Type something and hit enter

On
advertise here

Eun Chul ke kamar mandi, ia kagum dengan kecanggihan yang ada disana.  ia memutuskan untuk berendam di bathup.


Bom menemani Young Mi kerumah peramal, Bom masih memikirkan omongan Eun Chul tadi sampai tak memperhatikan omongan Young Mi. Young Mi mencoba menghibur Bom, ia yakin kalau Eun Chul tadi mengatakan yang sebenarnya taka da maksud lain. Tapi Bom masih terganggu karena hal itu. 

“Waktu dan situasinya sama persis” jelas Bom.


Young Mi ingin bertanya lebih lanjut tetapi peramal keburu datang. Young Mi memberitahu tanggal lahirnya juga Eun Chul, ia bertanya pada peramal apa mereka akan hidup bahagia?

Peramal melakukan ritual, ia berkeliling meminta bantuan Tuhan untuk memberitahunya,  peramal menggunakan mengibaskan kain merah keseluruh ruangan. Bom memperhatikan setiap gerakan kain itu.


Tiba saatnya kain itu menunjuk jam tepat pukul 4 sore. Bom langsung berdiri, ia ingat apa yang dilihatnya, jam 4 tepat dan juga kain merah. Young Mi tak mengerti kelakuan Bom, ia meminta Bom untuk segera duduk kembali.

Peramal menegur Young Mi, jika Young Mi ingin mengetahui nasib pernikahannya mengapa Young Mi membawa orang asing? Young Mi menjelaskan kalau Bom bukan orang asing. Bom adalah adik dari suaminya.


Peramal bisa melihat kalau Bom bukan adik Eun Chul, Bom benar-benar orang asing. Young Mi membantu Bom, ia mengatakan kalau suaminya punya 2 adik. Peramal kembali mengatakan kalau suami Young Mi hanya punya 1 adik yang umurnya jauh dibawahnya dan itu bukan Bom.

“Itu artinya Oppa dan Eun Sol bukan saudara kandungku?” Tanya Bom.


Dalam Perjalanan kembali dari rumah peramal tadi, Young Mi mengatai peramal itu dengan berbagai kata-kata kasar, kemudian ia menyentuh perutnya minta maaf pada bayinya karena ia sangat marah. Tapi Bom yakin kalau kata peramal tadi ada artinya, bukan asal ngomong.

Tapi Young Mi menganggap peramal tadi hanya bicara omong kosong. Tak masuk akal kan jika Bom bukan saudara Eun Chul?

“Jika hal ini terjadi dilain waktu mungkin aku akan berpikir lain tapi ini sangat mirip dengan jam yang aku lihat sebelumnya. Bagaimanapun juga, aku berpikir kalau  jam itu mencoba menceritakan kalau aku bukan bagian dari keluarga kami.” Jelas Bom.

Young mi bertanya darimana Bom bisa melihat jam itu sebelumnya? Bom menceritakan kalau ia melihat kejadian dengan menyentuh bajunya. Young Mi menyuruhnya berhenti, ia tak percaya Bom mengungkit cerita itu lagi.

“Apa yang kau lihat? Apa kau ingin jadi peramal?” Young Mi iseng.

Bom menggeleng, ia yakin kalau ada sesuatu.apa yang Eun Chul katakana tadi juga kata-kata peramal itu. young Mi tak mau membahas itu lagi, ia mengajak Bom shopping tapi Bom tak mau, ia minta diturunkan di toko Laundry.

“Mau ngapain di toko Laundy? Bukannya hari ini toko tutup? Apa kau akan bersedih sendirian lagi dan berpikir yang taka da gunanya? Ugh, Sungguh. Jika kau bukan temanku…” Young Mi memperingatkan Bom. Tapi ia mengalah dan mengajak Bom shopping lain kali.


Ibu berjalan lemas karena pihak Bank tak bisa lagi memberinya pinjaman. Ibu melihat tempat pegadaian, mungkin?


Mamy masuk rumah dengan terburu-buru, langsung ke toilet. Eun Chul yang sedang berendam merasakan ada orang, kemudian ia membuka tirai dan sangat terkejut melihat Mamy yang duduk di closet, begitupun Mamy.

Mereka kemudian kembali keruang tamu. Eun Chul minta maaf pada mamy, dia tadi Cuma mau mandi. Mamy memintanya untuk melupakan kejadian ini dan mereka sepakat untuk bersikap biasa seperti hal tadi tak pernah terjadi.


Ibu membawa seseorang untuk melihat-lihat toko laundy Bom. Kemudian ada pelanggan datang, Ibu menerimanya, karena ia yang membuka pintu.

Dalam buku catatan Bom terdapat banyak uang, Ibu membereskan uang itu. pelanggan itu memperhatikan uang itu. setelah ibu selesai menulis pelanggan itu pergi.


Bom dan Young Mi datang. Bom Tanya siapa laki-laki itu? tanpa menunggu jawaban, ia sudah tahu kalau Ibu akan menjual toko Laundrynya. Ibu mengelak, ia hanya ingin melihat berapa harga Toko Laundry ini, lalu ibu meminta laki-laki tadi keluar.

“Meskipun begitu. Kenapa Ibu tak bertanya padaku? Ini adalah tokoku?” Bom kesal.

Bom menghabiskan seluruh tabungannya dan juga meminjam uang untuk membeli tokonya ini.

Young Mi menenagkan Bom. Tapi Bom tak terkendali, ia marah-marah, bagaimana bisa Ibu menjual toko laundrynya untuk bisa menikahkan Eun Chul?

“Biarkan saja Oppa tinggal dirumahnya Young Mi, bereskan?” Saran Bom.

Ibu tak bisa melakukannya. Bom kembali kesal, kenapa Ibu begitu memperhatikan Oppanya tapi pada dirinya selalu diperlakukan berbeda?

“Bagaimana denganku, Ibu tak memikirkan aku sedikitpun? Apa aku bukan anak Ibu? Apa aku bukan bagian dari keluarga ini? Jika aku putrimu bagaimana bisa Ibu melakukan ini?” Bom memberondong Ibu dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal hatinya.

Ibu menganggap Bom mabuk disiang bolong. Bom tak mau tahu, ia menyuruh Ibu dan Young Mi keluar, ia akan mengganti password tokonya.

***

Eun Chul berpikir, jika ia berhati-hati untuk menjaga hal seperti tadi terulang lagi, ia yakin kalau ia akan hidup dengan nyaman dirumah mertuanya. Ia meraba kulitnya dan terasa lebih halus setelah mandi disana.

Kemudian ia menyentuh mejanya yang penuh debu dan bergumam kalau debu tak baik untuk bayi.

“Jika kita punya 1 robot pembersih itu, bisa jadi tempat ini akan bersih sepanjang waktu.”

Ia memikirkan tawaran Mamy yang menyuruhnya tinggal disana bersama Young Mi.
  

Mulailah khayalan Eun Chul. Ia bisa bersantai dengan Young Mi yang sebentar lagi akan melahirkan. Disana juga ada Bom yang mencoba duduk di kursi massage dan ada Eun Sol yang berkeliling rumah, ia kagum dengan keindahan aquarium dirumah Oppanya.

Kemudian Eun Sol menunjuk kalau dirumah itu ada 3 robot pembersih. Eun Chul memperbolehkan Eun Sol untuk membawa 2 dari mereka untuk diberikan pada Ibu, ia juga memperbolehkan Eun Sol untuk berendam di kamar mandinya agar stressnya bisa hilang.

Untuk Bom, Eun Chul akan memberikan kesempatan padanya pergi ke swedia guna membeli deterjen disana sesuai dengan nama toko Laundrynya, agar tidak menggunakan detergen korea lagi.

Untuk supir Park, Eun Chul memberinya mobil karena Eun Chul sudah bosan memakainya.


Tiba-tiba Young Mi membuyarkan khayalan Eun Chul, ia bercerita kalau Ibu akan menjual toko Laundry Bom, ia merasa tak enak pada Bom. Kemudian Eun Chul mengusulkan untuk tinggal dirumah Young Mi saja agar tak menyusahkan Bom.


Soo Chul menjajakan coklat pada pejalan kaki. Eun Sol tak tega melihatnya, ia menghampiri Soo Chul. Soo Cul bertanya tentang audisinya? Ia mengatakan kalau ia mendapat peran antagonis dan itu tak terlalu buruk. Soo Chul memberinya selamat.

Untuk merayakan keberhasilannya, Eun Sol membeli coklat Soo Chul lalu ia memberikan coklat itu pada Soo Chul. Eun Sol akan mengambil dompetnya, namun malah pembalut luka titipan Soo Chul terlihat ditasnya. Eun Sol tak tahu harus menjelaskan apa.

“Kau tidak memberikannya pada Bom?” Tanya Soo Chul. 


Eun Sol menjelaskan kalau ia pergi untuk memberikannya tapi..

“Noona tahu kalau itu dariku?” tebak Soo Chul.

Eun Sol membenarkan. Ia berkata kalau Bom tahu kalau itu dari Soo Chul dan merasa terbebani.

Ah! Aku tak tahu! Tak tahu!”  Batin Eun Sol.


Bom berjalan dipinggir jembatan, ia memikirkan kejadian berturut-turut yang dialaminya. Ia berpikir kalau jam itu memberitahunya kalau ia bukan anggota keluarganya. Dia menebak, apa mungkin saat dia tergeletak itu karena Shock? Kemudian Bom menyetop taxi. 


Eun Sol dan Young Mi menghadap Mamy, mereka ingin mendiskusikan masalah rumah. Eun Chul sudah memutuskan dimana akan tinggal, bukan dirumah Ibu maupun rumah ini. Mereka akan tinggal di studio.

“Bagaiman dengan uang, apa kau punya uang?” Tanya Mamy.

Oleh sebab itu mereka datang menemui Mamy. Mereka meminta pinjaman pada Mamy untuk menyewa studio. Mamy masih tak percaya.

“anggap saja Mamy meminjamimu. Lalu bagaimana kau bisa mengembalikannya?” Mamy kembali bertanya.

Eun Chul menjelaskan kalau ia akan mengajar di akademi walaupun gajinya sedikit dan malamnya, ia akn menjadi supir. Ia tak mau bergantung pada orangtua lagi, ia ingin melakukan semuanya sendiri.

“Bagaimana bisa kau sendiri? kau masih punya aku juga bayi kita.” Ujar Young Mi.

Mamy tak tahan melihat mereka memelas seperti itu.

***

Bom mendatangi rumah bibinya, ia ingin bertanya apa benar ia adalah anak angkat? Tapi bibinya tak mau membukakan pintu juga tak mau menjawab pertanyannya.

*** 



Soo Chul masih terbayang janjinya pada Bom. Mereka melakukan janji jari kelingking stempel dengan jempol dan mengkopi dengan cara bersalaman. Ia memegang coklat berwadah Hati yang ada didepannya. Tapi ia memantapkan hatinya untuk tak memikirkan itu lagi, ia tak mau Bom kembali terbebani.

Ki Joon datang, ia akan membeli coklat Soo Chul yang tersisa 2 satu untuk Mi Young (pacarya) dan satunya untuk Bom. Tapi Soo Chul tak menjual yang bentuk Love, ia akan memberikan itu pada Bom.


Bibi keluardari rumahnya, ia berbicara ditelfon mengenai Bom yang datang kerumahnya. Bibi tak tahu Bom mendengar darimana kalau ia sebenarnya adalah anak angkat tapi Bibi juga tak bisa memberi penjelasan pada Bom kalau hal itu memang benar.

Ternyata Bom mendengar semuanya, ia jongkok dibalik dinding sehingga tak terlihat oleh bibi.

“Apa benar aku bukan putri di keluarga ini?” Tanya Bom terkejut dan juga terpukul.

Bibi diam saja tanda itu memang kenyatannya. 


Bom berjalan sambil melamun, ia mengingat kembali bagaimana Ibu selalu memperlakukannya berbeda dari Eun Chul dan Eun Sol, Ibu yang kerap kali memukulinya dan memberinya potongan ikan kecil tak seperti untuk Eun Chul dan Eun Sol. Ia mengerti sekarang sebabnya. 


Bom melihat ada seseorang yang celingukan didepan tokonya. Bom menghampirinya tanpa curiga, ia bertanya ada apa orang itu didepan tokonya? Orang itu adalah pelanggan yang dilayani oleh Ibu tadi.

Pelanggan itu mengatakan kalau ia meninggalkan barang penting di bajunya, dan ia datang untuk mengambilnya. Bom mengerti ia mempersilahkan pelanggan itu masuk. Bom membuka pintu tokonya.


Soo Chul membawa coklat untuk Bom. Tapi ia masih ragu-ragu. Ia menyesal pernah berjanji untuk memberikan coklat valentine pada Bom. Tapi ia tetap melangkah ke toko laundry.


Karena tokonya tutup, ia berencana untuk menaruhnya didalam. Soo Chul mencoba menekan kode yang ia tahu namun tak bisa, karena Bom telah mengganti kodenya. Didalam toko yang gelap. Pelanggan membekap mulut Bom agar tak berteriak. Dan mengancamnya dengan pisau.

Bom mencoba sekuat tenaga untuk memanggil Soo Chul, namun sia-sia dan Soo Chul juga segera pergi.


Bom berpikir kalau ini adalah akhir hidupnya. Jam 9 kurang 1 menit.

Jadi seperti ini. Apa aku akan meninggal seperti ini?” Batin Bom.


Kemudian Soo Chul muncul dari pintu belakang, tadi ia sempat melihat Bom dibungkam mulutnya lalu berlari menuju pintu belakang. Soo Chul menendang sang penjahat.

Bom berhasil lepas, ia akn menelfon polisi namun penjahat keburu kabur dan menjatuhkan ponsel yang dipegang Bom. Sebelum kabur penjahat berhasil mendorng Soo Chul sampai kepalanya membentur rak.


Soo Chul tergeletak dan jam merah jatuh tepat disampingnya. Bom panic dibuatnya karena Soo Chul tak sadarkan diri.


Kadang-kadang dalam hidup, ada waktu ketika sesuatu yang kita sebut takdir dapat dirubah dengan kekuatan manusia sendiri.” suara nenek.


2 komentar

Click to comment