Type something and hit enter

On
advertise here


Bom berjalan di persimpangan jalan sambal menelfon, ia juga menenteng pakaian hasil laundrynya, tiba-tiba ada seorang pria yang memegang dadanya lalu melarikan diri. Bom tak mampu mengejarnya, ia mengumpat pria itu.


Bom bercerita pada Soo Chul tentang kejadian yang menimpanya tadi. Soo Chul menyebut pria itu sebagai P.O.R. isti;ah untuk pria yang meraba perempuan ditempat ramai lalu kabur. Dan P.O.R akan menulis itu di internet.

Bom menyumpahi pria itu. Soo Chul menyarankan untuk melaporkannya ke polisi, ia kenal seorang polisi wanita. Bom tidak tertarik, ia tidak melihat wajahnya juga dan ia akan menganggap hal ini sebagai keberuntungan pria itu.

“Semua gadis korea punya satu atau dua kali pengalaman seperti ini.” Lanjutnya.


Bom tak bisa melakukan apapun, ia akan membiarkannya saja. Bom mencium baju Soo Chul, membuat Soo Chul gugup karena wajah mereka hanya terpisah mbeberapa inchi. Soo Chul bertanya ada apa.
“Sangat Egois. Kau punya tiga bagian bola nasi, semua kau makan tadi malam. Gulungan tuna mayo.” Kata Bom.

“bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Soo Chul.

Bom menjelaskan kalau ia mempunyai penciuman anjing. Dan ia bisa mencium semua aroma itu dari baju Soo Chul. Bom merasa kecewa karena Soo Chul tidak membagi makanannya untuknya.


Episode 07. Metode Laundry untuk Perempuan Pemberani


Pelanggan datang, kali ini seorang siswa SMA yang meminta untuk memanjangkan rok seragamnya yang kependekan. Siswa itu kelihatan sangat murung. Bom memberinya permen mint agar siswa tak ngantuk saat belajar, tapi siswa itu menolaknya.


Bom memegang rok siswa dan kembali melihat sesuatu. Siswa itu ternyata juga korban P.O.R seperti dirinya dan parahnya siswa itu jadii tak mau pergi kesekolah karena malu. Bom juga melihat kalau ada korban lain.


Soo Chul kemudian datang, ia mengatakan kalau telah menelfon polisi kenalannya dan katanya Bom harus melapor sendiri. setelah tahu kalau ada korban lain sekarang Bom berniat untuk menangkap orang itu, ia mengajak Soo Chul untuk menemaninya.


Young Mi menyapa Eun Chul yang tengah duduk di kafe sendirian, Young Mi menganggapnya kebetulan. Tapi tidak untuk Eun Chul karena sebelum pertemuannya ini Young Mi telah menelfonnya 18 kali dan mengirim SMS 23 kali untukmenanyakan keberadaannya lagipula ini juga kafe kampusnya jadi mustahil ini sebuah kebetulan. Ia menyimpulkan kalau Young Mi mengikutinya selama ini.

Young Mi kemudian mengajak Eun CHul untuk melihat matahari terbit dan menikmati Soju dipagi hari saat tahun baru. Eun Chul mengatakan kalau ia sibuk tapi Young Mi sudah menyelidiki kalau Eun Chul tak sibuk, Young Mi tahu kalau Eun Chul taka da kelas dan juga taka da janji dengan teman.

“Buku-buku ini adalah temanku. Aku mau belajar di rumah. Aku bener-benar sibuk.” Tegas Eun Chul lalu pergi.


Young Mi mendapat telfon dari Mamy-nya. Ia lalu bilang kalau akan menelfon Eun Chul nanti, dengan kesal Eun Chul melarangnya karena ia telah memblock panggilan Young Mi.

Young Mi mengangkat telfon Mamy, ia berbohong kalau ia sedang bekerja. Young Mi juga bersikap lemah lembut, ia menjelaskan pada Mamy kalau ia tidak pernah bertemu dengan pria kecuali urusan pekerjaan.

***


Bom menyampaikan idenya pada Soo Chul kalau ia akan menemui siswa SMA itu. Karena mungkin siswa itu melihat wajah P.O.R.

Diseberang terlihat kalau siswa itu dipaksa ibunya kesekolah tapi ia tidak mau dan malah melarikan diri kearah Bom, menabraknya kemudian terjatuh. Bom membantunya berdiri. Nama Siswa itu adalah Sun Hee.


Bom mengajak Sun Hee duduk disebuah bangku, ia mengatakan kalau ia tahu hal yang terjadi pada Sun Hee yang sama dengan kejadian yang menimpanya. Bom lalu bertanya apa Sun Hee melihat wajahnya, ia akan menangkap orang itu.

Sun Hee salah paham, ia menanyai Bom dengan berbagai pertanyaan

“Anda siapa? Bagaimana anda tahu sesuatu seperti apa yang terjadi pada saya? Apa ada rumor? Apa semua prang mengetahuinya karena saya tidak mau pergi kesekolah?”

Bom sedikit kaget dengan reaksi Sun Hee, ia mencoba untuk mengendalikan Susana, ia menjelaskan kalau tidak ada rumor dan ia hanya menebaknya saja. Sun Hee membentak Bom “Jadi bagaimana Anda tahu?” padahal Sun Hee tak pernah menceritakan hal ini pada siapapun.

Bom menenangkan Sun Hee. Bukan saatnya untuk memikirkan jikalau teman-temannya mengetahui hal ini atau belum, yang terpenting adalah untuk menangkap pelakunya.

“Tapi itu penting untukku (jika temannya mengetahui). Aku akan berhenti sekolah dan aku tidak mau melewati jalan itu.”  Setelah mengatakannya Sun Hee pergi.


Soo Chul mendekati Bom bertanya ada apa dengan sikap Sun Hee. Bom menjelaskan saat sesuatu seperti itu terjadi, maka dia akan merasa berdosa dan ingin bersembunyi. Soo Chul bingung harus melakukan apa sekarang, kemudian ia memutuskan untuk pergi ke temannya yang seorang polisi itu. Bom menyetujuinya.


Bom mendapat telfon dari Young Mi menanyakan apa Eun Chul suka pangsit atau tidak? Bom menjawab kalau oppanya tidak menyukainya. Bom penasaran kenapa Young Mi bertanya hal itu. Young Mi mengatakan kalau Eun Chul memblock panggilannya mungkin karena tak mau bertemu lagi.

“Aku mau membuat pangsit dan bertemu dengannya. Mengunjungi Ibumu diperayaan tahun baru dan bertemu Eun Chul Oppa…”  “Klik” Bom menutup ponsel.


Bom dan Soo Chul melihat CCTV saat kejadian itu terjadi namun sayang perbuatan sang pelaku tidak terekam. Soo Chul menebak kalau pelaku itu sudah hafal betul tempat itu. Polisi mengatakan kalau tidak mudah untuk menangkap sang pelaku kecuali ada saksi dan bukti.

Menurut polisi pelaku bisa dihukum 10 tahun untuk serangan tidak senonoh dan denda sampai 15 juta won. Polisi berjanji akan melakukan yang terbaik bersama timnya.

Bom melihat ada petunjuk yaitu restaurant daging, ia juga mencium baud aging di baju pelaku.


Bom dan Soo Chul berjalan pulang. Bom mendiskusikan keyakinannya kalau pelaku itu bekerja di resto daging yang terekam CCTV. Tapi Soo Chul ragu, bisa saja sang pelaku hanya mampir makan di resto daging. Bom menjelaskan, ia mencium bau daging beserta tulangnya di baju pelaku dan jika dia hanya pelanngan maka hanya akan tercium bau daging saja.

“tapi jika dia tercium seperti tulang itu berarti baunya akan tercium sangat lama itu artinya ada probabilitas yang tinggi dia adalah pegawai resto itu.” Analogi Bom.

Soo Chul percaya saja, dia lebih tertarik pada satu hal, kenapa Bom sangat antusias untuk menangkap si biang kerok itu? Padahal Awalnya Bom tidak mau melaporkannya ke polisi. Bom menjawab kalau sudah takdirnya untuk membantu gadis yang masih sangat muda itu.

Bom bercerita kalau ia juga dikejar bajingan itu di jalan waktu SMA dan ia tak bisa berjalan melewati jalan itu lagi.

“Jika sesuatu seperti itu terjadi padamu, saat kau masih muda itu akan sulit untuk dilupakan. Aku mau membantu Sun Hee menyembuhkan ingatannya.” Kata Bom tulus.

Bom membutuhkan bantuan Soo Chul agar misinya lancer. Soo Chul terpesona dengan ketulusan Bom. Ia menjawab permintaan Bom dengan gugup.

Soo Chul lalu membahas masalah CCTV yang tidak ada di gang sekitar rumah Bom. Menurutnya Inilah sebabnya pelaku bisa dengan mudah melancarkan aksinya.


Tiba-tiba Eun Sol menyapa mereka, ia bertanya apa yang dilakukan Soo Chul disekitar rumahnya. Bom baru sadar kalau ini bukan jalan ke rumah Soo Chul. Soo Chul beralasan kalau ia akan mengunjungi temannya yang tinggal di sekitar rumah Bom.

Bom tak menyangka kalau soo Chul punya teman yang tinggal di sekitar rumahnya, tapi ia tak ambil pusing dan masuk kerumah. Eun Sol yang berpikiran kalau tindakan So Chul ini aneh.


Dikamar, Eun Sol memberitahu Bom julukan Soo Chul yang baru yaitu ‘penghianat Young’ karena Soo Chul mengundurkan diri dari fans clubnya. Menurutnya lagi kalau Soo Chul sengaja lewat jalanan tadi untuk bertemu dengannya untuk memberi jabatan presiden lagi tapi.

“Katakan padanya itu tidak mungkin. Aku tidak akan mengulang kesalahan 2 kali.” Pesan Eun Sol.

Bom ingat ada sesuatu penting. Ia memperingatkan adiknya itu untuk hati-hati pada P.O.R karena ada banyak disekitar kediaman mereka. Eun Sol menenangkan kakakny kalau P.O.R tidak mungkin berani menyentuh karena dia ini seorang artis.

“Jika mereka melakukannya, mereka akan diberitakan lewat berita TV dan surat kabar. Ini akan jadi berita besar” lanjut Eun Sol.

***


Bom bersiap untuk berangkat dan tiba-tiba ada yang menyentuhnya dari belakang, refleks Bom memasang tinjunya. Ternyata orang yang menyentuhnya adalah Joon. Joon minta maaf karena mengagetkan Bom.

Bom tidak enak, ia lalu membungkuk hormat. Joon bertanya mau kemana Bom pagi ini, bukankah laundry tutup? Bom menjelaskan kalau ada sesuatu yang harus ia bereskan. Bagaimana dengan Joon?

Joon mengatakan kalau ia akan nonton film di tahun baru ini dan meminta rekomendasi film dari Bom. “klasik” jawab Bom singkat. Joon heran bukankah itu film lama?

“Ya, itu sudah lama diputar sejak 10 tahun yang lalu. Kau masih ingat?” Jawab Bom kesal.

Bom memberi Joon tiket agar mereka bisa nonton bersama tapi Joon membiarkannya menunggu lama tanpa berkata apa-apa dan sekarang dia ingin Bom merekomendasikan film ini untuknya?

“Kau jahat sekali. Bilang saja kalau kau tidak menyukaiku. Apa ini benar-benar penting?” Tutup Bom.

Dan ternyata Bom hanya membayangkan ia mengatakan hal itu. Bom tersadar setelah Joon memanggilnya. Bom lalu menjawab pertanyaan Joon tadi, ia menyuruh Joon untuk mencari referensi di internet saja.

“Oke.. kalau begitu Selamat Tahun Baru” ucap Joon.


Ibu memaksa Eun Sol untuk ikut dengannya ke rumah Joon mengantarkan makanan. Saat Eun Sol memakai jaket kuno ibu menyuruhnya mengganti dengan yang baru. Ibu melihat kalau kesempatan ini bagus untuk memikat Joon.

Telfon rumah berbunyi, dari Young Mi yang mengatakan akan berkunjung. Ibu melarangnya karena ia tidak akan dirumah dan hanya ada Eun Chul saja dirumah.


Sebelum pergi, Eun Sol menanyakan perihal kakaknya yang tidak keluar dari kamar. Ibu mengatakan kalau ujian sudah dekat jadi Eun Chul pasti stress. Eun chul bilang pada Ibu kalau ia mau belajar dikamarnya tanpa ada yang mengganggunya.

***


Bom dan Soo Chul mendatangi pemilik resto daging, mereka bertanya apa disana ada pekerja laki-laki tapi sayang hanya 3 perempuanyang bekerja disana. soo Chul membujuk Bom untuk pergi saja, ia merasa kalau Bom salah mencium baunya.

Bom bertanya hal lain. Apa ada pelanggan yang disana selama 5 jam? Ciri-cirinya dia laki-laki tinggi dan memakai topi. Pemilik kembali menggeleng, tidak ada. Soo Chul minta maaf pada pemilik lalu ia mendorong Bom keluar.

***


Dikamarnya, Eun Chul mengumpulkan buku-buku lamanya, da nada 1 buku yang menyita perhatiannya. Buku yang dulu dia berikan pada Joon dan secara ajaib masih ada di kamarnya. Dan disdalam buku itu 10 tahun lalu Bom menyelipkan tiket nonton film untuk Joon.


Kemudian Young Mi menerobos masuk lewat pagar, ia membawa pangsit dan berbohong kalau itu adalah buatannya. Tapi Eun Chul tahu kalau itu pangsit beku yang dijual di supermarket. Young Mi memaksa Eun Chul untuk memakannya tapi Eun Chul tak mau, ia tak sengaja mendorong Young Mi sehingga kepalanya membentur pintu.

Eun Chul sangat panic, Young Mi menggunakan kesempatan ini untuk tinggal lebih lama disana. young Mi pura-pura pingsan. Eun chul akan menelfon 911. Tapi Young Mi segera bangun ia menghalagi Eun Chul.

“aku punya penyakit.. aku mengenal tubuhku sendiri. aku hanya perlu istirahat.” Young Mi berbohong.

Eun Chul membantu Young Mi berbaring di sofa. Young Mi menganggap ini sebagai keberuntungan di tahun baru.

*****


Sebelumnya : [1-1] [1-2]  [2-1]  [2-2]  [3-1]  [3-2]  [4-1]  [4-2]  [5-1]   [5-2]  [6-1]  [6-2]

Click to comment