Seol mengayunkan buku yang ia pegang  diatas kepala In Ho). Senjata apanya?” ujar Seol.

“Menakutkan sekali. Aku yakin dia akan masuk rumah sakit. Ya sudah, berangkat dan pulang denganku saja. Itu cara paling gampang.” Kata In Ho,


Mereka jalan pulang bersama. Seol menyarankan agar In Ho mempersiapkan untuk dapat sertifikat GED agar bisa masuk kuliah dan belajar piano lagi. In Ho tidak mau karena dia tak pernah belajar sejak dulu jadi dia ragu akan dapat GED. 

Seol mulai murung lagi. In Ho bertanya ada apa. Seol mulai membahas apa In Ha dekat dengan Jung. In Ho protes kenapa Seol selalu menghubungkan kakaknya dengan Jung. Bukan begitu maksud Seol, dia hanya melihat sepertinya mereka masih saling menghubungi.

“Cuma itu. Mereka tidak berpacaran, jangan khawatir. Terkadang, ada orang yang tidak bisa pergi dari kehidupan kita.Seperti itulah hidup.” Jelas In Ho.

“Jelas sekali kalau kalian bersaudara. Kalian sangat mirip. Wajahnya, bahkan cara bicara dan tingkahnya.” Kata Seol.


In Ho tak mau disamakan dengan kakaknya, kakaknya itu orang yang sangat menakutkan. In Ho memperingatkan Seol sekali lagi, kalau Seol bertemu In Ha dimana saja maka segera lari. Jika Seol gak bisa lari maka tarik saja rambut In Ha. Karena biasanya orang yang beraksi duluan akan menang,, “Kau harus melakukan itu jika tidak kau bisa mati.”

Seol tak percaya kata-kata In Ho. In Ho meyakinkannya kalau ia serius.

Kemudian In Ha menelfon In Ho.


In Ho berlari menemui kakaknya. Dandanannya In Ha lucu, ngomongnya juga lucu.

“Oh adikku. Kakakmu kehilangan rumahnya.”
“Lalu?”
“Bisakah kau bawakan koperku dan antar ke rumahmu? Cepat, aku lapar.”

In Ho masuk duluan, akhirnya In Ha membawa kopernya sendiri.


In Ha masuk ke rumah In Ho, dia jijik dengan rumah In Ho, dia mencium bau aneh, tidak ada kecoa kan? Tidak ada serangga kan?

In Ho memasak Ramen untuk In Ha, In Ha menunggu di meja. Ia mengamati keadaan sekitar. In Ha melihat ada buku-buku piano di meja (sepertinya pemberian Seol). In Ha menyentuhnya, ida penasaran, apa In Ho bermain piano lagi.

In Ho melarang in Ha menyentuh buku itu, dia membawakan ramen ke meja. In Ho ikut duduk, In Ha sengaja menumpahkan mangkok ramen di ats buku In Ho. Tapi dia berpura-pura tak sengaja di depan In Ho.


In Ho membersihkan mie dari atas buku. In Ha menuju kulkas sambil bicara,,” Sadarlah Baek In Ho. Kau pikir kau masih jenius? Pasti kau masih bermimpi menjadi pianis terkenal.” In Ha mengambil minuman di kulkas. 

“Kau tidak akan tinggal disini, kan? Apa yang membuatmu begini?” tanya In Ho.

In Ha juga penasaran, apa yang membuatnya jadi begini padahal dulunya hidupnya adem ayem.

Kilas balik..


Saat SMA. In Ho mengajak Jung untuk pergi main ski. Jung tak mau karena dia harus menghafal pelajaran, dia juga menyuruh In Ho untuk menghafal. Tiba-tiba ada teman mereka, dia (si gendut) mengatakan kalau ia menghilangkan pulpen Jung dan mengembalikan tutupnya saja.


Jung tak mempermasalahkan hal itu, kan sudah hilang mau diapain lagi. tapi In Ho tidak baik-baik saja, karena itu adalah hadiah Jung saat masuk SMA.

In Ho meminta si gendut untuk menggantinya. Si gendut gak mau karena Jung bilang tidak apa-apa. Mereka lalu adu mulut. Si gendut mengatai In Ho cerewet, In Ho gak terima, dia balik mengatai si gendut yang banyak bacot. Si gendut mengatai In Ho banyak tingkah karena memiliki Yoo Jung. In Ho gak mau kalah, lalu si gendut yang bebas bertingkah karena mendapat predikat preman?

Jung menghentikan mereka dengan mengatakan kalau barang yang sudah hilang yam au diapain lagi. si gendut bebas dan pergi gitu aja.


In Ho memarahi Jung yang diam saja, apa Jung mau jadi Ho Goo. In Ho menjelaskan kalau si gendut bohong, ia yakin pulpen itu akan dijual online besok. Apa Jung tidak marah?

Jung melakukan ini karena merupakan jalan terbaik, akan aneh jika berkelahi hanya karena pulpen lalu Jung duduk dan lanjut belajar lagi. bagi In Ho taka da yang aneh. Yang aneh adalah anak-anak tadi.

“benarkah?” tanya Jung.
“Iya.” Jawab In Ho mantap.

In Ho memberi saran pada Jung kalau hal ini terjadi lagi maka Jung harus memukul mereka. Ia berjanji tidak akan melapor pada ayah Jung. 

“Apa kau ingin aku berkelahi?” tanya Jung.
“Iya.” Jawab In Ho mantap.

In Ho menjelaskan kalau Jung bisa dengan gampang mengalahkan mereka kalau Jung punya niatan. Tubuh Jung huga atletis, In Ho mengatakan kalau Jung hanya menyia-nyiakan talentanya. In Ho menyuruh Jung untuk memukul mereka saja tanpa memikirkan akibatnya. 


Jung menampar In Ho lalu ketawa, In Ho tak mengerti untuk apa. Jung menjawab, seperti kata In Ho, dia hanya harus memukul saja. Maksud In Ho bukan kepadanya. Jung malah menampar pipi sebelah In Ho dan ketawa makin keras. 


In Ha dan In Ho main kembang api diluar. Jung datang belakangan, dia takut kalau ayahnya mengetahui hal ini. In Ho merasa kalau Jung terlalu membosankan, mereka melakukan ini di saat libur sekolah, saatnya senang-senang setelah belajar.


Jung iri pada kakak-beradik itu karena bisa melakukan apa yang mereka inginkan. In Ho menyarankan Jung untuk hidup bebas juga,,” Hidup ini hanya sekejap. Bagaikan kembang api ini. Hiduplah bahagia. Lihatlah dia mulai gila(menunjuk In Ha).”

Jung bertanya, kemungkinan apa yang akan terjadi 10 tahun kedepan.


“Yah, mungkin aku masih main piano. Kau menggantikan ayahmu. Dan mungkin kita bermain seperti sekarang ini. Tapi Baek In Ha dalam masalah. Dia tidak punya masa depan.” jawab In Ho. “Kenapa tanya itu? Besok saja tidak tahu, bagaimana bisa tahu 10 tahun mendatang? Tapi yah, kuharap kita akan tetap bersama.”


In Ho menganggap kalau Jung sedang stress makanya bertanya hal itu. dia menyuruh Jung untuk menyalakan kembang api yang di tanah saja. Mereka tertawa lepas saat melihat kembang api-kembang api itu.

Kilas balik selesai..


In Ho masuk ke kamar, disana In Ha sudah terlelap. In Ho menaikkan selimut In Ha, tapi kemudian menghempaskannya hingga kepala In Ha tertutup. Tapi kemudian dia menurunkan selimut In Ha agar kepalanya tidak tertutup dan mencopok kacamata In Ha. Kemudian menutup kepala In Ha lagi. in Ho kemudian keluar dari kamar.


Jung masuk ke apartemennya, dia menyalakan lampu. Dia teringat kata-kata Seol bahwa Seol tak bisa mengerti dirinya, bahwa Seol ingin mendekat pada Jung tapi sepertinya akan sulit dan bahwa ia butuh wakyu untuk berpikir.

Jung mematikan lampu lalu menyalakannya lagi, dia membatin,,”Awalnya aku kira, kau sama denganku”. Jung mematikan lampu lagi. “Itulah mengapa aku menyukaimu”. Jung menyalakan lampu lagi. “Tetapi kita sangat berbeda”. Jung mematikan lampu lagi.


In Ha bangun tidur dan dia langsung menari sambil bernyanyi. In Ho yang sedang makan banana heran dengan sikap kakaknya. In Ha mengambil kotak sereal dan memakannya. 

In Ho penasaran, apa kakaknya mendapat uang, karena mood-nya tiba-tia berubah jadi baik. In Ha menyuruh adiknya itu pergi saja agar tak merusak mood baiknya. 

“Jangan lakukan hal bodoh. Pergi saja ke tempat kursus.” Nasehat In Ho.

In Ha tak mendengarkannya, dia asyik melekuk-lekukkan tubuhnya sambil bernyanyi. In Ho menambahi kalau In Ha membutuhkan sertifikat atau sejenisnya untuk bisa mendapatkan uang. In Ha menyuruhnya segera pergi. In Ho pun pergi.


In Ha penasaran bagaimana In Ho bisa tahu soal uang itu, apa ia peramal. In Ha menatap ponselnya dan berkata,,”Jung, noona akan mulai menjalankan rencana pertama.” Ia mencari nomor Jae Woo (desainer peanut).


Jae Woo akan membayar di kasir, In Ha muncul seperti hantu dan meletakkan barang yang dia ingin beli di meja kasir. In Ha mengatakan kalau dia ingin membalas kebaikan Jae Woo tapi sepertinya Jae Woo tidak suka, In Ha menawari Jae Woo untuk makan makanan enak? Bukan itu maksud Jae Woo.

In Ha lalu menggandeng Jae Woo keluar minimarket, kali ini dia menanyakan Oh Young Gon. Jae Woo tak menyangka kalau In Ha tahu banyak soal laki-laki di jurusannya, kematin mencari Yoo Jung dan sekarang Oh Young Gon.

“Aku dengar dari teman, jadi aku ingin tahu.” Jawab In Ha.

Jae Woo mengatakan kalau Young Gon sudah punya. Dia lalu bertanya dimana dia bisa menemui Young Gon. Jae Woo mengatakan kalau dia tidak dekat dengan Young Gon. In ha memaksa, mungkin Jae Woo tahu tempat tongkrongan Young Gon. Jae Woo menyebutkan restaurant favorite Young Gon. Ia mengembalikan minuman yang dibelikan In Ha, dia beralasan kalau perutnya tidak enak, dan ia pergi.


Young Gon sedang belajar dengan Da Young. Young Gon tak konsentrasi dan Da Young membentaknya untuk konsentrasi karena ujiannya besok.

Kemudian In Ha mengirim pesan pada Young Gon..

“Sudah lama ya.”  “Tidak ingat aku? Pacarnya Yoo Jung.”
“Pacarnya Yoo Jung itu Hong Seol.” Jawab Young Gon.
“Aku beneran pacarnya. Ingat saat kau menelponku?”

Young Gon tertawa membaca pesan In Ha. Da Young curiga dan berusaha melihat ponsel Young Gon.


In Ha ternyata melihat Young Gon dari jauh,,”tetap saja pecundang. Yah, karena ini hari pertama, cukup sampai disini saja. Yoo Jung, ini akan melebihi dari apa yang kau bayangkan. Kenapa? Karena aku Baek In Ha.”


Seol masuk kelas. Kyung Hwan menyuruhnya duduk di belakang dekat Jung tapi Seol memilih duduk di depan dan memaksa Bo Ra dan Eun Taek untuk menemaninya. 

Kyung Hwan bertanya pada Jung apa dia dan Seol bertengkar. Jung membantahnya dan Young Gon tertawa senang. Sunbae yang lain menebak kalau Jung dan Seol sudah putus.


Bo Ra bertanya pada Seol, apa ada masalah dengan Jung. Seol menjawab tidak ada. Seol akan keluar untuk membeli kopi, ia menawari Bo Ra dan Eun Taek mau nitip gak, tapi keduanya tidak mau. Jung melihat Seol keluar


Seol berpikir sambil minum kopi,,” Aku tidak boleh terus menjauh seperti ini.”


Seol membuang kaleng kopinya dan berjalan. Jung berjalan ke arahnya tapi tak menyapanya. Seol sedikit kecewa. Seol berbalik melihat Jung.


Seol di toilet, ia kesal karena Jung mengacuhkannya tadi.


Seol keluar dari toilet dan Jung ternyata menunggunya di dekat tangga. Jung memegang kaleng kopi, ia seperti mau mengatakan sesuatu tapi tidak jadi, hanya mengulurkan kaleng kopi itu pada Seol. Seol menolaknya karena ia sudah minum banyak.


Tanpa berkata apa-apa, Jung menarik tangannya dan memeluknya dari belakang. Jung membenamkan wajahnya ke leher Seol.


SWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTT..............




11 komentar

avatar

Setiap hari ke sini ngecek ada postingan baru gak, tapi adanya spoiler cheese in trap 7 lagi ..spoiler cheese in trap 7 lagi.
Tapi barusan terkaget-kaget saking banyaknya postingan yang baru hari ini
Hebat beud deh adminnya!
Gomawoyo
Semangat terus ya ..

avatar
This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

keren... admin updatenya asap sekali...
paling seneng baca sinop CIT di sini...
trims buat sinopnya...
semangat ya, admin...

avatar

Ditunggu episod 10 nya....fighting

avatar

Bikin baper ih ko bs mkin so sweett gto ...

avatar

kalo judul lagu ending episode 9 ada yang tau nga yah....

avatar

My time with you judulnya dari vanilla :))

avatar

My time with you judulnya dari vanilla :))

avatar

ada yang tau judul musik yang dimainkan baek in ho sebelum fur elise dan setelah hanon?

avatar

So sweeet 😍😍 tapi masih penasaran jung itu sebenernya kaya gimana ??

avatar

So sweeet 😍😍 tapi masih penasaran jung itu sebenernya kaya gimana ??

Click to comment