Type something and hit enter

On
advertise here

In Ho kesal pada In Ha yang tak punya harga diri. Ia menendang kesal barang-barang In Ha. In Ha tak peduli, toh harga diri tak bisa memberinya makan atau rumah. 

“Kenapa sok peduli padaku? Apa hakmu? Bagiku, kau lebih jahat  daripada Jung. Kau tahu?” ujar In Ha.

In Ha membereskan barang-barangnya dan membawanya masuk ke kamar. In Ho teringat masa lalu.

Kilas balik..


Saat SMA, Jung dan In Ho masih berteman. In Ho menunjukkan brosur Daniel Redkovich (Pianis idola In Ho) yang akan menggelar konser di korea. In Ho pikir ia tidak akan bisa melihat idola pujaannya sampai ia mati, tapi ternyata ia salah.

“Lihat saja. Akan kucari lembar musik hasil aransemennya di internet. Kuminta dia menandatanganinya dan kusimpan selamanya.” Kata In Ho pasti.

Jung membaca brosur tersebut dan menemukan kalau hari konser Daniel Redkovich sama dengan kompetisi In Ho. In Ho berencana untuk tak ikut kompetisi tapi Jung melarangnya karena ayahnya pasti akan datang. In Ho tak mau karena ia tak tahu kapan Daniel Redkovich akan datang lagi.

“Aku tak ikut campur. Kalau kau ingin pergi, coba yakinkan ayahku.” Kata Jung.

“Dasar tak berperasaan. Namamu saja yang Yoo Jung [kasih sayang]. tapi aslinya tak berperasaan.” Jawab In Ho.

Tapi mereka hanya bercanda. In Ho meminta Jung menemani latiha di ruang piano karena ia akan bosan jika sendirian.  


Ternyata ruang piano sedang dipakai latihan oleh Yong Soo. Jung menyapa ramah Yong Soo, ia tahu kalau Yong Soo juga akan ikut kompetisi. 

In Ho mengerti bahwa Yong Soo juga dapat support dari keluarga Jung,,” Berusaha lebih keras. Bisa-bisanya tak pernah menang?”

In Ho bahkan menghina buku yang digunakan sebagai acuan Yong Soo untuk latihan menghadapi kompetisi. In Ho mengatakan kalau permainan Yong Soo tak memiliki jiwa. Ia lalu menyuruh Yong Soo untuk segera keluar dan melarangnya berlatih lagi.


Setelah Yong Soo keluar In Ho duduk di bangku piano. Jung menasehati In Ho untuk menjaga kata-kata In Ho. 

“Kenapa? Aku begitu untuk kebaikannya. Toh, aku tidak ikut kompetisi kali ini.” jawab In Ho.

Jung kembali menegur In Ho. In Ho menyombong, ia kan selalu menang, ia ingin istirahat kali ini dan pasti akan kembali menang lain kali.


Tapi pada akhirnya In Ho tetap mengikuti komperisi. Di bangku penonton ada ayah Jung juga In Ha (yang ketiduran). Selesai bermain, In Ho mendapat sambutan yang baik dari semua penonton, kecuali In ha yang merasa tak senang.


Ayah Jung bertanya pada In Ha dimana Jung, bukannya tadi datang bareng In Ha tapi kok gak nonton In Ho. In Ha mengatakan kalau Jung pamit pergi ke tempat lain sebentar dan akan kembali sebelum kompetisi berakhir.

“Seperti tidak ada hari lain saja. Tidak ada masalah di sekolah, kan?”
“Kalau ada aku pasti sudah lapor pada anda, kan?”

Lalu In Ha mengajak Ayah Jung untuk makan bersama di restaurant di dekat tempat kompetisi karena ia mendengar kalau makanan disana enak. Ayah Jung setuju, ada yang ingin ayah katakan pada semuanya.


Ayah mengatakan rencananya untuk mengadopsi Baek bersaudara. Semuanya terkejut. 

“Kenapa terkejut begitu. Sudah lama kita tinggal bersama. Kita sudah seperti keluarga. Dan aku ingin kalian, menjadi saudara Jung di masa depan. Jadi sebelum terlambat, aku ingin mengadopsi kalian. Menurut kalian bagaimana? Tidak perlu memutuskannya sekarang. Pikirkan saja pelan-pelan.”

In Ho melihat kearah Jung, ia tersenyum dan Jung membalas senyumnya.


Malamnya, In Ho bicara berdua dengan In Ha. In Ha tidak senang dengan rencana pengadopsian ini karena itu berarti ia tidak akan bisa menikah dengan Jung padahal itu adalah keinginan terbesarnya. In Ho mengingatkan In Ha kalau Jung juga belum tentu mau menikah dengan In Ha.

“Hentikan omong kosongmu, dan lakukan saja yang Ahjussi mau.” Kata In Ho.

In Ha berpikir kalau Jung bakalan tak menyetujui hal ini. In Ho menyalahkannya. Ia merasa Jung hanya terkejut sama seperti ia dan In Ha dan dari ekspresi Jung tidak menunjukkan kalau Jung bakalan menolak.

“Kau pikir itu perasaannya yang sesungguhnya? Kau masih tidak mengenal Jung?”

“Aku mengenalnya lebih baik darimu.”

“Akulah yang lebih mengenalnya.” Bantah In Ha.


In Ho akan berlatih piano. Ia masuk ruang piano dan ia mendengar ada  yang girang. In Ho merebut CD yang di pegang Yong Soo. In Ho melihat kalau itu itu adalah CD yang ditandatangani Daniel Redkovich. In Ho tanya dimana Yong Soo mendapatkannya. Yong Soo mengambil CD nya kembali dan segerakeluar dari ruang piano.


“Aku yang memberikannya.” Ujar Jung.

In Ho terkejut. Jung menjelaskan kalau ia pergi ke konser Daniel Redkovich. In Ho menemukan penyebabnya sekarang, kenapa waktu itu Jung tak datang ke kompetisinya, tapi kenapa Jung memberikan CD itu pada Yong Soo.

“Itu akan membantu Yong Soo.” Jawab Jung sambil senyum.

In Ho merasa kalau Jung sedang marah padanya. Jung mengelaknya tapi In Ho tahu Jung bohong karena kentara banget. In Ho menebak mungkin gara-gara rencana adopsi itu. Jung masih tersenyum, ia mengatakan kalau itu adalah rencana ayahnya.

“Bukan ayahmu, tapi kau? Bagaimana perasaanmu? Kalau kau tidak suka, bilang saja. Laki-laki apaan...”

Kata-kata In Ho dipotong Jung. Jung menjelaskan kalau tidak ada bedanya. Mau dia tidak setuju atau setuju dengan rencana itu. In Ho masih belum percaya tapi Jung meyakinkannya kalau itu tak ada bedanya, lalu ia keluar duluan dan masih tersenyum.


Saat makan siang. Yong Soo ikut gabung dengan Jung, In Ho dan In Ha. Yong Soo bicara akrab dengan Jung dan hal itu aneh bagi In Ha dan In Ho, mereka meyuruh Yong Soo makan saja tak usah banyak bicara.


Saat In Ho masuk ke ruang piano, disana ada Yong Soo yang sedang berlatih dan Jung yang menontonnya. Jung menkode In Ho untuk diam/tenang agar tak mengganggu Yong Soo. In o tidak segera pergi dari sana, ia semakin merasa kalau Jung berubah dan menjauh darinya.


Jung diajak anak-anak nakal untuk kencan buta di bar Remember jam 8 malam nanti. Jung tak mengiyakannya. Kemudian Yong Soo datang, ia mendengar kalau Remember itu tempat bahaya. Jung menjelaskan kalau mereka (anak-anak nakal tadi) tidak seburuk yang dikatakan orang-orang jika sudah mengenalnya. Jung mengajaknya pergi kesana juga. Yong Soo mau-mau saja kalau Jung yang mengajak.


Lalu In Ho datang,  ia menegur Yong Soo yang bukannya berlatih lebih keras malah mau pergi ke bar. Jung juga mengajak In Ho untuk datang tapi In Ho tak mau. 

In Ho melihat Jung,,” Sekarang kau... “ ia berhenti sebentar lalu melihat kearah lain “Pokoknya, hati-hati. Jangan melakukan hal aneh. Jangan sampai ayahmu tahu.”

“Kalau tidak ada yang bilang, mana mungkin ayahku tahu? Iya, kan?” tanya Jung.

“Apaan?” jawab In Ho.

Lalu In Ho beralih ke Yong Soo. Ia mendengar kalau Yong Soo akan ikut kontes lagi, ia menyuruh Yong Soo untuk berlatih lebih keras daripada peri ke tempat itu,,” Keuanganmu masih dibantu. Bagaimana kalau kau tidak lolos babak penyisihan?”

Yong Soo pergi dengan kesal.


Pesta Miras (minuman keras) dimulai di Bar Remember bahkan mereka masih memakai seragam. Lalu Yong Soo datang.  Anak nakal yang mengajak Jung tdi tanya, mau ngapain Yong Soo ada disana. Yong Soo mencari Jung yang katanya tadi akan datang.

“Yoo Jung? Apa dia bilang akan kemari?” tanya sia anak nakal.

“Entahlah.” Jawab temannya.

Lalu datanglah pakpolisi untuk menggrebek mereka.


Saat di sekolah, semua yang ada di bar remember malam itu di hukum guru BK. Dan Yong Soo tak diijinan untuk mengikuti kompetisi piano lagi.

Mereka penasaran, siapa yang memberitahu guru tantang rencana mereka yang akan pergi ke Bar malam itu. padahal mereka yakin kalau tidak banyak orang yang tahu. Young Soo mencurigai In Ho.


Lalu setelah hukuman mereka selesai, mereka mengeroyok In Ho dan memukuli In Ho. In Ho bersumpah kalau bukan ia yang melapor tapi tak ada yang mempercayainya. Young Soo yang sangat kesal dengan In Ho memukul tangan In Ho dengan tongkat besi yang biasa digunakan untuk memukul bola bisbol. In Ho meringis kesakitan.


Jung melihat In Ho yang dikeroyok rame-rame  tapi ia hanya melihat saja tak berniat membantu. In Ho juga melihat kea rah Jung. Setelah In Ho melihatnya ia pergi begitu saja tanpa membantu In Ho.


In Ho dirawat di rumah sakit. Ayah Jung menjengukya. Ayah minta maaf, ia hanya ingin In Ho menjadi saudara Jung,,”Apa itu sangat tak nyaman?”

In Ho tak menjawabnya. Ia menyibak selimut lalu mencopot paksa infusnya dan pergi dari rumah sakit.


In Ho mendatangi Jung. Ia masih berharap kalau Jung bukan pelakunya. 

“Apa yang harus kukatakan, agar kau tenang?” tanya Jung.

“Apa benar kau penyebabnya? Kutanya apa benar kau penyebabnya?”

“Tentu saja tidak. Kau sendiri yang menyebabkannya. Pikirkan saja sendiri.”


In Ho meremas baju Jung,, “Bajingan! Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau melakukannya?!”

Jung balik bertanya, kenapa orang-orang menginginkan sesuatu yang bukan milik mereka. Mereka salah mengira sesuatu yang bukan milik mereka. dan akhirnya mereka akan kehilangan semuanya.

“Kau melakukan ini padaku, karena kau tidak suka kami diadopsi? HANYA KARENA ITU?!” In Ho meneteskan airmata

Jung melepaskan tangan In Ho dari bajunya, ia membenaskan In Ho untuk berpikir sesukanya lalu ia meninggalkan In Ho.


In Ho melihat ke bawah, melihat tangannya yang diperban, ia menangis sampai sesenggukan.


Lalu In Ho memilih keluar dari rumah Jung. In Ha bertanya In Ho mau kamana.

“Aku tak tahu. Jangan tunggu aku.” Jawab In Ho.

“Baik, pergilah. Kau selalu seperti ini. Aku pasti sudah lupa. Kau itu orang yang bisa meninggalkanku semaumu. Pergilah. Jangan pernah kembali lagi. Aku akan hidup sendiri.” kata In Ha. Sebenarnya In Ha juga berkaca-kaca saat mengatakan hal itu. 

“Jangan berani kembali! Aku tidak akan tinggal diam.” Lanjut In Ha lalu akan kembali masuk ke dalam rumah.

Dan In Ho beneran pergi meninggalkannya lagi sama seperti saat In Ho meninggalkannya dulu saat In Ho berhasil kabur duluan dari jendela.

In Ha tak jadi masuk, ia menatap kepergian In Ho.

Kilas balik selesai..


In Ho keluar dengan kesal.


Jung mengantar Seol sampai di depan rumahnya. Seol berterimakasih dan segera keluar dari mobil, ia tidak berlama-lama bersama Jung.


Jung mendapat SMS dari In Ho yang mengajaknya bertemu.


In Ho sudah menungu, saat Jung datang, ia langsung mencengkeram kerah jaket Jung,,” Apa yang telah kau lakukan pada Baek In Ha?”

Jung menjawab sinis, sepertinya In Ha tidak bisa menunggu dan memutuskan untuk membuka mulut. Jung menampik tangan In Ho yang mencengkeram bajunya,,” Bertingkah seperti itu setelah mendapatkan yang dia mau, Aku sudah muak.”

In Ho mengatai Jung brengsek. Jung masih kalem, ia beetanya, sampai berapa lama lagi In Ho akan berkeliaran disekitar Seol. Jung melihat kalau In Ho melakukan ini untuk membuatnya marah,,”Tapi bukankah kau juga terlihat menyedihkan? Cepatlah sadar dan pikirkan masa depanmu!” 


In Ho punya permintaan pada Jung,,” Biarkan aku memukulmu kali ini saja. Aku benar-benar ingin memukulmu. Satu lawan satu. Bagaimana?”

Jung menijinkannya. Dan In Ho langsung meninju pipi Jung. Jung balas memukul. Kemudian mereka saling menendang dan akhirnya sama-sama tergeletak. Mereka sama-sama berdiri.

“Baiklah, ayo kita saling bunuh, brengsek. Malam ini suasana tepat, brengsek! Kubunuh kau! Haish.” Ujar In Ho. 

Lalu mereka saling pukul lagi. Jung sudah menahan ini sejak lama. Mereka terus berkelahi dan saling melontarkan kata-kata makian satu sama lain.


Bahkan Jung yang biasanya sangat tenang kali ini banyak mengeluarkan kata-kata kotor untuk In Ho. In Ho tidak habis pikir bagaimana Jung yang jago berantem menahan diri selama ini.

“Seharusnya tunjukkan wajah aslimu lebih cepat, brengsek! Jadi, pertemanan kita tidak akan menjadi seburuk ini (Karena Jung  bisa membantunya melawan para anak-anak yang mengeroyoknya dulu).” lanjut In Ho.

“lagi-lagi kau menyalahkanku. Bertingkah seperti korban saat mengambil milik orang lain.”

“Lalu kau sendiri? Durimu berdiri seperti landak, ketika di hasut orang lain. Kaulah yang mengirim penguntit itu, dan sekarang kau gunakan orang lain untuk menyingkirkannya. Begitukah caramu melindungi rambut anjing?”


Jung berdiri. Meyuruh In Ho untuk menutup mulut, ia akan mengatasi semuanya.

In Ho ikut berdiri, ia berteriak,,” Tetap saja! Kupikir perasaanmu pada rambut anjing benar-benar tulus. Apa kau bahkan tahu apa artinya menyukai seseorang, brengsek?!”


Jung tak tahan lagi, iamencengkeram baju In Ho dan membentak,, “Apa urusannya denganmu?!”

“Karena aku menyukai rambut anjing.” Jawab In Ho melemah. Ia berhenti untuk mengambil nafas, lalu melanjutka kata-katanya lagi,,” Karena aku menyukai rambut anjing, jadi itu urusanku, brengsek!”

“Bagus. Memang inilah keahlianmu. Berlagak sebagai teman, tapi menusukku dari belakang!” kata Jung penuh kekesalan., lalu melayangkan tinjunya ke pipi In Ho.

In Ho tersenyum sinis, ia merasa kalau Jung lah yang menusuknya duluan,,”Ah..(In Ho mengangkat tangan kirinya), Ini tidak dihitung , kan?”


Lalu mereka adu pukul lagi. jung berhasil mengunci leher In Ho, Jung memperingatkan In Ho sekali lagi untuk menjauh dari Seol. In Ho tak mau, In Ho berhasil menendang kaki Jung membuat mereka berdua roboh. 

Mereka saling merintih sakit,, mereka istirahat sejenak.


“Memang apa yang bisa kau lakukan untuk Seol?! Hidupmu sendiri saja berantakan.” Tanya Jung.

“Kalau begitu katakan padaku, brengsek! Seperti yang kau lakukan kepadaku, apa kau bisa jamin tidak akan terjadi pada rambut anjing? Apa kau bisa menjaminnya, brengsek? Geez. Orang brengsek sepertimu. Akan menunjukkan sifat asline nanti. Orang sepertiku saja tahu. Kau pikir rambut anjing tidak? Sembunyikan yang memang harus disembunyikan, brengsek! Kaulah penyebab hidup semua orang berantakan. Orang yang seharusnya menjauh dari rambut anjing, bukan aku, tapi kau, brengsek!(menendang Jung)”


Jung balas menendang In Ho. Dan mereka saling berguling-guling sambil saling menyalahkan satu sama lain.

In Ho: Hei brengsek! Berapa lama lagi kau akan sadar?
Jung: Kaulah yang harus menjauhinya, brengsek!


Seol di kamarnya, Jung SMS menyuruhnya untuk keluar sebentar Karena ia sekarang berdiri di depan rumah Seol.


Seol keluar, ia melihat Jung. Dan kaget karena wajah Jung babak belur. Seol bertanya apa yang terjadi tapi Jung tak menjawabnya. Ia hanya memeluk Seol.


 Lalu Seol membawa Jung ke restaurant yang sudah tutup untuk mengobati luka Jung. Seol tahu kalauJung pasti berkelahi dengan In Ho.

“Dia yang mulai duluan.” Jawab Jung.

Seol ingin penjelasan, Jung bukanlah orang yang mudah tersulut emosinya dan berkelahi begitu saja. Seol ingin Jung cerita padanya, apa sebenarnya masalah Jung dengan In Ho di masa lalu sampai masih terbawa hingga sekarang, kenapa Jung benci banget sama In Ho.

Kilas balik…


Disaat In Ho selesai bermain piano untuk kompetisinya saat itu juga Daniel Redkovich selesai dengan penampilan memukaunya. Jung ada di tengah-tengah penonton yang memberi tepuk tangan meriah untuk Daniel Redkovich.


Jung mendapat kesempatan untuk minta tanda tangan Daniel Redkovich. Satu di CD (yang ia kasihkan kepada Yong Soo) dan satu di buku aransemen untuk In Ho, bahkan Daniel Redkovich jugamenulis nama In Ho di buku itu lalu menandatanganinya.


Beralih ke In Ho dibelakang panggung. In Ho menyombong pada Yong Soo kalau semua penonton kagum pada permainannya tadi. Yong Soo melihat kalau ketua (Ayah Jung) ada di barisan penonton. In Ho menjelaskan kalau Ayah Jung datang untuk melihatnya walupun ia sudah mengatakan tak usah datang tapi Ayah Jung tetap datang.

Yong Soo penasaran, bagaimana In Ho bisa dekat dan berteman dengan Jung. In Ho tahu arah pembicaraan Young Soo, ia tahu kalau Yong Soo mau berteman dengan Jung karena Ayah Jung adalah penyokong keuangannya,,” Kenapa? Kau ingin jadi temannya juga? Karena ahjussi donaturmu?”

 Jung senang telah mendapat tanda tangan dari Daniel Redkovich. Dan ia akan memberikannya pada In Ho, tapi ia berhenti karena mendengar percakapan In Ho dengan Yong Soo.


In Ho: Mimpi saja. Mungkin saja dia tersenyum, tapi sebenarnya dia membenci orang sepertimu. Yoo Jung berasal dari keluarga kaya dan dia populer di kalangan murid cewek. Semua orang iri padanya. Itu karena kau tidak berteman dengannya, Hidupnya sangat menyedihkan. Apa bagusnya keluargamu kaya? Jung tidak punya mimpi dan tidak bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Karena itulah segalanya dia anggap enteng. Mungkin cuma aku yang mengerti dia. 

Yong Soo: Dia benar-benar kasihan.


Jung mendengar semua perkataan In Ho itu.

In Ho memberi semangat pada Yong Soo agar melakukan yang terbaik. 

Jung melihat lagi buku aransemen yang ia bawa, ia tersenyum miris.


Lalu saat Ayah mengatakan kalau ia berencana untuk mengadopsi In Ho dan In Ha. Jung awalnya kaget namun ia masih bisa tersenyum.


Saat di rumah, Jung mencuri dengar Ayahnya yang sedang berbicara di telfon.

Ayah: Aku berencana untuk mengadopsi mereka. Aku sudah banyak merepotkanmu Prof. Baek. Kubilang aku akan merawat cucumu (Sepertinya Prof baek tak setuju). Kenapa anda bilang begitu? Kenapa seseorang yang telah menelantarkan mereka bilang begitu? Jung tidak akan menolaknya. Tidak ada alasan baginya untuk menolak.

Ayah: Apa? Mengawasi mereka? Bagaimana mungkin itu dianggap sebagai mengawasi mereka? Kau tahu Jung itu seperti apa. Dia bukannya aneh, tapi kalau dia dibiarkan sendiri. dia akan mendapat masalah dengan hubungan sosialnya. Kalau tidak ada orang disampingnya. Dia tidak akan bisa hidup sendiri. Karena itulah dia butuh saudara. Dan juga, keputusanku ini demi kebaikan Jung. Akan kuurus proses pengadopsiannya, jadi jangan mengkhawatirkan masalah ini lagi.

Kilas balik selesai..


Sejak saat itulah semuanya dimulai. Jung bukannya setuju dengan rencana adopsi itu. awalnya memang ia syok tapi ia masih bisa menerimanya. tapi orang yang ia pikir adalah teman, ternyata hanya mengawasinya, ia sulit menerimanya. Ayahnya tahu semuanya. Meski begitu... Ayah Jung hanya mengawasi mereka.

“Dia selalu bilang padaku,'Yang lembut' atau 'Jangan serakah' 'Pikirkan orang lain.' Seolah aku telah melakukan suatu kesalahan. Apa aku seaneh itu? Apa aku benar-benar aneh? “ tanya Jung.


Seol memeluknya dari samping. Ia menyadari kalau mereka awalnya tidak saling suka bahkan saling membenci dan diperlakukan seperti orang aneh. Tapi setelah ia memikirkan tentang hal ini sekarang, mereka (ia dan Jung) tidak aneh, hanya berbeda. Jung orang yang seperti ini dan Seol orang yang seperti itu. hanyalah Orang yang berbeda.

“Aku sering mendengar bahwa aku sensitif dan menjengkelkan. Jadi aku jadi kepikiran. Tapi pada akhirnya, 'Seperti itulah aku.' Mungkin aku tidak yakin, tapi sunbae... tidak punya banyak kesempatan untuk dapat jujur pada orang lain. Semua itu pasti membuatmu kesepian. Mulai sekarang jangan dipendam sendiri. Kita akan melaluinya bersama. Aku benar-benar ingin mengenal sunbae.”


Jung takut, ia takut kalau Seol akan meninggalkannya jika Seol tahu dirinya yang sebenarnya. Seol melepaskan pelukannya dan menatap Jung lalu memegang tangannya. 

“Aku... sangat menyukai sunbae. Lebih dari sebelumnya."


Jung juga memegang tangan Seol.  Bagi Jung, Seol berbeda dari orang lain. Seol selalu mengamatinya dan Seol selalu bilang kapanpun Seol tidak menyukai sesuatu. Mungkin terdengar lucu tapi semua itu membantunya, Tak peduli Seberapa kecilnya mereka tampak oleh Seol. Mungkin karena Seol takut padanya. Takut nanti ia marah. Ia tidak suka itu. Tapi sekarang berbeda. Sekarang, Ia takut Seol akan meninggalkannya.

“Aku juga sangat menyukaimu... Sangat... Menyukaimu.”



Lalu Seol memeluk Jung haru. 


In Ho meihat mobil Jung ada di depan restaurant. Ia mendesah,,”AH..s akitnya. Ah… Dinginnya, Dingin” sambil berjalan gontai menjauh dari sana.



13 komentar

avatar

Dramanya bikin greget..seru bgt
Thx kk ♥
Ditunggu sinopsis selanjutnya

avatar

Terima kasih sinopsisnya,jd lebih paham jlan ceritanya klo sudah baca sinopsisnya

avatar

ternyata seprt itu jung di masa lalu kasihn😣

avatar

Baca komiknya jadi tertarik sama dramanya.. hihi..

avatar

sunbae , walaupun babak belur begitu masih kece..

avatar

jdi bingung harus berpihak kmana? jung yoo atau baek in ho. Sma2 sweet, sma2 punya masalah yg rumit 😭

avatar

memang sakit dikhianati teman yg qt percaya, apalagi punya ayah yg menuntut kesempurnaan. apalg tdk bisa mengungkapkan keinginan sendiri, untung ndak jd si sen gi, yo na, perry park

avatar

Ini drama selalu bikin greget. :-)
semangat ngrecapnya min,

avatar

Kasian jung.. harus 'sempurna',, duhhhhh gregettttt.. gak sabar nunggu kelanjutannya.. daebak .. trims sinopsisny

avatar

Bener tuh, aku jg mau komentar Bgt.

avatar

Bora sama euntaek nya jarang Bgt munculnya. Penasaran mereka Nnt jadian ga ya,

avatar

Ternyata sifat asli jung itu emang dasarnya penuh kasih sayang..pantes aza dy keliatan tulus kalo lg sama sora..aku suka mereka berdua...pasanga sempurna...thanks tuk sinopsisnya yah

avatar

Ternyata sifat asli jung itu emang dasarnya penuh kasih sayang..pantes aza dy keliatan tulus kalo lg sama sora..aku suka mereka berdua...pasanga sempurna...thanks tuk sinopsisnya yah

Click to comment