Type something and hit enter

On
advertise here
Episode 3
Cara Mencuci Pakaian untuk Mencari Tahu Kebenaran


Bom mengubah gaya rambutnya. Di kamarnya ia cekikikan mengingat pertemuannya dengan cinta pertamanya (Joon). Sedetik kemudia ia tersadar dan menepuk kedua pipinya.

“Jangan buat dirimu terlihat putus asa. Kendalikan dirimu!” Bom berkata tegas pada dirinya sendiri. Ia kembali tersenyum “Tapi, mungkin itu tanda yang harus digarisbawahi pada cinta pertamaku…”


Bom membuka kotak lamanya dan menemukan sesuatu (kayaknya tiket nonton).



Flashback 10 tahun lalu. Bom menunggu Joon didepan bioskop dan saat itu hujan turun. Bom sedikit terkena air hujan. Bom berkata sedih

“Dia seharusnya mengembalikan lagi tiketnya jika dia tidak datang.”


Kembali ke masa kini. Bom merenung bertanya-tanya alasan kenapa Joon tidak datang. Bom mendapat satu jawaban ‘apa karena kala itu ia masih seorang siswa?’. Bom melemparkan tiketnya kemeja. Ia lalu merebahkan kepalanya diatas meja.

Bom bangkit, ia bercermin dan berkata kalau ia sudah menghabiskan banyak uang untuk merubah gaya rambutnya jadi setidaknya ia harus menunjukkannya pada Joon. Bom takut kalau Joon tidak melihatnya sebagai wanita yang menarik. Tapi ia pikir ia cukup terlihat baik.

Bom meminum minumannya, ia lalu berkata lagi kalau masih ada kemungkinan jika ia mau mencoba.


Pagi harinya Eun Sol sedang menata rambutnya. Dan kaki Bom menyentuh kakinya (Bom tidur di kolong meja rias). Eun Sol menendang kaki Bom, ia menyebut kaki Bom dengan kaki babi.


Joon datang kerena diundang sarapan oleh ibu. Joon menanyakan dimana Eun Chul. Ibu mengatakan kalau Eun Chul pergi ke sumber air mineral. Eun Chul semakin lemah karena terlalu banyak menggunakan otaknya, makanya ibu menyuruhnya pergi kesana.

Eun Sol buru-buru keluar karena ia sudah terlambat. Ketika menyadari ada Joon, ia lalu memberi salam. Joon berkata ia sudah melihat drama Eun Sol tapi ia tidak melihat ada Eun Sol. Ibu menjelaskan kalau Eun Sol pingsan tersedak kue beras di episode terakhir. Joon tertawa garing.

“Aku tahu Ia anakku, tapi jujur, aktingnya itu hanya begitu nyata. Kau harus melihatnya ditayangan ulang.” Tambah ibu.

Joon kembali tersenyum namun dipaksakan. Ibu pamit untuk mengantar Eun Sol kursus acting ke stasiun bawah tanah. Ibu berpesan kalau Joon boleh makan duluan. Joon tak enak ia akan menunggu ibu untuk makan bersama. Ibu berjanji akan segera pulang.


Seperginya Ibu dan Eun Sol. Bom berteriak meminta bantuan Ibu karena kakinya kram. Joon memberanikan diri untuk membantu Bom. Joon memijat kaki Bom dengan lembut. Bom memintanya untuk memijit lebih keras.


Saat Bom menyadari kalau itu bukan ibu, ia refleks menendang Joon dengan keras membuatnya terpental kedinding. Bom menanyakan dimana kakaknya. Bom akan bergerak namun ia tidak bisa.

Joon membantunya lagi, ia menyuruh Bom diam saja. Bom tak menurut, ia memberontak dan berkata kalau ia baik-baik saja. Bom kearah pintu dan akan membukanya, ia kembali menoleh dan melarang Joon untuk mendekatinya.


Bom berhasil membuka pintu, namun ia malah terjatuh, tapi ia tetap bilang kalau ia baik-baik saja. Bom bergerak menjauh dari Joon dengan merangkak.

***


Saatnya sarapan. Ibu mendengar cerita Joon. Ibu mengatakan kalau Bom memang aneh, ia selalu kram kalau tidur dikolong meja.

“aku penasaran apa gadis itu mampu menikah kalau seperti itu.” Kata Ibu melanjutkan.

Joon bertanya kenapa Bom tidur di kolong bukan ditempat tidurnya. Eun Chul bilang kalau Bom tidur sambil berjalan. Ibu tak peduli kalau Bom tidur sambal berjalan atau tidak tapi yang pasti Bom sudah sejak lama mengalami hal itu. Ibu menyuruh Joon tak usah khawatir masalah Bom dan makan makanannya saja.


Ibu memberikan daging ikan pada Joon. Eun Chul cemburu, ia juga meminta ibu untuk memberinya daging ikan. Ibu minta maaf lalu ia memberi Eun Chul ikan. Ibu heran kenapa Bom tak keluar, ia lalu memanggil Bom.


Bom mengintip dari balik pintu kamarnya. Joon melihat kalau Bom mengubah gaya rambutnya. Bom tak mengatakan apapun, ia buru-buru keluar rumah. Joon mengajak Bom untuk makan bareng lain kali.


Bom memakai sepatunya diluar, ia sedikit mengangkat celananya. Ia bertanya-tanya apa Joon melihat bekas lukanya. Tapi ia tak memperdulikannya, ia senang karena Joon menyadari perubahan gaya rambutnya. Bom juga ingat kalau tadi Joon mengatakan ingin makan dengannya lain kali. Bom tersenyum senang namun kemudian ia tak berharap banyak dari ajakan itu.


Bom mendapat telfon dari pelanggannya, ia segera menuju kesana. Ia mengambil laundry-an bos kantor. Bom dengan senag hati membawa semua baju itu. Ia juga menyediakan layanan gratis untuk mencuci kaus kaki. Tapi bos itu tak mau karena Bom sudah berbaik hati untuk mengambil dan mengantarkan bajunya.


Bom menggunakan kesempatan itu untuk membagikan kartu namanya pada semua pegawai kantor. Ada sebagian yang menerima kartunya Tapi ada juga yang tidak menerima kartunya.


Bom melihat seorang pegawai yang sedang membersihkan bajunya dari noda kopi dengan tisu. Bom mengatakan padanya kalau itu tidak akan bekerja. Bom lalu mengajaknya ke toko laundrynya.


Pegawai itu memuji dekorasi toko laundry Bom yang terlihat seperti kafe. Bom menjalaskan kalau ia menyiapkan untuk pelanggan darurat. Jadi mereka bisa menunggu dengan nyaman. Bom juga menawarkan kopi untuk pegawai itu.


Bom memegang baju pegawai itu dan kembali melihat situasi pemiliknya. Bom melihat kalau pegawai rambut pendek yang menolak kartunya tadi menumpahkan kopi ke baju pegawai rambut panjang dengan sengaja.

Pegawai rambut panjang juga digosipkan memiliki hubungan gelap dengan General Manager. Mereka menyebut pegawai rambut panjang (Nona Kim) mendapat promosi karena dukungan General manager dalam forum kantor. Nona Kim menulis surat pengunduran diri. Bom juga melihat ibu hamil yang sedang menelfon.


Nona kim mendapat telfon dari tunangannya yang memintanya untuk memikirkan ulang mengenai pernikahan mereka. Nona Kim menjelaskan kalau itu hanya rumor dan ia akan berhenti setelah menyelesaikan proyek itu. Bom mendengarkan percakapan Nona Kim dengan seksama.


Bom memberikan baju nona Kim. Nona Kim lalu bertanya pada Bom, berapa uang yang ia butuhkan untuk membuka toko laundry-nya?. Bom balik bertanya apa nona Kim mau membuka toko Laundry?. Nona Kim menjawab kalau bukan toko khusus, hanya toko.

Bom menanyakana alasan Nona Kim yang sudah memiliki pekerjaan dengan penghasilan stabil masih ingin membuka toko. Nona Kim menjelaskan kalau setidaknya ia tidak mungkin kena fitnah dan gasip, tidak diperlakukan tidak adil kalau ia membuka toko.

“Jika itu sebabnya, bisakah anda mencoba untuk menjelaskannya sendiri?” pinta Bom.

“Didunia perkantoran, Rumor lebih kuat dari kenyataan” jelas Nona Kim.

***


Young Mi mendatangi Bom, ia melihat catatannya dan meminta Bom untuk membayar cicilan hutangnya yang telat 2 minggu. Young Mi menotal cicilan+bunga yang harus dibayar Bom lalu menunjukkan padanya. Bom hanya bisa senyam-senyum. Young Mi menyuruhnya bicara.


Bom beralasan kalau tokonya baru buka 1 bulan jadi pengeluarannya belum sebanding dengan pemasukan. Bom membujuk Young Mi untuk memberinya kesempatan sekali ini saja. Bom merajuk dengan memeluk Young Mi.

Tapi Young Mi tak terkecoh. Ia menjelaskan kalau ia sudah berbaik hati memberi bunga 1% yang seharusnya 3% karena Bom adalah temannya.

“Kau.. Jika kau terus seperti ini, kau harus menyerahkan salah satu bagian tubuhmu.” Ancam Young Mi.

Young Mi memberi kesempatan Bom untuk membayar semua hutangnya minggu depan. Bom menyebut Young Mi dingin. Young Mi menjawab kalau memang dunia ini dingin.

“Kau seharusnya berterimaksih padaku karena mengajarimu pelajaran dengan harga yang murah” kata Young Mi.

“terserahlah. Setelah aku membayar semua hutangku padamu, aku akan memutuskan semua ikatan denganmu.” Ancam Bom.


Soo Chul datang menghentikan perdebatan mereka. Dengan santainya Soo Chul meletakkan tasnya di kursi lalu mengambil kopi. Young Mi mengingtkan Bom kalau ia tidak akan mendapatkan keuntungan kalau Bom membiarkan gelandangan itu (Soo Chul) berkeliaran di tokonya. Soo Chul membantah disebut gelandangan.

“minum kopi, memakai listrik, menggunakan air, makan permen..” Young Mi menghadap Bom “Tidakkah kau pikit semua uang itu terbuang sia-sia?”


Bom menatap tajam pada Soo Chul membuatnya tak jadi memakan permennya. Young Mi melanjutkan kata-katanya, kalau Bom punya uang untuk dibagi-bagi dengan gelandangan itu maka seharusnya Bom membayar hutang padanya.

“Ada pelanggan yang datang karena aku. Setelah aku melakukan pemasaran untuk laundry ini. Aku memiliki banyak koneksi.” Kata Soo Chul membela diri.

Young Mi tak percaya. Jika Soo Chul punya banyak koneksi maka seharusnya dia bisa meminta koneksinya untuk memberinya pekerjaan bukan malah menjadi gelandangan seperti ini. Soo Chul tak terima dibilang gelandangan. Bom meminta maaf pada Soo Chul.


Soo Chul pun keluar dari toko. Diluar ia mengatai Young Mi

“M.p atau ‘Bem P’ (‘ular’) sialan itu. Dasar gadis jahat”

Sekarang Soo Chul bingung mau mengerjakan proyeknya dimana. Dia segera mencari tempat yang hangat.


Young Mi mengajak Bom makan pasta. Ia menyuruh Bom untuk membayar makanannya sebagi bentuk dari membayar bunga pinjamannya. Bom menyebut Young Mi sebagai gadis yang menakutkan. Bom lalu bertanya dimana ‘mie kesetiaan’ Young Mi. Young Mi bilang itu masa lalu.


Kemudian mereka mendengar omongan para pegawai di kantor nona Kim yang menyebarkan gossip kalau Nona Kim pacaran dengan General Manager. Yang menyebarkan gossip adalah pegawai rambut pendek. Si rambut pendek juga mengatakan kalau sejak kuliah dulu nona Kim selalu dikelilingi laki-laki, dia bahkan penggali emas saat itu.

Temannya bertanya dari mana rambut pendek tahu masa kuliah nona Kim. Rambut pendek menjawab kalau dengan media social bisa dengan mudah melacak latar belakang seseorang. Mereka semakin kejam men-judge Nona Kim sebagai penggali emas.


Bom mendengarkan semuanya, ia sekarang mengerti cara mereka mengetahui segalanya dan memperlakukan nona Kim dengan tidak adil. Young Mi menjelaskna kalau situs media social adalah cara terbaik untuk mencari tahu tentang seseorang.

Bom tak setuju dengan cara mereka yang bisa men-judge seseorang hanya dengan melihat gambar, menurutnya itu sanagat tidak adil. Tapi ia hanya bisa geleng-geleng kepala.

***


Ibu dan Eun Sol baru pulang kerumah. Ibu menasehati Eun Sol untuk bersikap manis pada Joon agar bisa mendekatinya. Eun Sol tak bisa melakukannya karena menurutnya Joon terlalu tua baginya, ia juga menduga kalau Joon sedah punya pacar. Bom memasang telinga baik-baik.

Ibu lalu bertanya pada Eun Chul, apa Joon sudah punya pacar. Eun Chul tak tahu karena mereka tak pernah membicarakan masalah itu. Tapi Eun Chul kemudian ingat kalau Joon pernah berbicara dengan seorang gadis di telepon. Semua mulai tertarik mendengarkan lanjutannya termasuk Bom yang makin mendekat. Tapi kemudian Eun Chul bilang kalau ia pikir mereka hanya berteman.

“Jadi dia tidak punya pacar” ibu menyimpulkan.

“pasti gadis itu adalah alumni” kata Eun Sol.

“Tapi mereka terlihat dekat” tambah Eun Chul

“Jadi dia punya pacaar atau tidak!” bentak Bom keceplosan.


Bom lalu menjelaskan kalau Eun Chul kelihatannya tidak tahu apa-apa tentang teman dekatnya. Perasaan buruknya mengatakan kalau Eun Chul saja yang berpikir dia dekat dengan Joon. Ketiganya metatap Bom penuh tanda Tanya. Bom lalu masuk kamarnya. Ibu bertanya, apa  Bom sedang mabuk.


Bom berbaring di tempat tidurnya, ia merenungkan sikap Joon yang bisa dengan mudahnya meminta seorang gadis untuk makan malam. Dia yakin kalau Joon punya pacar. Bom memikirkan kembali dan menurutnya itu tidak mungkin karena jadi dokter susah jadi Joon tidak punya waktu untuk bertemu gadis dan harus belajar sepanjang waktu.


Bom mendapat ide, ia akan membuka media social Joon. Pertama-tama ia menyelinap masuk ke kamar Eun Chul lalu mengambil laptopnya dan membawanya kekamarnya.


Bom memuji ketampanan Joon. Bom menemukan foto seorang gadis yang selalu muncul di beranda Joon. Bom ingin mencari lebih lanjut namun hanya dibagi sesama teman. Ia akhirnya menggunakan akun Eun Chul untuk membukanya.


Ia ingat kalau ia pernah melihat 3 digit password Eun Chul dulu. Kurang satu digit dan Bom berhasil menebaknya.


Bom menghabiskan waktu semalaman untuk mencari tahu siapa gadis itu dan ketika sinar matahari sudah muncul Bom baru menemukan fakta kalau gadis itu adalah sepupu Joon. Ia merasa melakukan hal yang sia-sia sepanjang malam.


Paginya Joon menelfon Eun Chul dan bertanya apa Eun Chul suka padanya. Joon mengetahui kalau Eun Chul mengunjungi SNS-nya sebanyak 198 kali tadi malam. Eun Chul malah memarahinya karena ia masih suka dengan wanita. Dan Eun Chul menjelaskan kalau ia tidur antara jam 10 dan 12 malam.


Ibu bertanya ada masalah apa Joon menelfonnya. Eun Chul menjelaskan kejadiannya, dan Bom hanya bisa diam membisu. Eun Sol menebak kalau akun kakaknya dibajak. Eun Chul berencana melaporkan masalah ini pada polisi ‘cyber’.


Bom segera menghalangi Eun Chul. Dia beralasan kalau Eun Chul bukan selebriti kenapa harus repot-repot malakukannya. Bom meminta persetujuan Eun Sol, dan Eun Sol membenarkan. Ibu juga setuju. Ibu menyuruh Eun Chul agar tak bertindak seperti amatiran.


Bom mengantarkan obat Eun Chul ke kamarnya, ia juga memberi Eun Chul uang. Eun Chul heran dengan perubahan sikap Bom yang begitu mendadak. Tapi ia mengambil juga uang pemberian Bom.

***


Bom mengantarkan pakaian General Manager. General Manager meminta maaf karena ia terlambat mengambil bajunya karena bengun kesiangan karena terlalu mabuk minum-minum tadi malam di acara reuni sekolahnya.


Bom melihat Nona Kim merenung sedih. Bom lalu masuk ke lift bersiap turun, ia berpikir bagaimana caranya mengurus sesuatu di tempat kerja orang lain. Si rambut pendek ikut masuk di lift bom. Ia menelfon temannya mengatakan kalau status General Manager tadi malam adalah “aku lelah” dan  ia melihat nona Kim memasang foto seksi di SNS-nya tadi malam.


Si rambut pendek yakin kalau General Manager dan Nona Kim mabuk bersama tadi malam kemudian melakukan hal yang lebih. Si rambut pendek juga mengatakan kalau tunangan nona Kim memutuskan pertunangan mereka.

Bom menyanggah perkataan si rambut pendek. Ia menjelaskan kalau General Manager (GM) minum-minum diacara reuni tadi malam, beliau tidak bersama nona Kim. Si rambut pendek malah mengarang cerita kalau GM pasti pergi dengan gadis usia 20-an, ia juga berpikir kalau GM punya hubungan dengan Bom.


Bom tentu saja tak terima dibilang begituan. Ia berteriak pada si rambut pendek. Si rambut pendek balik berteriak dan menghina Bom. Lift berhenti di lobby dan mereka berakhir dengan saling menjambak rambut masing-masing.


Mereka bahkan tak menghiraukan pegawai lainnya yang melihat perkelahian itu. Dalam perkelahiannya Bom masih sempat menerima telfon, ia menyuruh Young Mi untuk menelfon nanti karena ada seseorang yang menjambak rambutnya sekarang.

Setelah telfon dimatikan Bom kembali menjambak si rambut pendek. Ada telfon masuk lagi, kali ini Bom tak sempat melihat nama si penelfon, ia langsung ngoceh kalau ia mau menarik semua rambut si wanita ini. Dan menyuruh si penelfon menghubunginya nanti.


Sedetik kemudian Bom bersikap manis karena yang menelfon adalah Joon, ia langsung melepaskan tangannya dari kepala si rambut pendek dan pasrah ditarik-tarik rambutnya oleh si rambut pendek. Bom bersedia datang kesana. Setelah telfon putus, Bom kembali menjambak rambut si Rambut pendek.

*****

Sebelumnya: [1-1] [1-2] [2-1] [2-2]

Click to comment